Pengertian Nuzulul Qur’an dan Waktu Turunnya

Contoh Makalah | Pengertian Nuzulul Qur’an dan Waktu Turunnya


A. Pengertian
Kata nuzutul Quran yang dalam behasa Indonesia diterjemahkan dengen turunnya Al-Quran, perlu dipahami pengertiannya secara benar, supaya tidak terjadi pemahaman yang keliru. Misalnya timbul anggapan bahwa turunnya Al-Qur’an itu sama dengan turunnya benda-benda yang mempunyai berat jenis (BD) tertentu.
Dalam hubungan penggunaan kata nuzul dan sejenisnya dalam bahasa Arab, Abd. Azhim Az-Zarqani menulis sebagai berikut:

Pengertian Nuzulul Qur’an dan Waktu Turunnya
Artinya : Secara bahasa, kata nuzul, dalam penuturan lain diucapkan untuk arti pindahnya sesuatu dari atas ke bawah; terkandung dalam makna nuzul tersebut bergeraknya sesuatu dari arah atas ke bawah.

Pengertian nuzul tersebut tidak patut diberikan untuk maksud nuzul Al-Qur'an. Pengertian tersebut lebih cocok dan lazim dipergunakan untuk hal yang berkenaan dengan tempat dan benda yang mempunyai Benda Jenis (BD) tertentu. Al-Qur'an bukanlah suatu benda yang meinedukan tempat pindah datas ke bawah, baik Al-Qur’an dalam arti kalam nafsi, maupun Al-Qur’an dalam bentuk mengandung kei’jazan itu.
Lebih lanjut Az-Zarqani mengemukakan . "Jika demikian, agaknya penggunaan kata nuzul dalam hal nuzulul Qur'an, dimaksudkan dalam pengertiannya yang majazi. Artinya sebagai suatu ungkapon yang seharusnya tidak dipahami secara harfiyah”.
Kemudian ia menyatakan:


Artinya :
Dan agaknya pengertian majazi bagi nuzulul Quran adalah pemberitahuan mengenai Al-Qur’an dalam semua segi aspeknya.

Dengan ungkapan kata nuzulul Quran seyogyanya tidak menimbulkan gambaran bahwa Al-Quran itu terlempar dari atas ke bawah, melainkan harus dipahami, bahwa AI-Quran telah diberitahukan oleh Allah kepada segenap penghuni langit dian bumi dalam semua segi aspeknya, Kata nuzul dalam pengertiannya yang konvensional tidak berlaku untuk Al-Quran. Kata nuzul, jika dita'wilkan dengan kata i'lam hilanglah arti pindahnya sesuatu dari atas ke bawah. Pemberitahuan Allah mengenai apa kepada siapa yang ia kehendaki tidak terikat oleh arah tertentu atau tempat tertentu. Jika Allah berkehendak memberitahukan atau mengi'lamkan firman-firman-Nya tidaklah harus di atas, Allah tidak mempunyai tempat tertentu


B. Waktu Al-Qur’an diturunkan
a. Al-Qur'an di Lauh Mahfudz.
Dalam beberapa ayat terdapat isyarat bahwa Al-Qur'an itu adalah di Lauh Mahfudz. Sebagaimana frman Allah SWT.


Artinya :
"Padahal Allah mengepung dari mereka (seseorang tidak akan lepas dari kekuasaan-Nya) bahkan yang didustakan mereka itu adalah Al-Qur’an yang mulia, yang tersimpan dalam Lauful Mahfudz”. (Al Buruj: 20-22)

Ketika Al-Qur’an berada di Lauh Mahf'udz tidak diketahui bagaimana keadaannya, kecuali Allah yang mengetahuinya, karena waktu itu Al-Qur'an berada di alam Ghaib, kemudian Allah menampakkan atau menurunkannya ke Baitu Al-Izzah di langit bumi. Secara umum, demikian itu menunjukkan adanya Lauh Mah€p:dz yaitu yang merekam segala qadla dan takdir Allah SWT, swgala sesuatu yang sudah, sedang dian yang akan terjadi atau wrujud di alain semesta ini. Demikian ini merupakan bukti nyata akan keagungan, kehendek dian kebijaksanaan Allah SWT Yang Maha Kuasa.
Jika keberadaan A!-Qur'an di Lauh Mahfudz itu merupakan Qodlo (ketentuan) dari Allah SWT. maka ketika itu Al-Qur'an adanya parsis sama dengan keadaannya sekarang. Namun demikian hakekatnya tidak diketahui, kecuali oleh seorang nabi yang diperlihatkan oleh Allah kepada. Dan segala sesuatu yang terjadi di bumi ini telah tertulis dalam Lauh mahfudz sebagaimana firman Allah SWT.


