Ikhsanudin Ikhsanudin Author
Title: Cooperative Learning
Author: Ikhsanudin
Rating 5 of 5 Des:
COOPERATIVE LEARNING ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN IPS Cooperative Learning 1. PENGERTIAN Cooperative learning mengandung pengertia...
COOPERATIVE LEARNING
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN IPS



Cooperative Learning

1. PENGERTIAN

Cooperative learning mengandung pengertian bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama (Hamid Hasan, 1996 ).Dalam kegiatan kooperatif , mahasiswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya.
Pada dasarnya cooperative learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalambekerja atau membantu diantara sesame dalam struktur kerja samayang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Cooperative Learning juga dapat diartikan sebagai sutu struktur tugas bersama dalamsuasana kebersamaan diantara anggota kelompok.
Model belajar cooperative learning merupakan suatu model pembelajaran yang membantu mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata di masyarakat , sehingga dengan bekerja sama diantara sesame anggota kelompok akan meningkatkan motivasi, produktivitas ,dan perolehan belajar.Model belajar cooperative learning mendorong peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah yang ditemui selama pembelajaran, karena mahasiswa dapat bekerja sama dengan mahasiswa laindalam menemukan dan merumuskan alternative pemecahan terhadap masalah materi pelajaran yang dihadapi.
Suasana belajar dan rasa kebersamaan yang tumbuh dan berkembang di antara sesama anggota kelompok memungkinkan mahasiswa untuk mengerti dan memahami materri pelajaran dengan lebih baik.Proses pengembangan yang demikian , juga membantu mereka yang kurang berminat menjadi lebih bergairah dalam belajar.( Hamid Hasan ,1996 : Kosasih,1992).



2. KONSEP DASAR COOPERATIVE LEARNING

A. Perumusan Tujuan Belajar Mahasiswa Harus Jelas
Sebelum menggunakan strategi pembelajaran, dosen hendaknya memulai dengan merumuskan tujuan pembelajaran dengan jelas dan spesifik.Tujuan tersebut menyangkut apa yang diinginkan oleh dosen untuk dilakukan oleh mahasiswa dalamkegiatan belajar.

B. Penerimaan yang Menyeluruh oleh Mahasiswa tentang Tujuan Belajar Dosen hendaknya mampu mengkondisikan kelas agar mahasiswa mampu menerima tujuanpembelajaran dari sudut kepentingan diri dan kepentingan kelas.

C. Ketergantungan yang Bersifat Positif
Untuk mengkondisikan terjadinya interpendensi di antara mahasiswa dalam kelompok belajar, maka dosen harus mengorganisasikan materi dan tugas – tugas pelajaran sehingga memahami dan mungkin untuk melakukan hal itu dalam kelompoknya ( Jhonson,et al ,1988)

D. Interaksi yang Bersifat Terbuka
Dalam kelompok belajar, interaksi bersifat langsung danterbuka dalam mendiskusikan materi dan tugas – tugas yang diberikan oleh dosen.

E. Tanggung Jawab Individu
Keberhasilan belajar dalam model belajar strategi ini dipengaruhi oleh kemampuan individu mahasiswa dalam menerima dan memberi apa yang telah dipelajarinya diantara mahasiswa lainnya.

F. Kelompok Bersifat Heterogen
Keanggotaan kelompok harus bersifat heterogen sehingga interaksi kerja sama yang terjadi merupakan akumulasi dari berbagai karateristik mahasiswa yang berbeda.

G. Interaksi Sikap dan Perilaku Sosial yang Positif
Pada kegiatan bekerja dalam kelompok, mahasiswa harus belajar bagaimana meningkatkan kemampuan interaksinya dalam memimpin, berdiskusi, bernegoisasi, dan mengklarifikasi berbagai masalah dalam menyelesaikan tugas – tugas kelompok.

