IKHSANUDIN

Makalah Pendidikan Gender

Ikhsanudin | 23:31 | |
KATA PENGANTAR


Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah pada mata kuliah Pendidikan Gender ini.
Shalawat dan salam tidak lupa penulis penjatkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah mengantarkan umatnya dari zaman kebodohan menuju kemerdekaan seperti saat ini.
Penulis juga ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing serta semua pihak yang telah banyak membantu selesainya pembuatan makalah ini. Kritik dan saran penulis perlukan untuk sempurnanya makalah ini.





Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
2.1. Pengertian Diskriminasi 2
2.2. Pengertian Kesetaraan dan Keadilan Gender 2
2.3. Permasalahan Ketidakadilan Gender 3
2.4. Bentuk-bentuk Ketidakadilan Akibat Diskriminasi Gender 3
DAFTAR PUSTAKA 6


BAB IPENDAHULUAN


Latar Belakang
Permasalahan-permasalahan yang mendorong timbulnya konsep gender dengan maksud dapat menciptakan peluang yang serupa dengan diperoleh laki-laki.
Oleh karena kurangnya pemahaman kita tentang apa itu gender dan permasalahan-permasalahannya. Maka kiranya diperlukan adanya penulisan makalah ini.

Tujuan
Dapat mengetahui apa itu gender dan permasalahannya.
Mengetahui bentuk-bentuk ketidakadilan gender.
BAB IIPEMBAHASAN


Pengertian Diskriminasi
Diskriminasi adalah yang mengarah pada ketidakadilan yang beban gandakan oleh individu atau kelompok kepada individu atau kelompok lain
Diskriminasi dapat menyebabkan munculnya berbagai bentuk kekerasan kepada fisik manusia seperti pemerkosaan, penyiksaan dan lain-lain. Sedangkan kekerasan yang bersifat non fisik seperti pengucilan terhadap kelompok atau individu lain yang dianggap rentang.

Pengertian Kesetaraan dan Keadilan Gender
Kesetaraan gender berarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya. Sebagai manusia, agar mampu berperan dan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya.
Pendidikan dan pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas), serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidak adilan struktural, baik terhadap laki-laki maupun perempuan.
Keadilan gender adalah suatu proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki. Dengan keadilan gender berarti tidak ada pembakuan peran, beban ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan maupun laki-laki.
Terwujudnya kesehatan dan keadilan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, dan dengan demikian mereka memiliki akses, kesempatan berpartisipasi, dan control atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.
Memiliki akases dan pertisipasi berarti memiliki peluang atau kesempatan untuk menggunakan sumber daya dan memiliki wewenang untuk mengambil keputusan terhadap cara penggunaan dan hasil sumber daya tersebut. Memiliki kewenangan penuh untuk mengambil manfaat yang sama dari pembangunan.

Permasalahan Ketidakadilan Gender
Ketertinggalan perempuan mencerminkan masih adanya ketidakadilan dan ketidak setaraan anatara laki-laki dan perempuan di Indonesia, hal ini dapat terlihat dari gambaran kondisi perempauan di Indonesia. Sesungguhnya perbedaan gender dengan pemilahan sifat, peran, dan posisi tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan. Namun pada kenyataannya perbedaan gender telah memiliki berbagai ketidakadilan, bukan saja bagi kaum perempuan, tetapi juga kaum laki-laki.
Berbagai pembedaan peran, fungsi, tugas dan tanggung jawab serta kedudukan antara laki-laki dan perempuan baik secara langsung, dan dampak suatu peraturan perundang-undangan maupun kebijakan telah menimbulkan berbagai ketidakadilan karena telah berakar dalam adat, norma ataupun struktur masyarakat. Gender masih diartikan masyarakat belum memahami bahwa gender adalah suatu konstruksi budaya tentang peran fungsi dan tanggung jawab sosial antara laki-laki dan perempuan. Kondisi demikian mengakibatkan kesenjangan peran sosial dan tanggung jawab sehingga terjadi diskriminasi, terhadap laki-laki