Artinya : "Tiada satu bencana yang menimpa di bumi (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami manciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah". (Al- Hadits : 22)
b. Al-Qur’an dari Lauh Mahfudz diturunkan ke langit Bumi
Berdasarkan kepada beberapa :-ayat dalam AI-Qur'an dian A! Hadits shahih„ maka AI-QuPan itu diturunkan pada suatu malam yang pernah berkah yang dinamakan malam AI Qadar (Lailah AI Qadar) dalam bulan sua Ramadhan. Sebagaimana firman Allah SWT;

Artinya :
Sesungguhnya telah Kami turunkan Al-Qur'an pada malam Al-Qadar (Lailah Al Qadar)".

Dan firman Allah SWT :
Artinya : "Beberapa had yang ditentukan it u ialah bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya ditunrnkan (per,mulaan) AI-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusla dan. penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan' yang bathil ".

Dan firman Allah:
Artinya :
Sesungguhnya telah kami turunkan dia (AI-Qur'an) pada satu malam yang penuh berkah, sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang memberl peringatan.

Tiga ayat tersebut di alas menegaskan bahwa AI-Qur'an diturunkan pada suatu malam pada bulan Ramadhan yang dinamakan malam Al Qadar yang penuh berkah.
Demikian juga berdasarkan beberapa riwayat sebagai berikut:
Artinya :
Riwayat dari Ibnu Abbas ra berkata : Al Qur'an dipisah dari Adz-Dzikru ke Baitu Al-Izzah di langit bumi kemudian malaikat Jibril membawanya kepada Nabi Muhammad SAW. (RiwayatAl Hakim)

Dan hadits riwayat Ibnu Abbas :
Artinya :
Riwayat dari Ibnu Abbas beikata : Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit bumi (Baitu Al Izzah) berada di Mawaqe Al Nujum (tempat bintang-bintang dan kemudian Allah menurunkan kepada Rasul-Nya dengan berangsu-angsur

Dalam hadits riwayat Imam Tabrani:

