Ilmu, Iman Dan Amal

Ikhsanudin | 15:15 |
Ilmu, Iman Dan Amal

Persoalan Ilmu, Iman dan Amal merupakan persoaalan inti dalam islam. Bagi kaum muslimin , iman adalah panduan hidup untuk terus berhubungan dengan Allah SWT. Ekspresi Iman dalam islam diwujudkan dalam berbagai amal praktis. Satu diantaranya adalah meelalui ekspresi sains. Di sini iman memberikan panduan kepadda manusia mengenai konsep realitas yang harus di imani, dan jalan untuk memberikan panduan kepada manusia mengenani konsep realitas yang harus di imani.

A. Konsep Kemuliyaan Ilmu Pengetahuan Dalam Islam.
Kata Imu yang dipakai dalam bahasa Indonesia merupakn derivasi daria bahasa Arab, “alima, ya’lamu,’ilman/’ilmun, yang berarti mengerti,memahami benar-benar.
Dalam bahasa Inggris Ilmu ddisebut juga dengan science, dari bahasa Latin scientia(pengetahuaan),-scire (mengetahui). Tetapi peengertian Ilmu sebagaimana yang terdapat dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang di susun secara bersistem menurut metode tertentu, yang daapt digunakan untuk menerangkan gejala tertenttu di bidang pengetahuaan itu.
Menurut Ibnu Taimiyah, sebagaimana dikutip oleh Juhaya S. Praja, ilmu apapun mempunyai dua sifat yaitu :
1. Sifat Tabi, adalah ilmu yang keberadaan objeknya tidak memrlukan pengetahuaan si subjek tentang keberadaan objek tersebut. Dari sifat ilmu Tabi’ inilah keberadaan Allah SWT menjadi sesuatu yang bersifat wajib
2. Sifat matbu’ adalah ilmu yang keberadaan objeknya bergantung pada pengetahuaan dan keinginan subjek. Pengetahuaan kita tentang duduk dan berdiri bergantung pada pengetahuan dan kinginan kita untuk mewujudkannya
Berdasarkan teori ilmu tersebut diatas, ilmu dibagi menjadi dua cabang besar yaitu ilmu kalam atau theology, dan ilmu yang melahirkan ilmu tafsir,hadits,fiqh, dan metodologiatau ushul al-fiqhdalam arti umum.
Pentingnya arti ilmu pengetahuan mendapat justifikassi langsung dari agama islam. Sebab agama ini mengajarkan bahwa salah satu dari sifat tuhan itu adalah ‘alim (maha mengetahui)dan untuk bisa mendekatkan dirri pada Zat Yang Maha Tahu ini, maka salah satu jalan utamanya adalah dengan ilmu.Karena itulah, sangat relavan dan masuk akal sekali ketika Islam pertama kali di wahyukan Allah SWT memulainya dengan satu pembukaan yang sangat mengagumkan, yaitu iqra’
“Bacalah dengan (menyebut) nama tuhan mu yang menciptakan . Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan mullah yang Maha pemurah . Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Perintah Allah SWT agar manusia melakukan eksplorasi ilmu tidak berhenti pada perintah iqra’ saja . Dalam banyak ayat al-Qur’an , Allah SWT menantang manusia dengan argumentasi-argumentasi ilmiah, dan kemudia ditutup dengan pernyataan dalam bentuk Tanya : afala ta’qilun (mengapa kalian tidak menggunakan akal,), afala tatafakkarun (mengapakah kalian tidak berfikir), afala tubshirun (mengapakah kalian tidak melihat) dan sebagainya.
Dalam Islam menuntut ilmu itu adalah bukti pengabdian kepada ALLAH SWT, ilmu adalah kunci untuk memahami petunjuk ALLAH SWT melalui tanda-tanda (ayat) yang diberikan. Dengan kata lain, tidak sempurna ibadah seseorang jika tidak dibarengi oleh ilmu. Sebab itulah menuntut ilmu dalam islam hukumnya adalah wajib (fardu).

B. Integrasi Ilmu , Iman dan Amal dalam pandangan Islam
Bagi seorang muslim, iman adalah bagian terpenting dalam kehidupan dan kesadaran beragamnya. Menurut Nurcholish Madjid, iman itu melahirkan tata nilai berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa , yaitu tata nilai yang dijiwai oleh kesadaran bahwa hidup manusia itu berasal dari Tuhan dan menuju kepada Tuhan .
Iman terkait erat dengan amal, sebab iman itu sifatnya abstrak dan hal itu perlu di realisasikan dalam amal praktis agar iman itu dapat bernilai dan bermanfaat. Selain dua kesadaran tersebut, masih ada satu lagi bentuk kesadaran seorang muslim, yang bersama dengan kesadaran keimanan dan amal perbuatan membentuk segitiga pola hidup yang kukuh dan benar, yaitu keilmuan. Antara iman dan amal ditengahi oleh ilmu, sehingga ilmu menjadi kesadaran sentral.Sehingga amal sebagai perwujudan iman belum bisa terlaksana dengan baik jika didasari oleh ilmu.
Menurut Nicholas Madjid cirri utama masyarakat islam lalu adalahh semangat keterbukaannya.Semangat keterbukaan itu telah melahirkan sikap yang positif orang-oorang klasik terhadap kebudayaan asing selama tidak bertentangan dengan dasar-dasar ajaran islam, khususnya terhadap ilmu pengetahuan.

No comments:

Post a Comment

Salah satu kepuasan kami adalah jika anda berkunjung ke ikhsanudin.com dengan meninggalkan komentar walaupun cuma satu kata. Tapi jangan:
1. Berpromosi
2. Komentar spam
3. Opo meneh yo...?

//SEO SCRIPT POWERED BY www.alltechbuzz.in