Tentang Pertumbuhan Fisik

Ikhsanudin | 18:52 |
Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gajala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin kedua (sekunder).
Menurut Muss yang dikutip oleh Sarlito Wirawan (Sarlito, 1991: 51) urutan perubahan-perubahan fisik adalah sebagai berikut:
Pada anak perempuan:
1. Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang)
2. Pertumbuhan payudara
3. Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan
4. Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya.
5. Bulu kemaluan menjadi keriting
6. Menstruasi atau haid
7. Tumbuh bulu-bulu ketiak


Pada anak laki-laki:
1. Pertumbuhan tulang-tulang
2. Testis (buah pelir) membesar
3. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap
4. Awal perubahan suara
5. Ejakulasi (keluarnya air mani)
6. Bulu kemaluan menjadi keriting
7. Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya
8. Tubuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot)
9. Tumbuh bulu ketiak
10. Akhir perubahan suara
11. Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap
12. Tumbuh bulu di dada
Penyebab perubahan
Penyebab perubahan pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar menjadi aktif bekerja dalam sistem endokrin. Kelenjar pituitry yang terletak di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang di duga erat ada hubungannya dengan perubahan pada masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan ukuran tubuh dan hormon gonadotropik atau sering di sebut hormon yang merangsang gonad- yaitu merangsang gonad agar mulai aktif bekerja. Tidak berapa lama sebelum saat remaja di mulai, kedua hormon ini sudah mulai di produksi dan pada saat remaja semakin banyak di hasilkan. Seluruh proses ini di kendalikan oleh perubahan yang terjadi dalam kelenjar endokrin. Kelenjar ini di aktifkan oleh rangsangan yang dilakukan oleh kelenjar hypothalamus, yaitu kelenjar yang dikenal sebagai kelenjar untuk merangsang pada saat remaja dan terletak di otak.
Meskipun kelenjar gonad atau kelenjar kelamin sudah ada dan aktif sejak seorang di lahirkan, namun kelenjar ini seolah-olah tidur dan baru akan aktif setelah di aktifkan oleh hormon gonadotropik dari kelenjar pituitry pada saat si anak memasuki tahap remaja. Segera setelah tercapai kematangan alat kelamin maka hormon gonad akan menghentikan aktivitas hormon pertumbuhan. Dengan demikian pertumbuhan fisik akan terhenti. Keseimbangan yang tepat yang tercipta antara kelenjar pituitry dan gonad menimbulkan perkembangan fisik yang tepat pula. Sebaliknya bila terjadi gangguan dalam keseimbangan ini maka akan timbul penyimpangan pertumbuhan.
Selama masa remaja, seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian luar maupun di bagian dalam tubuh, baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya pada kenyataannya hampir semua bagian tubuh perubahannya mengikuti irama yang tetap sehingga waktu kejadiannya dapat diperkirakan sebelumnya. Perubahan tersebut tampak jelas sekali pada bagian pertama masa remaja.
Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan yang terjadi pada masa remaja adalah:
1. Perubahan ukuran tubuh
Irama pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar dua tahun sebelum anak mencapai taraf kematangan kelaminnya. Setahun sebelum kematangan ini, anak akan bertambah tinggi 10-15 cm dan bertambah berat 5-10 kg setelah terjadi pematangan kelamin ini. Pertumbuhan tubuh selanjutnya masih terus terjadi namun dalam tempo yang sedikit lebih lamban. Selama 4 tahun pertumbuhan tinggi badan anak akan bertambah 25 persen dan berat badannya tubuhnya hampir mencapai dua kali lipat. Anak laki-laki tumbuh terus lebih cepat daripada anak perempuan. Pertumbuhan anak laki-laki akan mencapai bentuk tubuh dewasa pada usia 19-20 tahun sedang bagi anak perempuan pada usia 18 tahun.
2. Perubahan proporsi tubuh
Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja ini tidak sama untuk seluruh tubuh, ada bagian tubuh yang semakin tidak proporsional dan ada pula bagian tubuh yang semakin proporsional. Proporsi yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai seluruh masa puber selesai dilalui sepenuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa. Perubahan ini tidak baik di dalam maupun di bagian luar tubuh anak. Misalnya, di masa kanak-kanak jantungnya kecil sedangkan pembuluh darah kulit kurang begitu tampak. Pada masa puber yang terjadi malah sebaliknya di bagian luar tampak pertumbuhan kaki dan tangan lebih panjang dibanding dengan tubuh.