Artinya :
Riwayat dari Ibnu Abbas r.a. berkata; Al-Qur'an diturunkan poda malam Al-Qadar pada bulan Ramadhan ke langit bumi sekaligus kemudian diturunkan secara berangsur-angsur".
Ketiga riwayat tersebut juga dijelaskan di dalam bahwa ketiganya adaiah shahih sebagaimana dikemukakan oleh Imam As-Suyuthi riwayat dari Ibnu Abbas dimana dia ditanya oleh Athiyah Ibnul Aswad dia berkata : “Dalam hatiku terdapat keraguan tentang firman Allah Ta'ala.
Sedangkan Al-Qur'an ada yang diturunkan pada bulan Syawal, Dzul Qa’adah, Zulhijjah, Muharram, Safar dian bulan Rabi'ul Awwal dan Rabi’ul
Ibnu Abbad menjawab bahwa Al-Qu(an itu diturunknn pada bulan
malam Lailatul Qadar secara sekaligus yang kemudian diturunkan kppada NW)i secara berangsur-angsur di separijang bulan dian hari.
Yang dimaksud dengan Nujum bertahap adalah dituninkan sedikit sedikit dan terpi&-jh-pisah, sebagiannya menjelaskan bagian yaiv, lain dengan fungsi dan kedudiukannya.
MAAF "MAKALAH Pengertian Nuzulul Qur’an dan Waktu Turunnya" YANG DI BAWAH INI BELUM DI EDIT, SEBENARNYA ADA YANG SUDAH DI EDIT TAPI SAYA DAK TAU LAGI DI MANA FILENYA, SEPERTINYA SUDAH TER DELETE. SEKALI LAGI MOHON MAAF
Asy Suyuthi mengemukakari bahwa Al Qtjrthuby tolah menukilkan 'v0,qy'--,t ~jma' bahwa turunnya Al-Qur'an secara sekaligus adilah dad Lauhil hk4hft?1!'7 ke Baitul Izzah di langit pertama. Barangkali hikmah / risalah dari 0i adalah untuk menyatakan keagungan Al-qur'an dan kPbr-,,",-mn bagi cw*,vig y;~,t,f'j diturunkannya dengan cara memboritahukan kepada petighuni langit yang 11;jI,"I bahwa kitab yang paling terakhir yang disampaikan kopqda RISLII PPM.49,1) 41,'Ti ummat pilihan sunqguh telsh diambang pintoi dan nir,(-,)yn nkaq
diturunkan kepadianya.
As Suyuthi berpendapat andaikata tidak ada hikmah llahiyah ym~) menyatakan turunnya kepada kimmat spcqra beriahap senuaii d'e,"gan
niscaya akan sampai ke muka bumi secara sekaligus sebagnionarta Nalilyn kdab-kitab yang diturunkan sebelumnya, tetapi karena Allah SWT ryiembod;lkarl antara AI-Quran dan kitab--kftab sebelumnya maka Al--Qtjt'an diitun.111kor) (1,41,1ni dua tahap, turun secara sekaligus kemudian diturunkan secara ho(Allomir sebagai penghormatan terhadap orang yong dituriinkannya.
c. Al-Qur'an diturunkan darl Bait Al Izzah kepada Nabi Muhammad servirn berangsur-angsur
Tahap ketiga tuninnya AI-Qur'an atqtj tahap terakhir ialah timin (1.16 1111qi~ ke bumi (Baitul Izzah) kepada hati Nabi SAW dopqmi peraotanq.ari
JibOl socara berangsur-angstir selama kurang lebih ' 23 tahtin, Sebagaimana firman Allah ',`>VVT :

0, 1 A I C' , # 0 ,
aL~- I I i r ) Z"'*~ I ' - I I i y I ". JwI f
r J~ 1 '4 J-? L-y* 17¬
Artinya
"Sesungguhnya Al Quean diturunkan oleh Tuhan se
mo-'5 8 a at)) oleh Ruh Al Amin (Malaikat Jibfil as) ke dalam hati engkou ya Aftihoo-I supaya kamu membed peringatan ".

Artinya : "Al Quean ini Kaml tuninkan secara beranqsur-ongsur,
tocakan kepada manusia dengan perfahan-lahan don Komi PInjokan di~' secara secMk# NO sedWIT 141 Isra : 106)
Dan firman Allah SWT :



mV", ~
~IIA Ill'
Arlinya : "berkata orang-orang k-afir . sekakqus saja? Begitulah keadaannya, Muhammad SAK9 dengan AI-Qur'an itu, lurus den perfahan-lahan" (Al Furqan : 32)
mengapa AI-Quran fldiP diftlaw!('11) sypaya kami to-tapkan hV;rwt fh~li dan ffigmi bacakan kepodamu dPoCql~
Quran Hadds MadrasahAliyah Kelas I Semester Ganjil
Dikatakan bahwa orang-arang Yahudi dan orang-orang musyrik mencel# Nabi SAW karena diturunkannya AI-qur'an secara terpisah-pisah. Meraka menghendaki agar diturunkannya secara sekatigus. Mereka berkata kepada Nab! SAW ; "Hai ayah Kasimi Mengapa AI-Qur'an tidak ditunrnkan sekaliqus sebagaimana dituntnkannya Taurat kepada Musa ? dari peristiwa itu maka turunlah ayat tersebuk di z,as sebagai bantahan terhadap mereka. Bantahan tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Az 7_arkani mengandung dua pengertian:
a. 8ahwa AI-Qur'an diturunkan kepada Nabi SAW secara berangsur-angsur, dan
b. Kitab Samawi sebeiumnya diturunkan secara sekaligus sebagaimana tetah populer di kalangan Jumhur Ulama bahkan dapat dikatakan lima.
Ayat pertama dian terakhir turun 1) Ayat dian surat pertama
Seperti diterangkan di atas bahwa AI-Qur'an itu diturunkan kopada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur, tidak sekaligus, seiama 22 tahun 2 bulan dian 22 had sehingga lengkapiah isi AI-Qur'an AI-Karim sebanyak 6.236 ayat, 114 surai dian 30 juz. Senantiasa terpelihara autentisitas, keaslian, dian kebenarannya, utuh dian terhimpun dalam AI-Mushaf Asy-Syarif.
Ayat yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ialah ayat 1 sampai dengan 5 dari Surat Al-"Alaq yang kemudian dalam mushaf tercantum dafam surat yang ke-96 dari 114 surat yang terdapat dalam AI-Qur'an. Kelima ayat itu iaiah :
~'' ~
J I 6L "`'i y . . .