H. Tindak Lanjut
Selanjutnya perlu dianalisis bagaimana penampilan dan hasil kerja mahasiswa dalamkelompoknya

I. Kepuasan dalam Belajar
Setiap mahasiswa harus mendapatkan waktu yang cukup untuk belajar dalam mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya. Apabila mahasiswa tidak memperoleh waktu yang cukup dalambelajar maka keuntungan akademis dari penggunaan cooperative learning akan sangat terbatas ( Stahl, 1992)

LANGKAH- LANGKAH DALAMPEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING
Secara umum ( Stahl , 1994 ; Slavin, 1983 ) menyatakan langkah – langkah dalam pembelajaran cooperative learning adalah:
 Langkah pertama yang dilakaukan oleh dosen adalah merancang rencana program pembelajaran
 Langkah kedua ,dalam aplikasi pembelajaran dikelas dosen merancang lembar observasi yang akan digunakan untuk mengobservasi kegiatan mahasiswa dalam belajar secara bersama dalamkelompok – kelompok kecil
 Langkah ketiga , dalammelakukan kegiatan observasi terhadap kegiatan mahasiswa dosen mengarahkan dan membimbing mahasiswabaik secara individual maupun secara kelompok baik dalam memahami materi maupun mengenai sikap dan perilaku mahasiswadalam kegiatan belajar
 Langkah keempat dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari masing – masing kelompok untuk mempresentasikan hasil karyanya

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

A. TUJUAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Mengenai tujuan ilmu pengetahuan sosial para ahli sering mengkaitkannya dengan berbagai sudut kepentingan dan penekanan dari program pendidikan tersebut. Gross ( 1978 ) menyebutkan bahwa tujuan pendidikan IPS adalah untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi warga Negara yang baik dalam kehidupannya di masyarakat .Tujuan lain dari pendidikan IPS adalah untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan tiap persoalan yang dihadapinya.

B.KONSEP IPS DI INDONESIA
1. Interaksi
Di dalam interaksi harus terdapat setidaknya tiga unsur yaitu komunikator ( orang yang melakukan komunikasi ), komunikan ( orang yang dijadikan sasaran atau objek ) dan informasi ( bahan yang dijadikan komunikasi atau interaksi )

2. Saling Ketergantungan
Untuk memenuhi kebutuhannya manusia memerlukan orang lain

3. Kesinambungan dan Perubahan
Sejumlah nilai,symbol dan kebiasaan yang lahir dari suatu generasi senantiasa dipelihara dan diasosialisasikan kepada generasi berikutnya

4. Keragaman / Kesamaan / Perbedaan
Setiap orang memilikikarateristik yang berbeda – beda yang menjadi keunikan setiap orang.Hal yang penting dalammengantisipasi keberagaman dan perbedaan adalah penghargaan terhadap keanekaragaman dan keberagaman tersebut


5. Konflik dan Konsensus
Konsensus atau kesepakatan dapat menghindari ataumengatasi konflik.Konsensus sangat penting untuk menjalin kerja sama ,menegakkan tertib hukum di masyarakat bahkan tata tertib internasional

6. Pola
Dapat diartikan sebagai suatu corak,atau bentuk yang sama yang ditiru, yang terulang, dan bersifat repetitive

7. Tempat ( lokasi )
Setiap mahluk menempati ruang dan lokasi. Tiap peristiwa alam dan peristiwa sosial termasuk sejarah tidak hanya terjadi dalam waktu tetapi juga pada tempat atau ruang

8. Kekuasaan
Merupakan suatu kemampuan untukmembuat orang lain melakukan sesuatu sesuai yang dikehendaki

9. Nilai Kepercayaan
Nilai adalah sesuatu yang menjadi karateristik atau cirri masyarakat yang mengangkat derajat seseorang kelompok atau masyarakat bahkan suatu Negara

10. Keadilan dan Pemerataan
Keadilan akan lebih mudah dirasakan dengan jalan melakukan pemerataan.

11. Kelangkaan
Jika terjadi kelangkaan atau keterbatasan jumlah barang dan pada waktuyang sama permintaan bertambah maka secara otomatis harga akan naik


12. Kekhususan
Seiring dengan perubahan pola hidup maka muncullah kebutuhan yang spesifik ( khas )

13. Budaya
Berasal dari kata budhi dan daya yang artinya segala sesuatu yang dihasilkan oleh manusia adalah budaya.Setiap generasi mengalami perubahan dan menerima peninggalan budaya dari generasi sebelumnya

14. Nasionalisme
Merupakan rasa cintawarga Negara terhadap negaranya.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS
1. Media Pembelajaran IPS
Istilah media berasal dari bahasa Latin , yaitu bentuk jamak dari “medium “ yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi .Istilah media ini sangat popular dalam bidang komunikasi.Media pembelajaran lebih bersifat khusus yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan sebelumnya atau yang telah dirumuskan secara khusus.Alat bantu adalah alat ( benda ) yang digunakan oleh guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar.Sedangkan alat peraga adalah alat ( benda ) yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep,prinsip atau prosedur tertentu agar lebih tampak nyata atau konkret.Bahan sering disebut dengan perangkat lunak ( software ) sedangkan alatdisebut sebagai perangkat keras ( hardware ).