3. Ciri kelamin yang utama
Pada masa kanak-kanak, alat kelamin yang utama masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika memasuki masa remaja alat kelamin mulai berfungsi pada saat ia berumur 14 tahun, yaitu saat pertama kali anak laki-laki mengalami “mimpi basah”. Sedangkan pada anak perempuan, indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun, yaitu saat pertama kali mengalami menstruasi atau haid. Bagian lain dari alat perkembangbiakan pada anak perempuan saat ini masih belum berkembang dengan sempurna, sehingga belum mampu untuk mengandung anak untuk beberapa bulan atau setahun lebih. Masa interval ini disebut sebagai “saat steril” masa remaja.
4. Ciri kelamin kedua
Yang dimaksud dengan ciri kelamin kedua pada anak perempuan adalah: membesarkan buah dada dan mencuatnya puting susu, pinggul melebar lebih lebar daripada lebar bahu, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, tumbuh rambut di ketiak, suara bertambah nyaring. Sedang ciri kelamin kedua pada anak laki-laki adalah: tumbuh kumis dan jenggot otot-otot mulai tampak, bahu melebar lebih lebar daripada pinggul, nada suara membesar, tumbuh jakun, tumbuh bulu ketiak, bulu dada, dan bulu di sekitar alat kelamin, serta perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori membesar.
Ciri-ciri kelamin kedua inilah yang membedakan bentuk fisik antara laki-laki dan perempuan. Ciri ini pula yang sering kali merupakan daya tarik antar jenis kelamin. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan perkembangan ciri kelamin yang utama, dan keduanya akan mencapai taraf kematangan pada tahun pertama atau tahun kedua masa remaja.
Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi dua hal, yaitu
(i) Percepatan pertumbuhan, dan
(ii) Proses kematangan seksual.
Disebabkan percepatan pertumbuhan tersebut maka terjadi perbedaan atau keanekaragaman proporsi tubuh.
1. Percepatan pertumbuhan
Masa dan proses pertumbuhan tidak sama bagi semua remaja. Banyak faktor individual mempengaruhi jalannya pertumbuhan ini, sehingga baik awal maupun akhir prosesnya terjadi secara berbeda.
Pada titik awal mulainya pertumbuhan biasanya tidak terdapat banyak berbeda, akan tetapi kecepatan pertumbuhan setiap individu menjadi sangat berbeda sesuai dengan iramanya masing-masing. Jadi perbedaan individual tentang pertumbuhan tampak dalam perbedaan awal percepatan dan cepatnya pertumbuhan.
a. Bagi remaja laki-laki permulaan percepatan pertumbuhan berbeda-beda dan berkisar antara 10,5 tahun dan 16 tahun.
b. Bagi remaja perempuan, percepatan pertumbuhan dimulai antara umur 7,5 tahun dan 11,5 tahun dengan umur rata-rata 10,5 tahun. Puncak pertambahan ukuran fisik dicapai pada umur 12 tahun, yakni kurang lebih bertambah 6-11 cm setahun.
2. Proses kematangan seksual
Meskipun kematangan seksual berlangsung dalam batas-batas tertentu dan urutan tertentu dalam perkembangan ciri-ciri kelamin sekundernya, namun kematangan seksual anak-anak remaja berjalan secara individual, sehingga hanya mungkin untuk memberikan ukuran rata-rata dan penyebarannya saja.
Ada tiga kriteria yang membedakan anak laki-laki daripada anak perempuan yaitu dalam hal:
(1) Kriteria kematangan seksual,
(2) Permulaan kematangan seksual, dan
(3) Urutan gejala-gejala kematangan.
a. Kriteria kematangan seksual
Kriteria kematangan seksual nampak lebih jelas pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Menarche atau menstruasi pertama dipakai sebagai tanda permulaan pubertas. Sesudah itu masih dibutuhkan satu sampai satu setengah tahun lagi sebelum anak wanita dapat betul-betul matang untuk reproduksi.