.
Artinya : . ~ . 1. "Bacalah dengan (menysbut) Nama Tuhanmu yang menciptakan".
2. °Dia telah menciptakan manusia dad segumpal darah". 3. "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah".
4. "Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam".
5. "Dia mengajarkan kepada manusia yang tidak dlketahuinya". (QS. AI-Alaq / 96 :1-5)
Lima ayat tersebut di atas diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang menyendiri (berichalwat) di Gua Hire pada malam Jum'at tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran beliau, bertepatan dengan 6 Agustus 610 Masehi.
Kolima ayat dalam surat AI-`Alaq ituiah yang merupakan wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan diterimanya wahyu dari Allah SWT tersebut, make sejak seat itu behau dinobatkan menjadi Feasul Allah, Utusan Allah, kepada selunuh umat manusia guna m+anyampaikan risalah-Nya, Tauhid; mengesakan Allah SWT, tiada Tuhan yang patut disembah kECUali Dia, Allah Yang Maha Esa, tidak beranak dian tidak pule diperanakkan, menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil'alamin). Seat itu beiiau berusia 40 tahun 6 buian dian 8 hari menurut kalender Qamar'ryah atau 33 tahun 3 bulan den 8 had menurut perhitungan tahun Syamsiyah.
Maiam turunnya AI-Qur'an untuk pertama kali itu merupakan maiam yang penuh bprkah (Lailah Mubarakah) dian selaagai maiam kemuliaan (Laifatui Qadar) sepert6 yang diterangkan daiam AI-Qur'an :


Qur'an Hadits Madrasah Aliyah Kelas 1 Semester Ganjii
. __r,.a hnranYSlapa yang menj,• / ,~h
,/Tencang turunnya A1 Quran itu, Tuhan menjelaslcan dalam A1 Qitran.



Dan sesungguhnya A1 Quran ilu benar-henar diturunkan oleh Tuh(7n semesta alan:. Dibawa lurun oleh Ruhul amin. Ke dalam h4mu (Muhanvnad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang mentberi peringatan. Dengan bahasa Arab yan;,, jdia.r (QS 26: 192 - 195).
010, .0 W '0 o~ 6~W ,


C 1•Y
LS',,-~. '-9
Katakanlah, Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan A1 Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, tuttuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) (QS 16: 102).
,
C Y kze a -)
y. 1 WIze~


Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Pcrkusa lagi :">frha Bijak
sana (QS 45: 2).
o i ~ y 1~ 9 s l9 U „LS 1 C 'f 1" oJ,~ i )


Dan jika kamu (tetap) dalam kcraguan tentang (A1 Quran) yang Kami wahyukan kepada hamba h'ami (Muhammad) buatlah satu surat (.saja) yang seperti A1 Quran itu (QS 2 : 23).