2. Manfaat Media Pembelajaran Pengetahuan Sosial

Secara umummanfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efisien dan efektif.Kemp dan Dayton (1985) mengidentifikasikan beberapa manfaat media pembelajaran sebagai berikut:
A. Menyampaikan Materi Dapat Diseragamkan
Dengan bantuan media guru yang memiliki penafsiran yang beragam dapat dihindari sehingga dapat disampaikan kepada siswa secara seragam.

B. Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Jelas Dan Menarik
Dengan berbagai potensimedia dapat menampilkan informasi melalui suara gambar,gerakan dan warna baik secara alami maupun secara manipulasi.Materi yang dikemas melalui program media akan lebih jelas , lengkap dan menarik perhatian siswa.

C. Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Interaktif
Jika dipilih dan dirancang dengan baik , media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung.



D. Efisiensi dalam Waktu dan Tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga yang seminimal mungkin

E. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Penggunaan media bukan hanya membuat proses belajar menjadi efisien dan efektif tetapi juga membantusiswa dalammenyerap materi lebih mendalam dan utuh.

F. Media Memungkinkan Proses Belajar Dapat Terjadi Dimana Saja dan Kapan Saja
Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar dengan lebih leluasa , kapanpun dan dimanapun tanpa tergantung keberadaan seorang guru.

G. Media Dapat Menumbuhkan Sikap Positif Siswa Terhadap Materi Dan Proses Belajar
Dengan media proses pembelajaran menjadi lebih baik dan menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan mencari sendiri sumber – sumber ilmu pengetahuan.




H. Mengubah Peran Guru Kearah yang Lebih Positif dan Produktif
Guru akan lebih banyak memiliki waktu memberi perhatian kepada aspek – aspek edukatif lainnya seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian ,memotivasi belajar dan lain – lain.


3. Jenis Media dan Karateristik
A.Klasifikasi Media Pembelajaran
Anderson mengelompokkan media menjadi sepuluh golongan sebagai berikut :
NO Golongan Media Contoh dalam Pembelajaran
1 Audio Kaset audio, siaran radio ,CD,Telepon
2 Cetak Buku pelajaran,modul ,brosur
3 Audio Cetak Kaset audio yang dilangkapikaset tertulis
4 Proyeksi visual diam OHT. Film bingkai
5 Proyeksi audiovisual diam Film bingkai bersuara
6 Visual gerak Film bisu
7 Audio visual gerak Film gerak bversuara, video, cd,televise
8 Objek fisik Benda nyata,model ,specimen
9 Manusia dan lingkungan Guru, pustakawan dan laboran
10 komputer CAI ( Pembelajaran berbantuan computer )dan CBI ( pembelajaran berbasis komputer )

B .Karateristik Media Pembelajaran
I. Media Realia Merupakan benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar.Cir imedia realia yang asli adalah benda yang masih dalam keadaan utuh , dapat dioperasikan dan dapat hidup serta dalam ukuran sebenarnya dan dapat dikenali sebagai wujud aslinya. Misalnya untuk mempelajari binatang lanhka siswa diajak melihat badak yang ada di kebun binatang.
II. Model Model dapat diartikan sebagai benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan pengganti dari benda yang sesungguhnya. Contoh model adalah bentuk candi Borobudur dalam bentuk miniature.
III. Gambar / foto Kelebihan media gambar adalah
A. sifatnya konkret.
B. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
C. harganya relative murah serta mudah dibuat dan digunakan dalam pembelajaran dikelas.
Selain memiliki kelebihan gambar atau foto juga memiliki kelemahan yakni:
A. Hanya menekankan persepsi indera mata
B. Ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh beberapa siswa
C. Jika gambar terlalu kompleks kurang efektif untuk tujuan pembelajaran tertentu