Menarche merupakan ukuran yang baik karena itu menentukan salah satu ciri kematangan seksual yang pokok, yaitu suatu disposisi untuk konsepsi (hamil) dan melahirkan. Di samping itu menarche juga merupakan manifestasi yang jelas meskipun pada permulaannya masih terjadi perdarahan sedikit.
Kriteria sejelas ini tidak terdapat pada anak laki-laki. Sehubungan dengan ejakulasi (pelepasan air mani) pada laki-laki permulaannya masih sangat sedikit, sehingga tidak jelas. Sering dipakai percepatan pertumbuhan sebagai kriteria penetapan titik awal masa remaja, karena diketahui adanya korelasi antara percepatan pertumbuhan itu dengan timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder maupun primer.
b. Permulaan kematangan seksual
Permulaan kematangan seksual pada anak perempuan kira-kira 2 tahun lebih cepat mulainya daripada anak laki-laki. Menarche merupakan tanda permulaan kematangan seksual dan terjadi sekitar usia 13 tahun dengan penyebaran normal antara 10 sampai 16,5 tahun, jadi kira-kira satu tahun sesudah dilaluinya puncak percepatan pertumbuhan.
Pada anak laki-laki baru terjadi produksi spermatozoa hidup selama kira-kira satu tahun sesudah puncak percepatan perkembangan (kurang lebih umur 14 tahun). Namun ejakulasi pertama (mimpi pertama) mendahului puncak percepatan perkembangan, tetapi dalam air mani baru terdapat sedikit sperma.
c. Urutan gejala-gejala kematangan seksual
Pada anak wanita kematangan dimulai dengan suatu tanda kelamin sekunder dengan tumbuhnya buah dada (payudara) yang nampak sedikit mencuat bagian puting susu. Hal ini terjadi pada usia antara 8 dan 13 tahun. Baru pada stadium kemudian, menjelang menarche maka jaringan pengikat di sekitarnya mulai tumbuh hingga payudara mulai memperoleh bentuk yang dewasa. kelenjar payudara baru mengadakan reaksi pada masa kehamilan dengan suatu pembengkakan sedangkan produksi air susu terjadi pada akhir kehamilan. Hal ini merupakan akibat reaksi-reaksi fisiologi yang menyebabkan perubahan-perubahan pada organ-organ kelamin internal dalam hipofise lobus frontalis.
Pada anak laki-laki, kematangan seksual dimulai dengan pertumbuhan testes yang dimulai antara umur 9,5 dan 13,5 tahun dan berakhir antara 13,5 dan 17 tahun. Pada usia kurang lebih 15-16 tahun anak laki-laki maupun pada perempuan pangkal tenggorokan (jakun) mulai membesar yang menyebabkan pita suara menjadi lebih panjang. Anak laki-laki mengalami hal itu lebih banyak. Perubahan dalam pita suara tadi menyebabkan anak gadis mendapatkan suara yang lebih tinggi dan nyaring, sedangkan suara anak laki-laki berubah menjadi berat. Karena pertumbuhan anatomi yang cepat mendahului penyesuian urat syarafnya (urat syarafnya belum dapat cocok) maka timbullah keadaan yang khas pada anak laki-laki. Terdengarlah suara yang tinggi di antara suara yang berat. Seperti halnya pada pertumbuhan anggota-anggota badan, maka keadaan tersebut hanya bersifat sementara namun dalam waktu itu cukup memberikan alasan untuk frustrasi karena suara tidak mau menaati si pembicara (Monks, 1984:28).
Dengan bertambahnya berat dan panjang badan, tampak kekuatan badan juga bertambah. Hal ini tampak lebih jelas pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Pada anak perempuan pertambahan berat badan sebagian besar disebabkan oleh tumbuhnya lemak yang membuat bentuk badan khas perempuan. Selanjutnya tambahnya berat badan pada waktu juga disebabkan oleh pertumbuhan kerangka (membesarnya pinggul) dan hanya sebagian kecil saja disebabkan oleh pertumbuhan dan menjadi kuat urat-urat daging.