Ale, yi i,,/. , IIf
.
Katakanlah, bcarangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril it,, telah menurunkannya jAl Quran) Ice dalam hatimu dengan seizin Allah. Membenarkan kitab-kitab yang sebelunuiya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-nrang beriman (QS 2 : 97).
Inilah ayat-ayat yang mengatakan bahwa Al Quran itu adalah perkataan Allah dengan bahasa Arab. Jibrillah yang menurunkannya ke dalani hau Rasulullah SAW. Turun di sini bukan berarti turun yang pertama kali ke langit dunia. Yang dimaksud di sini ialah turun dengut cara berangsur-angsur Ta'bir lafaz ini menunjukkantanzil bukan inzal. Dim aksud dengan inzali ialah turun dengan cara berangsur-angsur. Ahli-ahli bahasa membedakan antara inzal dengan tanzil. Tanzii ialah diturunkan bercerai-berai sedangkan inzal itu berbentuk umum.
Turunnya A1 Quran itu dengan cara berangsur-angsur dalam masa dua puluh tiga tahun. Tiga.l;dias tahun di antaranya diturunkan di mekah menurut pendapat yang terkuat. Dan sepuluh tahun di Medinah. Turunnya itu bercerai-berai. Hal ini berdasarkan firman Tuhan yang berbunyi.



C ) • •t c ~"'Ii )
Dan A1 Quran i:u telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakan pc!lahan-lahan kepada umnwt manusia dan Kami menurunkan sebagian derri sebagian (QS 17: 106).
Artinya Kami tu:runkan tidak sekaligus, agar supaya Nabi dapat membacakan kepada orang lain dengan pdian-pelan. Diturunkan itu ada kaitannya dengan kejadian-kejadian dan persitiwa-peristiwa yang terjadi. Adapun kitab-kitab langit lainnya itu, seperti Taurat, Injil, dan Zabur itu turunnya sekaligus, bukan sebagian demi se:bagian. Hal ini berdasarkan firman Tuhan yang berbunyi.
0 0
i
~~.~ I ) 1 ~ " ' " C /t.,),;~ ~J ~
' ~.~~ a~,,"

Berkata orang-c,:rang kafir, - Mcngapa A1 Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekaii turun saja. Demikianlah supaya Kami perktiat hatimu dengannya sekelompok demi sekelompok (QS 25: 32).
Ayat ini menjadi dalil bahwa kitab-kitah langit dAlu itu tnUrunnya itu sekaligus. Inilah pendapat Ulama-ulama yang masyhuKalau Ujrunnya itu bercerai-berai (berangsur-angsur) maka orang kafir itu ~Lk akan 'ta aJnb ter
hadap A1 Quran. Inilah arti dari perkatturn mereka, - IIag4 ana A1 Quran yang diturunkan kcpada Muhammad itu tidak sekaligus. 'a sebabnya tunun kepadanya itu bcrangsur-angsur? Menl;apa turun kepadiaii rtu ber°Cerai-1>crai. Allah tidak ingin menurunkan kitab-kitab langit itu dinakan %diuruhnya. Sebagaimana yang mercka katakan itu.

'
( V ~ v~9r -A1 )
Dan mereka berkata, - Mengapa .?asul ini met kdin-rrulN~°rran dan
berjalan di pasar-pasar (QS 25: 7).