IV.Grafik Merukpakan gambar yang sederhana yanga menggunakan garis , titik , symbol verbal, atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif.
Kelebihan menggunakan media grafik adalah sebagai berikut
A. Memungkinkan kita mengadakabn analisis , penafsiran dan perbandingan antar data yang disajikan baik dalam halukuran,jumlah dan pertumbuhan serta arah tertentu
B. Bermanfaat untukmempelajari hubungan kuantitatif antara beberapa data
C. Penyajiannya cepat , jelas, menarik ,ringkas dan logis

Grafik yang baikharus memilikisyarat – syarat sebagai berikut :
A. Jelas untuk dilihat dan dibaca oleh semua siswa
B. Setiap grafik sebaiknya hanyamenyajikan satu ide atau satu topic masalah
C. Menggunakan warna – warna yang kontras dan harmonis
D. Dibuat secara ringkas dan diberi judul
E. Sederhana ,menarik telitidan mampu berbicara sendiri dengan kata lain begitu siswa membaca langsung mengerti maksudnya.

IV. Media Proyeksi Transparansi OHP
Media ini terdiri dari dua perangkat yaitu perangkat lunak atau soft ware dan perangkat keras atau hardware. Perangkat lunaknya berupa transparasi OHT ( Overhead Transparancy ) sedangkan perangkat kerasnya berupa OHP ( Overhead Projector ).
Kelebihan media transparasi adalah sebagai berikut :
A. Tidak memerlukan ruangan gelap sehingga aktivitas belajar siswa dapat belajar seperti biasanya
B. Praktis , dapat digunakan oleh semua ukuran kelas dan ruangan juga dapat disajikan tanpa menggunakan layar khusus
C. Memberi kemungkinan siswa untuk mencatat materi yang disampaikan oleh guru
D. Bisa disajikan dengan berbagai variasi sehingga siswa tidak bosan
E. Transparasi dapat difotokopi dan dapat dibagikan kepada siswa secara hand out
F. Dapat dipakai guru sebagai pointer mengajar
G. Dapat dipakai secara berulang – ulang
H. Guru dapat mengatur, mengurutkan , merevisi materi yang akan disajikan.Selain itu guru bebas menentukan waktu , kecepatan dan teknik penyajiannya.
I. Mudah pembuatannya dan dapat dihapus ditambah atau dikurangi serta mudah dalam mengoperasikannya
J. Visual yang disajikan akan lebih menarik dibandingkan jika ditulis dipapan tulis
K. Guru dapat bertatap muka tanpa harus membelakangi siswa dalam menyampaikan materi dengan menggunakan media transparasi
L. Lebih bersih dan lebih sehat disbandingkan mengajar dengan menggunakan kapur tulis

Adapun kelemahan menggunakan media transparasi adalah sebagai berikut :
A. Tergantung pada aliran listrik
B. Urutan penyajiannya dapat kacau bila tidak dipersiapkan secara sistematis
C. Bagi sekolah – ekolah tertentu penyediaan peralatannya masih dirasakan sangat sulit
D. Apabila rusak misalnya putus lampunya maka suku cadangnya sulit diperoleh terutama sekolah yang berada jauh dari kota besar
E. Untuk jenis OHP tertentu ada yang sulit di bawa kemana – mana

VI . Media Audio
Program kaset audio merupakan sumber yang cukup ekonomis karena biaya yang diperlukan untuk pengadaan dan perawatannya cukup murah.
Kelebihan media audio antara lain adalah sebagai berikut:
A. Materi pelajaran yang sudah terekam tidak dapat berubah jika diperlukan dapat digandakan sekali – sekali sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan
B. Untuk jumlah sasaran yang banyak biaya pengadaannya sangat murah
C. Peralatn penyajiaanya juga termasuk murah jika dibandingkan menggunakan media audio visual lainnya
D. Program kaset audio dapat menyajikan kegiatan , materi pelajarn dan sumber belajar yang berasal dari luar sokolah / luar kelas seperti laporan hasil wawancara
E. Program audio sangat cocok untuk menyajikan data yang bersifat auditif seperti pelajaran seni suara dan bahas asing
F. Mampu menciptakan suasana belajar yang imajinatif dan membangkitkan sentuhan emosional siswa

Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut:
A. Daya jangkauannya sangat terbatas sahingga tidak bisa didengarkan secara masal
B. Jika jumlah sasarannya sedikit dan hanya sekali pakai maka biaya produksi akan menjadi lebih mahal
C. Cenderung verbalistik karena hanya disajikan hanya melalui suara

VII. Media Video
Merupakan salah satu jenis media audio visual misalnya film. Biaya produksi dan perawatan video lebih mudah dan lebih murah dibandingkan film.

