Ikhsanudin Ikhsanudin Author
Title: SUAMI SEHAT, KELUARGA BAHAGIA
Author: Ikhsanudin
Rating 5 of 5 Des:
Pria dan wanita memang berbeda. Perbedaan itu tidak cuma berlaku dalam peran biologis saja. Tetapi juga dalam menghadapi risiko penyakit. Ir...
Pria dan wanita memang berbeda. Perbedaan itu tidak cuma berlaku dalam peran biologis saja. Tetapi juga dalam menghadapi risiko penyakit. Ironisnya, kaum Adam sering kali menyembunyikan penyakit yang tengah ia derita. Ia juga sering menganggap enteng berbagai gejala yang dialami. Kenali kemungkinan penyakit dari ciri-ciri yang dikeluhkannya.

Sering buang air kecil belakangan ini
Terutama pada malam hari. Sering buang air kecil bisa menjadi tanda berbagai penyakit. Di antaranya adalah diabetes, batu ginjal, infeksi kandung kemih, dan pembengkakan prostat. Penyakit yang disebutkan terakhir kerap diderita oleh pria dewasa berusia di atas 40 tahun, demikian rilis berita Departemen Kesehatan RI.

Pembengkakan prostat biasanya disertai pancaran urin lemah, nyeri dan tidak tuntas ketika buang air kecil, serta sakit waktu ejakulasi, demikian menurut dr.Rajesh Kalwani, Sp.PD, dari RS.Pantai Indah Kapuk.

Faktor usia sering jadi pemicu pembesaran prostat. Risiko akan membesar pada pria yang
menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti sering minum alkohol dan kafein. Untuk mengatasinya, ingatkan suami untuk menghindari faktor pemicu. Sebab pembesaran prostat adalah sesuatu yang alamiah. Sempatkan diri untuk mendampingi suami melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, setidaknya sebulan sekali. Sarankan suami agar rajin berolahraga. Olahraga dapat menguatkan otot panggul yang menyangga organ kandung kemih.

Merasa nyeri di persendian
Rasa pegal-pegal yang dialami, terutama di bagian persendian, tidak saja datang ketika ia usai bekerja berat tetapi juga saat malam hari ketika sedang relaks di kamar tidur. Ada yang menganggap nyeri dan pegal di persendian sebagai kelelahan biasa, tapi ada juga yang mengaitkannya dengan rematik. Padahal menurut dr. Rajesh, bisa jadi itu pertanda datangnya rematik. Penyakit ini banyak jenisnya. Salah satunya, rematik asam urat.

Rematik asam urat lebih sering menyerang pria dewasa dibanding wanita. Sebab, wanita memiliki hormon estrogen yang membantu membuang kelebihan asam urat melalui
air seni. Selain nyeri sendi, rematik asam urat ditandai dengan gejala kesemutan, bagian persendian terlihat membengkak dan bersemu merah.

Nyeri di persendian itu biasanya dipicu oleh seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung purin sangat tinggi. Misalnya, jeroan, santan, daging berlemak, udang, cumi, kepiting dan makanan yang diolah dengan minyak. Di dalam tubuh, purin teroksidasi menjadi asam urat. "Dalam kondisi normal, asam urat dikeluarkan oleh tubuh melalui air seni dan keringat. Namun pengeluaran asam urat bisa terganggu jika ginjal terganggu dan konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan," jelas dr. Rajesh.

Membatasi asupan bisa kita jadikan solusi. Cukup sekitar 100-150 mg per hari. Hampir semua bahan pangan sumber protein mengandung purin. Karena itu, perbanyaklah menu yang terbuat dari sayur. Penggunaan obat dokter dapat menggantikan diet ketat purin bagi yang sulit menghindari sumber protein. Jangan lupa, ingatkan suami untuk memeriksakan kadar asam uratnya secara berkala. Kadar asam urat normal yaitu 5-7 mg%. Batasan tertinggi untuk pria adalah 6,5 mg%.