Dan Kami tidak mengutr<.s Rasul-rasul sebelti kamu' melainkan mereka sungguh memakan-makanan dan berjalan di pasGpasar (vQS 25: 20). Dan sebagaimana yang terdapat pada perkataan mereka i' Rasul (QS 17:9-3) .. Adakah Allah men yutus se,seorang »tanusia menjai LY. r7 ikat yur,t berjalan 0Kataknnlah, kalau seandainya ada 1'-a'r,laiknt-murrri langt' !t icu l:cpadrr jalan sebagai penghtcni di bumi, niscayn karru turunkart c mereka seorang Malaikat meajadi Rasul (QS 17 : 95)., C v ~`~~J~~ r - ~ ari u (Ail uhammad ) Kami tidak mengutus Ra,cr I-rasul sebelum hyu kep.Qda mereka melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri w (QS 21 : 57). 1f8 Katakanlah, bctrangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (t11 Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah. Membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orzmg beriman (QS 2 : 97). Inilah ayat-ayat yang mengatakan bahwa A1 Quran itu adalah perkataan Allah dengan baliasa 11rab. Jibrillah yang menurunkannya ke dalam hati Rasulullah SAW. Turun di sini bukan berarti turun yang pertama kali ke langit dunia. Yang dimaksud cG sini ialah turun dengan cara berangsur-angsur Ta'bir lafaz ini menunjukkan tanzil bukan inzal. Dim aksud dengan inzali ialah turun dengan cara berangsur-angsur. Ahli-ahli bahasa membedakan antara inzal dengan tanzil. Tanzil ialah diturunkan bercerai-berai sedangkan inzal itu berbentuk umum. Turunnya A1 Quran itu dengan cara berangsur-angsur dalam masa dua puluh tiga tahun. Tiga.telas tahun di antaranya dittuunkan di mekah menurut pendapat yang terkuat. Dan sepuluh tahun di Medinah. Turunnya itu bercerai-berai. Hal ini berdasarkan firman Tuhan yang berbunyi. Dan Al-Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakan perlahan-lahan kepada ummat manusia dan Kami menurunkan sebagian demi sebagian (QS 17: 106). Artinya : Kami turunkan tidak sekaligus, agar supaya Nabi dapat membacakan kepada orang Dain dengan pdian-pelan. Diturunkan itu ada kaitannya dengan kejadian-kejadian dan persitiwa-peristiwa yang terjadi. Adapun kitab-kitab langit lainnya itu, seperti Taurat, Injil, dan Zabur itu turunnya sekaligus, bukan sebagian demi se:bagian. Hal ini berdasarkan firman Tuhan yang berbunyi. Berkata orang-o:•ang kafir, - Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turura s,aja. Demikianlah supaya Kami perbeat hatimu dengannya sekelompok demi sLkelompok (QS 25: 32). Ayai ini menjadi dalil bahwa kitab-kitah langit dahulu itu turunnya itu sekaligus. Inilah pendapat Ulama-ulama yang masyhur. Kalau turunnya itu bercerai-berai (berangsur-angsur) maka orang kafir itu tidak akan ta'ajub tcrhadap Al Quran. Inilah arti dari perkataan mereka, - Bagaimana A1 Quran yang diturunkan kcpada Muhammad itu ti(lak sekaligus. Apa sebabnya tunm kepadanya itu berangsur-angsur? Mcnl;apa turun kepa(ianya itu bercerai-bcrai. Allah tidak ingin menurunkan kitab-kitab langit itu disamakan seluruhnya. Sebagaimana yang mereka katakan iw. Dan mereka berkata, - Mengapa .4asul ini memakan-makanrzn dan berjalan di pasar-pasar (QS 25: 7). Dan Kami tidak mengutu.s Rasul-rasul sebelum kamu, melainkan mereka sungguh memakan-makanart dan berjalan di pasar-pasar (QS 25: 20). Dan sebagaimana yang terdapat pada perkataan mereka itu. , AdakahAllah menyutu.cse.ccorang ncanusiamenjadiRa,cul (QS 17:9-1). Katakanlah, kalnu seandainya ada 1'-ldiaikat-malaikat yung berjalan-jalan sebagai penghuni di 6umi, niscaya kumi turunkan dari langit itu i:ceparln mereka seorang Malaikat menjadi Rasul (QS 17 : 95). Kami tidak mengutus Ra,cnl-rasul sebelum kumu (Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang ."cami beri wahyu kepada mereka (QS 21 :57). rti.wc IaA:ujawao uengan menerangkan untuk hikmalr dalam hal menurunkan A1 Qurart itu secara berangsur-angsur dengan firmannya yang berbunyi, - Seperti itulalr Kami menetapkan hatimu dengan A1 Quran itu. Artinya, - Demikianlah Aku turunkan Al Quran itu bukan