4. Kriteria Pemilihan Media
1) Tujuan
Apakah tujuan pembelajaran masuk kawasan kognitif, afektif atau psikomotor atau kmbinasinya
2) Sasaran Didik
Siapakah sasaran yang didik yang akan menggunakan media ? bagaimana karateristiknya dan berapa jumlahnya.
3) Karateristuk Media Yang Bersangkutan
Apa kelebihan dan kelemahan dari media yang akan kita gunakan sesuaikan media yang akan kita pilih dengan tujuan yang akan kita capai
4) Waktu
Berapa lama waktu yang akan digunakan untuk menyajikan media tersebut dan berapa banyak alokasi waktu yang tersedia dalam proses pembelajaran tersebut
5) Biaya
Penggunaan media pada dasarnya untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran
6) Ketersediaan
Apakah media yang kita pilih tersedia di sekita kita di sekolah atau dipasaran?
7) Konteks Penggunaan
Maksudnnya adalah dalam kondisi dan strategi bagaimana media tersebut akan digunakan?
8) Mutu Teknis
Bagaimana mutu teknis dari media tersebut apakah suaranya enak di dengar ?, apakah visualnya jelas?

5. Prinsip Pemanfaatan Media
Ada beberapa prinsip umum yang harus diperhatiakn dalam pemanfaatan media pembelajaran , yaitu sebagai berikut :
A. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan.tidak ada satu media yang cocok untuk segala proses belajar dan dapat mencapai semua tujuan belajar
B. Penggunaan beberapa media yang bervariasi dalam proses pembelajaran memang sangat diperlukan
C. Penggunaan media harus memperlakukan siswa secara aktif
D. Sebelum menggunakan media harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pelajaran
E. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan hanya sebagai selingan atau sekedar mengisi waktu kosong
F. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum menggunakan media

LABOTRATORIUM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( IPS )
A. Standar Minimal Laboratorium
1) Visi dan Misi
Visi
Menjadikan laboratorium pendidikan ips sebagai pusat kegiatan pratikum yang harus dilakukan oleh semua siswa pendidikan guru dalam rangka mencapai standar guru pemula
Misi
 Memantapkan penguasaan materi subjek bidang studi dan pendagogi untuk mendukung ketercapaian kompetensi dasar guru pemula
 Mengembangkan model dan media pembelajaran dlam pendidikan IPS termasuk media elektronik
 Mempersiapkan laboratorium untuk menyelenggarakan layanan pelatihan dalam bidang pendidikan IPS

2) Konsep dasar , Tujuan dan Fungsi
A. Konsep Dasar Laboratorium Pendidikan IPS Merupakan wahana bagi tenaga kependidikan dalam mencari , menemukan , mengumpulkan dan mengolah data menjadi pengetahuan yang berguna untuk meningkatkan kemampuan maupun keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran IPS Standar Minimal Laboratorium Pendidikan IPS Merupakan kegiatan pratikum yang harus dilakukan oleh semua mahasiswa pendidikan guru dalam rangka mencapai standar kompetensi guru pemula.Pada pendidikan IPS dikembangkan laboratorium sebagai berikut :
 Laboratorium IPS terpadu
 Laboratorium PendidikanKewarganegaraan
 Laboratorium Pendidikan Sejarah
 Laboratorium Pendidikan Geografi
 Laboratorium Pendidikan Akuntansi
 Laboratorium Pendidikan Administrasi perkantoran
 Laboratorium Pendidikan Tata niaga
 Laboratorium Pendidikan Ekonomi koperasi

B. Tujuan
 Menyelanggarakan kegiatan pratikum pendidikan IPS untuk memantapkan penguasaan bidang studi , pembelajaran yang mendidik , memberikan bekal untuk pengembangan kepribadian dan keprofesionalan
 Meningkatkan sikap akademik dan sosial lulusan LPTK melaluio kegiatan praktik , latihan dan pengembangan
 Menungkatkan keterampilan tenaga kependidikan dalam mengembangkan model – model inovatif pembelajaran
 Meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi multi media
 Memberikan layanan pada masyarakat dalam meningkatkan mutu pembelajaran di bidang pendidikan IPS