Pada anak laki-laki di samping pertambahan berat karena pertumbuhan kerangka, pertumbuhan dan penguatan urat daging dan otot-otot juga merupakan penyebab yang penting. Bersama-sama dengan percepatan pertumbuhan pada anak laki-laki terjadi suatu percepatan pertambahan kekuatan yang mencapai puncaknya pada umur kira-kira 15-16 tahun, yaitu sesudah tercapai puncak percepatan pertumbuhan tadi. Urat-urat daging tumbuh bersama-sama dengan kerangka tetapi bila kerangka mencapai puncak-puncak pertumbuhannya maka baru daging mengalami penguatan (pembesaran) yang terutama menyebabkan bertambahnya kekuatan. Pertumbuhan badan yang berlebih-lebihan pada periode sebelumnya justru dapat melemahkan badan.
Walaupun tampak adanya keteraturan dan sebelumnya dalam hal perubahan proporsi tubuh, ternyata perubahan itu sendiri memperlihatkan keanekaragaman.
Sewaktu masih anak-anak, bentuk tubuh mereka tidak terlalu kentara perbedaannya, namun pada akhir masa kanak-kanak, saat mulai memasuki tahap remaja, perbedaan bentuk tubuh antara anak laki-laki dan anak perempuan semakin jelas. Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak yang kekar, berat, dan segi tiga), sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorf (cenderung menjadi anak yang gemuk dan berat) akan memperlihatkan ciri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).
Sekalipun demikian dalam kelompok anak laki-laki dan anak perempuan juga terdapat perbedaan, sehingga tidak dapat dikatakan harus selalu tepat sama. Pada kelompok anak laki-laki mungkin saja ada yang memperlihatkan bentuk tubuh ektomorf dan sebaliknya pada anak perempuan ada yang tubuhnya berbentuk mesomorf.
Seperti yang di kemukakan terdahulu selama masa usia remaja ini seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian luar maupun di bagian dalam tubuh, baik dalam struktur tubuh maupun dalam fungsinya. Hampir untuk semua bagian, ternyata perubahan mengikuti jadwal waktu yang dapat diperkirakan sebelumnya.
Jadi bila sistem endoktrin berfungsi normal, maka akan memperlihatkan ukuran tubuh yang normal pula. Sebaliknya bila anak mengalami kekurangan hormon pertumbuhannya, maka akan menjadi kecil seperti orang kerdil, sedangkan yang kelebihan hormon pertumbuhan akan tumbuh menjadi terlalu besar sehingga tidak sesuai dengan anak sebayanya.
Kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi pertumbuhan fisik anak antara lain adalah :
a. Pengaruh keluarga
Pengaruh faktor keluarga di sini meliputi faktor keturunan, seorang anak dapat lebih tinggi atau lebih panjang daripada anak lainnya sehingga ia lebih berat tubuhnya, jika ayah dan ibu atau kakeknya tinggi dan panjang. Faktor lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa anak tersebut. Pada setiap tahap usia, lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada terhadap tinggi tubuh.

b. Pengaruh gizi
anak-anak yang memperoleh gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf remaja dibandingkan dengan mereka yang kurang memperoleh gizi. Lingkungan dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan di masa remaja.
c. Gangguan emosional
Anak yang terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan, dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitry. Bila terjadi demikian, pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak mencapai berat tubuh yang seharusnya.
d. Jenis kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan, kecuali pada usia 12 dan 15 tahun anak perempuan biasanya akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Terjadi perbedaan berat dan tinggi tubuh ini karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki memang berbeda dari anak perempuan.
e. Status sosial ekonomi
Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah, cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status sosial-ekonominya tinggi.
f. Kesehatan
Anak-anak yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh yang lebih erat daripada anak yang sering sakit.
g. Pengaruh bentuk tubuh
Bangun/bentuk tubuh, apakah mesamorf, ektomorf, atau endomorf akan mempengaruhi besar kecilnya tubuh anak. Misalnya anak yang bangun tubuhnya mesomorf akan lebih besar daripada yang endomorf atau anak yang ektomorf, karena mereka memang lebih gemuk dan berat.
Perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akibat dari perubahan fisik. Di antara perubahan-perubahan fisik itu, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh (badan menjadi makin panjang dan tinggi), mulai berfungsi alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada wanita dan “mimpi pertama” pada laki-laki), dan tanda-tanda kelamin kedua yang tumbuh.
Perubahan-perubahan fisik itu, menyebabkan kecanggungan bagi remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya sendiri. Pertumbuhan badan yang mencolok misalnya atau pembesaran payudara yang cepat, membuat remaja merasa tersisih dari teman-temannya. Demikian pula dalam menghadapi haid dan “mimpi yang pertama”, anak-anak remaja itu perlu mengadakan penyesuaian tingkah laku yang tidak ada dukungan dari orang tua.