dengan sekaligus. Hikmahnya ialah untuk men€;uatkan hati Rasulul lah SAW. Dan Kami bacakan pdian-pdian. Artinya telah Miini tentukan kadar ayat itu sebagian demi sebagian. Atau Kami terangkan seterang-terangnya. A1 Quran itu turunnya Udak sekaligus. Hal ini berkaitan dengan kejadian-kejadian dan untuk mudah menghafalnya dan memahaminya. l)emil.ian juga bcrkaitan dcngan sebab-sebab yang cukuf besar. Orang-orangyang membacahadis-hadis sahihbahwaturunnyaAIQuran itu menurut kebutuhan. Ada yang turun itu lima ayat, ada yang sepuluh ayat, atau yang lebih atau ada yang kuranb dari itu. Setelah diteliti maka nyatalah bahwayangturun sepuluh ayat itu iaiah mengenai kisah bohong. Jugapermulaan surat AI Mukmir.un itu turunnya sepul uh ayat sekaligus. Ayat yang berbunyi, - Ghairu ulil dhara itu turunnya hanya satu ayat. Sepotong ayat saja. Hikmah TuruA: Berangsur-angsur Tentang hikmah turunnya A1 Quran itu berangsur-angsur berdasarkan nash kami ambil kesimpulannya sebagai berikut. Pertama, f:ikmah pertama ialah menetapkan hati Rasul. Dakwah Rasul itu ditujukan kepacia orang banyak. Di antara mereka itu terdapat orang-orang yang anti, dan o:ang-orang yang bersifat kasar dan bengis. Bangsa yang setengah biadab. ivlereka ini mencntang dan menyakiti Nabi SAW. Kcpada bangsa yang seperti inilah Nabi mcnyampaikan dakwah, me,nganjurkan kebaikan-kebaikan yang dibawanya dan merupakan risalah kerasulannya. Berfirman Tuhan dalam A1 Quran. m,.'syarakat yang berk--cimpung dalam lumpur kejahilan yang sedang menyc '-muti kaunnya itu. Kem:musiaan orang di tempat Nabi itu hidup sudal merupakan awan di musrm panas yang ham pir-hampir akan menghilang. Allah menerangkan kepada Rasulullah SAW apa-apa yang dialaminy, dan Nabi-nabi di masa dahulu, yang juga mengalami nasib yang sama dengar dia. Kaumnya dan orang-orang yang berada di sekelilingnya itu mendustakannya itu tidak lain dari orang-orang yang merasa dirinya itu tinggi dan sombonr Dalam pada itu Nabi mendapatkan sunah Ilahi di dalam mangkok kc;nabiar yang pemah dicatat.dalam sejarah. Dalim sejarah, inilah yang merupakar hiburan baginya dalam mcnghadapi kaum yang menyakitinya itu. Yang mcndustakannya dian yang menentangnya. Dari lirman Tuhan dalam A1 Quran. O_hJ.,jicj C) I sc~"" .13 ,~ ~ ~ , SesungguhnyafCamimengetahui bahiva.ranyaapayangmerekakataka;r itu menyedihkan hatimu (janganlah cnykau herhati sedih) karena mereka sebenamya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-rasul sebelum kamu, tctapi mcrcka ,rabar terhadap pendu.diaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap ntereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka (QS 6 : 33 - 34). ( P 'f I At ~Pv-2t ) I I u , Mak~ barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesu<:ah -mujizat="" 18="" 3:184="" 3s="" 46="" 6="" :="" a1="" ada="" apa="" atas="" bahwa="" benar="" berada="" beriman="" berlaku="" berpal="" bersabarlah="" dalam="" dan="" dari="" del="" dengan="" di="" dia="" diasah-nya="" didustakan="" dipeliharanya="" diturunkan="" fitrahnya="" hak="" hati="" ing="" ini="" itu.="" itu="" itulah="" jamin="" jika="" jizat="" ka="" kamu.="" kamu="" kc="" kepada="" kerasulannya.="" keteguhan="" kitab="" lah="" langkah="" li1nllah="" maka="" masa-masa="" masal-masa="" mcreka="" memberi="" mempunyai="" mendtestakan="" mendustal:an.="" menetapkan="" mengayunkan="" menjalankan="" mentbawa="" menyuruh="" mereka="" merekn="" mr.ka="" mu="" nabi="" nyata.="" orang-orang="" pendirian="" penjelasan="" perbuatan="" pula="" quran="" r4="" rasul-rasul="" rasulullah="" rr.ere="" sabamya="" sabar="" sebagaimana="" sebelum="" sekiran="" sempurna="" seperti="" sesungguhnya="" telah="" tenang="" tenteram="" terangan="" terpikir="" tidak="" tugas="" tuhan="" turunnya="" waahyu="" wahyu="" ya="" yaitu="" yang="" zabur="">
Bagikan: Google+ Linkedin Technorati Digg

1 komentar:

Terima Kasih telah berkunjung ke ikhsanudin.com. Jangan lupa tinggalkan komentar