Bentuk-bentuk Ketidakadilan Akibat Diskriminasi Gender
Marginalisasi Perempuan Sebagai Salah satu Bentuk Ketidakadilan Gender
Proses marginalisasi sebagai salah satu ketidakadilan gender melibatkan kemiskinan (perminggiran/pemiskinan) yang mengakibatkan masyarakat di Negara berkembang seperti penggusuran dari kampung halaman, ekspoitasi. Namun pemiskinan atas perempuan maupun laki-laki yang disebabkan jenis kelamin merupakan salah satu bentuk ketidakadilan yang disebabkan gender.
Sebagai contoh, banyak pekerja perempuan tersingkir dan menajdi miskin akibat dari program pembangunan seperti internsifikasi pertanian yang hanya memfokuskan petani laki-laki. Perempuan dipinggirkan dari berbagai jenis kegiatan pertanian dan industri yang lebih memerlukan keterampilan yang biasanya lebih banyak dimiliki laki-laki. Selain itu perkembangan terknologi telah menyebabkan apa yang semula dikerjakan secara menual oleh mesin yang umumnya dikerjakan oleh tangan laki-laki.
Beberapa studi dilakukan untuk membahas bagaimana program pembangunan telah meminggirkan sekaligus memiskinkan perempuan (Shiva, 1997, Mosse, 1996). Seperti Program revolusi hijau yang memiskinkan perempuan dari pekerjaan dari pekerjaan di sawah yang menggunakan ani-ani. Di Jawa misalnya revolusi hijau memperkenalkan jenis padi unggul yang panennya menggunakan sabit.

Subordinasi
Subordinasi pada dasarnya adalah keyakinan salah satu jenis kelamin dianggap oleh penting atau lebih utama dibendingkan jenis kelamin lainnya. Sudah sejak hadulu ada pandangan yang menempatkan kedudukan dan peran perempuan lebih rendah dari laki-laki. Banyak kasus dalam tradisi, tafsiran ajaran agama maupun dalam aturan birokrsai yang meletakkan kaum perempuan sebagai sibordinasi dari kaum laki-laki. Kenyataan memperlihatkan bahwa masih ada nilai-nilai masyarakat yang membatasi ruang gerak terutama perempuan dalam kehidupan. Sebagai contoh apabila seorang isteri yang hendak mengikuti tugas belajar, atau hendak berpergian ke luar negeri harus mendapat izin suami, akan pergi tidak perlu izin dari isteri.


Kekerasan
Berbagai bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan sebagai akibat perbedaan, muncul dalam berbagai bentuk. Kata kekerasan merupakan terjemahan fari Violence, artinya suatu serangan fisik maupun integrasi mental psikologis seseorang. Oleh karena itu kekerasan tidak hanya menyangkut serangan fisik saja seperti perkosaan, pemukulan dan penyiksaan, tetapi juga yang bersifat non fisik, seperti pelecahan seksual sehingga secara emosional terusik.
Perilaku kekerasan bermacam-macam, ada yang bersifat individu, baik di dalam rumah tangga sendiri maupun ditempat umum, ada juga di dalam masyarakat itu sendiri. Perilaku bisa saja suami/ayah, keponakan, sepupu, laki, tetangga, majikan.

Beban Ganda
Bentuk lain dari disksriminasi dan ketidakadilan gender adalah beban ganda yang harus dilakukan oleh salah satu jenis kelamin tertentu secara berlebihan. Dalam suatu rumah tangga pada umumnya beberapa jenis kegiatan dilakukan laki-laki dan beberapa dilakukan oleh perempuan. Berbagai observasi, menunjukkan perempuan mengerjakan hampir 90 % dari pekerjaan dalam rumah tangga. Dalam proses pembangunan, kenyataan perempuan sebagai sumber daya insani masih mendapat perbedaan perlakuan, terutama bila bergerak dalam bidang public. Dirasakan bhttp://www.blogger.com/img/blank.gifanyak ketimpangan, meskipun ada juga ketimpangan yang dialami kaum laki-laki disatu sisi.
DAFTAR PUSTAKAhttp://www.blogger.com/img/blank.gifhttp://www.blogger.com/img/blank.gif

http://www.blogger.com/img/blank.gif
Anonim (1995) Bahan Bacaan Sensitif Gender: Yogyakarta : Rifka Annisa Woman’s
Anonim (1999) Menghadapi kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jakarta:Kalyamotro

Itulah sedikit makalah pendidikan gender, semoga bermanfaat. Jika kurang lengkap silahkan cari lagi dengan kata kunci: makalah gender, makalah kesetaraan gender, makalah tentang gender, artikel tentang gender, atau terserah anda.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Makalah Pendidikan Gender ini, dengan harapan semoga artikel Makalah Pendidikan Gender ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel " Makalah Pendidikan Gender " terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke IKHSANUDIN pada lain kesempatan.

Artikel Terkait Contoh Makalah , Makalah

Posted by: Ikhsanudin ikhsanudin.com Updated at : 23:31

No comments :