Perubahan fisik hampir selalu dibarengi dengan perubahan perilaku dan sikap. Keadaan ini sering kali menjadi sedikit parah karena sikap orang-orang yang berada di sekelilingnya dan sikapnya sendiri dalam menanggapi perubahan fisik itu.
Dalam mada remaja perubahan yang terjadi sangat mencolok dan jelas sehingga dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk. Perilaku mereka mendadak menjadi sulit diduga dan sering kali agak melawan normo sosial yang berlaku. Oleh karena itu, masa ini sudah sedikit lambat dan perubahan tubuhnya telah sempurna, maka akan terjadi keseimbangan kembali.
Meskipun pengaruh pubertas terhadap anak-anak berbeda-beda, cara mereka melampiaskan gangguan ketidak seimbangan tampaknya sama. Beberapa bentuk pelampiasan yang dapat terlihat adalah mudah tersinggung, tidak dapat diikuti jalan pemikirannya ataupun perasaanya, ada kecenderungan menarik diri dari keluarga atau teman dan lebih senang menyendiri, menentang kewenangan (misalnya orang tua dan guru), sangat mendambakan kemandirian, dan sangat kritis terhadap oran lain, tidak suka melakukan tugas di rumah ataupun di sekolah dan sangat tampak bahwa dirinya tidak bahagia.
Karena memang sedang terjadi perubahan beberapa kelenjar pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam bentuk dan ukuran tubuhnya, anak-anak remaja ini secdara fisik sering kali merasa sangat tidak nyaman, misalnya ada keluhan, gelisah, nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sakit kepala, sakit punggung, dan sebagainya yang umumnya mencermikan adanya perasaan tidak nyaman karena tubuhnya sedang bertambah panjang. Gangguan ini banyak menghinggapi anak perempuan daripada anak laki-laki, bahkan beberapa anak laki-laki sama sekali tidak merasakan hal-hal yang disebutkan di atas. Semua gangguan itu tampaknya tidak mendorong remaja berprilaku sesuai dengan harapan masyarakat. Pada saat ini, tampaknya hanya sedikit remaja yang mengalami kurang darah, yang lebih tinggi menonjol memang kurangnya nafsu makan, tetapi ini tidak mempengaruhi keadaan kimia darahnya. Bila sampai pada keadaan kekurangan darah maka anak akan mengalami gangguan karena adanya ketegangan emosional.
Anak-anak remaja ini nampaknya juga terlalu memperhatikan keadaan tubuhnya yang sedang mengalami proses perubahan. Tanggapan atas perubahan dirinya itu dapat digolongkan menjadi dua, yaitu mereka yang memperhatikan normal tidaknya dirinya dan mereka yang memikirkan tepat tidaknya kehidupan kelaminnya. Bila mereka memperhatikan teman sebayanya, kemudian ternyata dirinya berbeda dari merka maka akan segera muncul pikirannya tentang normal tidaknya dirinya. Misalnya, hanya berbeda dalam hal kecepatan pertumbuhan sudah dapat menimbulkan kekhawatiran dalam dirinya. Anak-anak yang tergolong cepat dan lebih awal tubuh, sering merasa khawatir bahwa pada masa dewasanya nanti tubuhnya akan terlalu tinggi, sedangkan anak yang tumbuh pendek sampai dewasa dan bahwa kehidupan kelaminnya tidak akan berkembang normal.
Bila mereka ketinggalan dari sebayannya dalam hal minat dan kegiatan lain, atau kurang berminat dalam kegiatan teman sebayanya, mereka lalu khawatir apakah mereka akan pernah menjadi dewasa. Terlalu memperhatikan keadaan kehidupan kelaminnya, juga merupakan hal yang biasa terjadi dalam tahap ini. Pada saat seorang mencapai masa remaja, dalam pikirannya telah terbentuk konsep tertentu mengenal wajar tidaknya kehidupan kelamin dalam penampilan seseorang. Konsep ini terbentuk melalui pengalaman si anak sehari-hari misalnya dari televisi, bioskop, buku ceritera, komik atau dari orang-orang di sekelilingnya yang dikagumi. Bila mereka berpendapat bahwa dirinya memang tidak wajar. Sayangnya konsi0p yang telah terbentuk ini sukar sekali dihilangkan bahkan mungkin dapat menetap seumur hidupnya.