C. Fungsi
 Pusat dan sumber pembelajaran , praktik dan latihan serta penelitian bagi mahasiswa pendidikan IPS
 Pusat penelitian dan pengembangan pendidikan IPS bagi mahasiswa dan dosen
 Pusat pengkajian dan pengembangan model – model inovatif pembelajaran pendidikan IPS
 Pusat pengembangan multimedia dalam pembelajaran
 Pusat layanan pada masyarakat dalam meningkatkan mutu pembelajaran dibidang pendidikan IPS
B. Tempat dan Isi Laboratorium terpadu IPS
1. Tempat Laboratorium IPS sesungguhnya berada di lapangan .Misalnya di gedung MPR / DPR , di pasar , di lembaga – lembaga pemerintahan , swasta dan lain – lain
2. Isi Laboratorium Pendidikan
A. Alat – Alat Lapangan
 Kamera fotografi multi lensa
 Kamera Digital
 Kamera video
 Tape recorder
 Sound system
 Pengeras suara
 Computer jinjing
 Alat komunikasi
 Kompas geologi
 Palu geologi
 Teropong jauh
B. Alat – Alat Ruangan
No Jenis Ruangan Perangkat Pendukung Fungsi dan Kegunaan Keterangan
1 Ruang diskusi dan case conference Layar, meja siding , kamera serta alat perekam lain Untuk melakukan identifikasi masalah pembelajaran IPS MINIMAL 4 X 6 M
2 Ruang multi dimensi Computer multi media identifikasi dan asesmen Untuk melakukan asesmen Minimal 4 x 6 M
3 Ruang pengembangan latihan Lemari buku, meja bundar Untuk menyimpan peralatan Disesuaikan dengan kebutuhan
4 Ruang produksi Computer dengan DVD / VCD RW Untuk merancang model – model pembelajaran IPS MINIMAL 4 X6 M dapat disekat menjadi 2 bagian
5 Ruang audio visual Home teater Untuk observasi , simulasi dan display nyata Dengan tata udara dan kedap suara


C . Organisasi Pengelolaan Laboratorium
Personalia
1) Kepala laboratorium
Adalah dosen yang memiliki kualifikasi pendidikan sekurang – kurangnya sarjana pendidikan IPS , memiliki pengeteahuan dan keterampilan mengelola kaboratorium
2) Teknisi Laboratorium
Merupakan seseorang yang memilki kemampuan secara professional untuk mengoperasikan dan memelihara aserta mengembangkan berbagai perangkat laboratorium sehingga siap untuk digunakan dan mendukung fungsi dan peran laboratorium IPS
3) Tenaga Laboran
Adalah seseorang yang memiliki kemampuan professional untuk menyelenggarakan kegiatan laboratorium yang meliputi pembelajaran , penelitian dan pengembangan produksi , pendidikan dan pelatihan serta layanan dalam bidang IPS

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN PENGETAHUAN SOSIAL
A. Tes
 Tes Lisan Dalam tes ini peserta langsung berhadapan dengan pemberi tes atau penguji.Soal diajukan oleh penguji nya secara lisan dan dijawab secara lisan pula oleh orang – orang yang dites
 Tes Tertulis
 Tes Subjektif
dalam bentuk tes ini jawaban yang diberikan tidak diarahkan melainkan sepenuhnya diberikan kebebasan dalam menggunakan kalimat
 Tes Objektif
didalam tes ini jawaban sudah diarahkan .Peserta tes cukup hanya memberikan tanda pada tempat yang sudah disediakan
B. Non Tes
 Observasi Teknik
Penggunaan observasi sebagai evaluasi mensyaratkan :
 Ketepatan dan kejelasan cirri – cirri perilaku dan kemampuan apa yang hendak dievaluasi
 Ketepatan dalam memilih mahasiswa untuk keperluan observasi intensif dan untuk keperluan observasi in general
 Hasil – hasil observasi harus dicatat tidak sekedar hanya di ingat