Kerap sakit kepala dan sulit berkonsentrasi
Suami tiba-tiba mudah marah? Itu ada alasannya. Apalagi jika ia sering mengeluh sakit kepala. Kita mungkin menyangka dia sedang stres atau terkena gejala flu. Gangguan berkonsentrasi juga sering kita hubungkan dengan faktor usia yang bertambah. Padahal, mungkin saja dua gejala itu adalah sinyal tekanan darah tinggi.

Menurut Larry A. Weinrauch, MD, asisten profesor bidang medis Harvard Medical School, gejala darah tinggi sebenarnya tidak bisa dideskripsikan secara khusus karena sangat beragam. Terkadang tersamar dengan penyakit lain. Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai tekanan darah tinggi adalah mual, jantung berdebar, sakit di bagian tengkuk, dan sering lelah.

Pemicunya antara lain disebabkan oleh stres berkepanjangan. Stres membuat jantung memompa darah dengan lebih cepat. Selain stres, makanan berlemak, rokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkhol yang berlebihan juga dapat memicu tekanan darah tinggi.

Stres bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat di rumah. Batasi pemakaian garam karena mengandung sodium yang dapat menaikkan tekanan dan volume darah. Asupan sodium kita tidak boleh lebih dari 1,5-2,5 gram per hari atau setara dengan 4-6 sendok teh.

Selalu kelaparan
Jangan senang dulu kalau akhir-akhir ini nafsu makan suami bertambah. Belum tentu itu karena kita semakin pandai memasak. Peningkatan nafsu makan bisa merupakan gejala berbagai penyakit seperti hipertiroid, stres, ketidakseimbangan hormon, atau diabetes.

Untuk kasus diabetes melitus, meningkatnya nafsu makan bukan satu-satunya gejala. Menurut dr.Rajesh, gejala lainnya antara lain sering haus, buang air kecil, gatal-gatal di daerah genital, dan mudah merasa lelah.

selalu kelaparan ini dipicu oleh kolesterol yang tinggi. Diabetes sendiri tidak bisa disembuhkan. Yang bisa kita lakukan adalah mengatur pola hidup yang baik. Misalnya dengan mengurangi penggunaan gula di rumah. Plus, dengan tidak menyediakan makanan berlemak. Jika suami sudah terlanjur menderita diabetes, dampingi dia saat perawatan.

Jadi susah tidur
Termasuk sering terbangun dengan mulut dan tenggorokan yang kering, atau mengalami sakit kepala saat bangun pagi. Yang juga ia alami tapi sering tidak disadari: Mendengkur. Ini bukan kebiasaan yang bisa dianggap enteng.

Menurut penelitian di Hungaria yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep, mendengkur dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada orang yang mengalami kegemukan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Mayo Foundation for Medical Education Research menyebutkan bahwa mendengkur merupakan gejala berbagai penyakit.

Penyakit yang berhubungan dengan mendengkur adalah polip, alergi, kecanduan alkohol, obesitas dan sleep apnea (gangguan tidur berat yang ditandai dengan terhentinya napas). Hal ini terjadi berulang kali sepanjang tidur.

Biasanya dipicu oleh posisi tidur yang salah. Menurut Davhttp://www.blogger.com/img/blank.gifid Zieve, MD, MHA., direktur medis American Accreditation HealthCare Commission, gravitasi membuat saluran napas menyempit. Akibatnya adalah kesulitan bernapas. Faktor pemicu lain sleep apnea adalah jenis kelamin, obesitas, genetik, usia dan kecanduan alkohol.

Mengingat suami tidak pernah menyadari bahwa ia mendengkur, maka istri lah yang harus banyak berperan. Jangan bosan mengingatkannya untuk tidur dalam posisi miring. Atau bangunkan dia ketika Anda mendapatinya tidur mendengkur di malam hari. Lalu, minta dia mengubah posisi. Mengubah posisi tidur tidak banyak membantu jika suami obesitas, ujar Zieve. “Dorong dia untuk berusaha menurunkan berat badan”, tegasnya(adl-kom)

Sumber : BKKBN

About Author

Advertisement

Post a Comment

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

 
Top