Salah satu dari beberapa konsekuensi masa remaja yang paling penting adalah pengaruh jangka panjangnya terhadap sikap, perilaku sosial, minat, dan kepribadian. Kalau sikap dan perilaku remaja kuarng dapat diterima, yang sebenarnya merupakan salah satu ciri dari kehidupan remaja, dapat menghilang setelah tercapainya keseimbangan, maka keadaan ini tidak begitu parah. Akan tetapi, sejumlah studi telah menemukan bahwa ciri kepribadian dan sikap tertentu yang sudah terbentuk ini biasanya sulit dihilangkan, bahkan dalam beberapa kasus tanpa semakin parah. Pengaruh ketidaknyamanan pada masa yang paling menetap adalah alam hal penyimpangan usia kematangan kelaminnya. Perkembangan kehidupan kelamin yang tidak wajar, akan menimbulkan pengaruh pada anak laki-laki dan juga pada anak perempuan, bahkan pengaruh itu tidak hanya terjadi di masa remaja bahkan dapat berlanjut lebih lama lagi. Bagi anak laki-laki yang mengalami perkembangan kelamin lebih awal, secara sosial lebiih menguntungkan, sedangkan bagi anak perempuan tidak hanya demikian halnya. Tinggi, berat, dan kekuatan tubuh yang jauh melebihi teman sebayanya bagi anak laki-laki akan meningkatkan citra dirinya di depan teman sebayanya dari kedua jenis kelamin. Sebaliknya bila kematangan kelamin ini terlalu cepat terjadi pada anak gadis, maka ia akan memperoleh sebutan yang tidak menyenangkan. Keadaan ini sering kali menimbulkan pengaruh buruk pada anak perempuan, baik di masa remaja maupun di kemudian hari. Anak perempuan yang termasuk lambat dalam kematangan kelamin nya, biasanya akan terlepas dari masalah seperti itu, tetapi sebaliknya bagi anak laki-laki yang lambat kematangan kelaminnya, ia akan kehilangan kesempatan untuk menaiikkan citra dirinya, kurang di hargai dan sering kali di abaikan.
Remaja yang banyak perhatiannya terhadap kelompok, perilaku remaja itu akan banyak dipengaruhi oleh perilaku kelompoknya. Kelompok remaja dapat terbentuk di dalam sekolah seperti pada kelompok olahraga, kelompok seni, kelompok belajar, dan semacamnya. Begitu pula kelompok remaja dapat terbentuk di luar sekolah, seperti kelompok olahraga, kesenian, pramuka, dan sebagainya.
Jika kegiatan kelompok sering kali ditentukan oleh kelompok itu sendiri, sehingga di samping banyak kegiatan yang bernilai positif juga terdapat kegiatan bernilai negatif. Kegiatan bernilai positif seperti olahraga, pramuka, dan seni dapat memupuk pertumbuhan fisik remaja, sedangkan yang bernilai negatif seperti ngebut, begadang di malam hari, minum-minuman keras, dan semacamnya akan mengganggu kesehatan dan keselamatan. Dengan demikian pengembangan program kelompok remaja ke arah kegiatan yang bernilai positif oleh para tokoh masyarakat dan sekolah, merupakan upaya untuk membantu para remaja dalam pertumbuhan fisik mereka.
Pengembangan kegiatan pramuka, penyelenggaraan senam kesegaran jasmani, dan pembiasaan hidup bersih perlu di program sebagai kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler di sekolah menengah, perlu di selenggarakan dengan baik. Pembentukan kelompok belajar atas bimbingan guru merupakan kegiatan yang dapat membentuk mereka untuk belajar teratur dan bertanggung jawab.
Bagikan: Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by: Din Ikhsanudin IKHSANUDIN Updated at : 18:52

No comments:

Post a Comment

HAYO MANA KOMENTARNYA?
Salah satu kepuasan kami adalah jika anda berkunjung ke ikhsanudin.com dengan meninggalkan komentar walaupun cuma satu kata. Tapi jangan:
1. Berpromosi
2. Komentar spam
3. Opo meneh yo...?