 Daftar Cek
Teknik ini dapat digunakan untuk mengakses kinerja belajar kelompok maupun individual . Sangat baik digunakan dalam aktifitas pelaporan kelompok maupun individual , presentasi informasi baru , penggunaan bahan visual oleh mahasiswa bahkan untuk k eperluan evaluasi diri mahasiswa.
 Temu Wicara
Temu wicara antara dosen dan mahasiswa dapat membantu dalam mengunmgkapkan persoalan dan kesulitan belajar mahasiswa
 Catatan Harian
Sebagai deskripsi kejadian atau situasi kehidupan siswa, merupakan koleksi dan sumber yang lengkap mengenai perilaku mahasiswa dalam kurun waktu tertentu
 Hasil Karya Siswa
Contoh hasil karya siswa IPS adalah tentang analisis dan solusi masalah sosial



 Rangkuman Pengalaman
Digunakan untuk mengevaluaasi pengalaman tunggal yang terjadi setelah melakukan kegiatan di kelas
 Daftaar Catatan Harian
Seperti rangkuman pengalaman daftar catatan harian ini berbasis kesinambungan.
C. Penilaian Berbasis Kelas (PBK )
Ada beberapa criteria yang harus diperhatikan dalam penilaian , yaitu sebagai berikut :
 Penilaian dapat dilakukan melalui tes dan nontes
 Penilaian harus mencakup tiga aspek penilaian yaitu pengetahuan , sikap dan keterampilan
 Menggunakan berbagai cara penilaian dalam kegiatan belajar sedang berlangsung misalnya melalui observasi danmendengarkan
 Pemilihan alat dan jenis penilaian berdasakan rumusan indicator hasil belajar
 Mengacu pada tujuan dan fungsi penilaian yaitu sebagai umpan balik laporan kepada orang tua memberikan informasi untuk kemajuan belajar siswa
 Alat penilaian harus mendorong kemampuan penalaran dan kreativitas siswa
 Mengacu pada prinsip diferensiasi atau keberagaman kemampuan siswa
 Tidak bersifat deskriminasi melainkan adil bagi seluruh siswa
1. Pengertian PBK
Merupakan salah satu komponen dalam kurikulum berbasis kompetensi ( KBK ) . Merrupakan prinsip , sasaran, dan penilaian berkelanjutan yang akurat dan jelas tentang kompetensi atau hasil belajar siswa serta pernyataan yang jelas mengenai kemajuan siswa sebagai akuntabilitas public.
Hasil PBK akan berguna untuk :
1. memberikan umpan balik kepada siswa dalam mengetahui kemampuan dan kekurangannya dalam belajar sehingga menimbulkan motivasi untuk memperbaiki belajarnya
2. memantau dan mendiagnosis kemampuan belajar siswa sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kemampuan dan kemajuannya
3. memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajaran di kelas
4. memungkinkan siswa untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda – beda
5. memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendidikan sehingga dapat meningkatkan partisispasi masyarakat dalam pendidikan
2. Keunggulan PBK
1. Pengumpulan kemajuan belajar baik formal maupun non formal diadakan secara terpadu , dalam suasana yang menyenangkan serta senantiasa memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjuk apa yang dikatahui , dipahami dan mampu dikerjakan oleh siswa
2. pencapaian hasil belajar siswa tidalk dibandingkan dengan prestasi kelompok melainkan dengan kemampuan senelumnya
3. pengumpulan informasi menggunakan berbagai cara agar dalam kemajuan siswa dapat dii deteksi
4. siswa dituntut untuk dapat megeksplorasi dan memotivasi diri untuk mengerahkan semua potensi dalam menanggapi , mengatasi semua masalah
5. untuk menentukan ada tidaknya kemajuan belajar dan perlu tidaknya bantuan berencana , bertahap dan berkesinambungan berdasarkan fakta dan bukti yang cukup akurat

3. Prinsip dalam PBK
 Valid
 Mendidik
 Berorientasi pada kompetensi
 Adil
 Terbuka
 Berkesinambungan
 Menyeluruh
 Bermakna
4. Hal – Hal Yang Harus Dinilai
Penilaian terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang telah ditetapkan dalam KBK untuk setiap mata pelajaran.KBK harus memperhatikan tiga ranah yakni ranah kognitif , afektif dan psikomotor.Ketiga ranah ini hendaknya dinilai secara profosional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan.

About Author

Advertisement

Post a Comment

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

 
Top