Ikhsanudin Ikhsanudin Author
Title: Tentang Belajar Perseorangan
Author: Ikhsanudin
Rating 5 of 5 Des:
Belajar mandiri memperoleh perhatian terbanyak dalam rencana rancangan pengajaran. Sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai prinsip belajar, te...
Belajar mandiri memperoleh perhatian terbanyak dalam rencana rancangan pengajaran. Sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai prinsip belajar, terdapat bukti untuk menunjang pendapat bahwa belajar harus dilakukan oleh individu untuk dirinya sendiri dan bahwa hasil belajar maksimal diperoleh apabila siswa bekerja menurut kecepatannya sendiri, terlibat aktif dalam melaksanakan berbagai tugas belajar khusus, dan mengalami keberhasilan dalam belajar.
Metode belajar yang sesuai kecepatan sendiri juga disebut belajar mandiri, pengajaran sendiri, atau belajar dengan mengarahkan diri sendiri. Meskipun semua istilah ini mempunyai arti yang berbeda, ciri penting bagi siswa adalah tanggung jawab sendiri, sesuai dengan kecepatan sendiri, dan belajar yang berhasil. Semuanya berdasarkan pada sasaran belajar khusus dan bermacam-macam kegiatan dengan beraneka sumber belajar yang berkaitan. Sebagaimana yang telah Anda ketahui, semuanya ini merupakan unsur penting dalam proses perancangan pengajaran.
Seringkali pengajar memilih sasaran belajar dan menetapkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh siswa. Sebuah metode belajar perseorangan "yang sebenarnya" atau program belajar mandiri mempersyaratkan bahwa seperangkat sasaran dan kegiatan belajar yang terpisah harus dirancang untuk setiap orang, atau dipilih oleh perseorangan menurut ciri, persiapan, kebutuhan, dan minat orang itu sendiri. Melalui penjadwalan komputer, belajar mandiri seperti ini dapat dicapai, meskipun pembuatan programnya sangat rumpil dan memerlukan jumlah dan jenis kegiatan serta sumber belajar yang banyak.
Ciri khusus program belajar mandiri yang bermutu meliputi hal-hal berikut.
a. Kegiatan belajar untuk siswa dikembangkan dengan cermat dan rind. Pengajaran sendiri berlangsung dengan baik apabila bahan disusun menjadi langkah-langkah yang terpisah dan kecil, masing¬masing membahas satu konsep tunggal atau sebagian dari bahan yang diajarkan. Besar langkah bisa berbeda-beda, namun urutannya perlu diperhatikan dengan teliti.

b. Kegiatan dan sumber pengajaran dipilih dengan hati-hati dengan memerhatikan sasaran pengajaran yang dipersyaratkan,
c. Penguasaan siswa terhadap setiap langkah harus diperiksa sebelum ia melanjutkan ke langkah berikutnya. Karena itu, kita perlu menanyai atau menantang siswa untuk menunjukkan kepahaman mereka atau penggunaan bahan yang dipelajari,
d. Siswa kemudian harus segera menerima kepastian (balikan) tentang kebenaran jawabannya atau upaya lainnya. Setiap keberhasilan menimbulkan rasa percaya diri pada siswa untuk melanjutkan ke langkah berikutnya,
e. Apabila muncul kesulitan, siswa mungkin perlu mempelajari lagi atau meminta bantuan pengajar. Jadi, siswa secara terus-menerus ditantang, harus menyelesaikan kegiatan yang diikutinya, langsung mengetahui hasil belajar atau usahanya, dan merasakan keberhasilan.
Jenis sasaran pengajaran yang mungkin cocok untuk belajar mandiri antara lain;
a, mempelajari informasi nyata,
b. menguasai konsep dan asas,
c. menerapkan informasi, konsep, dan asas,
d. mengembangkan keterampilan dasar memecahkan masalah, dan
e. mengembangkan keterampilan psikomotor.
Dengan demikian, sebagian besar jenjang belajar, baik dalam ranah kognitif maupun psikomotor, serta dalam hierarki Gagne, bisa dibahas dengan beberapa bentuk kegiatan belajar mandiri. Kebanyakan dari kategori sasaran tersebut harus diperkuat dan ditambah dengan kegiatan interaksi kelompok. Pokok bahasan atau sasaran yang sangat abstrak dan tidak bisa dikuantifikasi, seperti pemikiran filsafati atau hubungan antarmanusia, mungkin lebih tepat untuk dipelajari dalam pertemuan interaksi kelompok. Namun, dengan pelajaran seperti ini, selalu ada informasi mendasar dn nyata yang harus dikuasai sebelum berbagai pendapat dibahas di dalam kelompok, Bahan ajar mendasar seperti itu dapat dipelajari melalui metode belajar mandiri.
2. Keunggulan
Terdapat berbagai fakta yang menyatakan bahwa siswa yang ikut dalam program belajar mandiri belajar lebih keras, lebih banyak, dan mampu lebih lama mengingat hal yang dipelajarinya dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kelas konvensional. Belajar mandiri memberikan sejumlah keunggulan unik seba.gai metode pengajaran.
a. Program belajar mandiri yang dirancang dengan cermat akan memanfaatkan lebih banyak asas belajar yang disebutkan pada awal bab ini. Hasilnya adalah peningkatan, baik dari segi jenjang belajar maupun kadar ingatan. Jumlah siswa yang gagal dan menunjukkan kinerja yang tidak memuaskan dapat dikurangi secara nyata.
b. Pola ini memberikan kesempatan, baik kepada siswa yang lamban maupun yang cepat untuk menyelesaikan pelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing dalam kondisi belajar yang cocok.
c. Rasa percaya diri dan tanggung jawab pribadi yang dituntut dari siswa oleh program belajar mandiri mungkin dapat berlanjut sebagai kebiasaan dalam kegiatan pendidikan lain, tanggung jawab atas pekerjaan, dan tingkah laku pribadi.
d. Program belajar mandiri dapat menyebabkan lebih banyak perhatian tercurah kepada siswa perseorangan dan memberi kesempatan yang lebih luas untuk berlangsungnya interaksi antarsiswa.
e. Kegiatan dan tanggung jawab pengajar yang terlibat dalam pro¬gram belajar mandiri berubah karena waktu untuk penyajian menjadi berkurang dan ia mempunyai waktu lebih banyak untuk memantau siswa dalam pertemuan kelompok dan untuk konsultasi perseorangan.
f. Memang pendekatan utama ke arah belajar mandiri mungkin tidak efisien dari segi biaya dalam jangka pendek, namun karena teknik clan beraneka sumberdigunakan berulang-ulang dengan kelompok selanjutnya, biaya program dapat dikurangi secara nyata.
9.
Siswa cenderung lebih menyukai metode belajar mandiri daripada metode tradisional karena sejumlah keunggulan yang dinyatakan di atas.
3. Kelemahan
Terdapat juga beberapa kelemahan belajar mandiri yang harus diketahui.
a, Mungkin kurang terjadi interaksi antara pengajar dengan siswa atau antara siswa dengan siswa apabila program belajar mandiri dipakai sebagai metode satu-satunya dalam mengajar. Karena itu, perlu direncanakan kegiatan kelompok kecil antara pengajar clan siswa secara berjangka.
b. Apabila hanya dipakai metode satu jalur dengan langkah tetap, kegiatan belajar bisa membosankan clan tidak menarik.
c. Program mandiri tidak cocok untuk semua siswa atau semua pengajar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karena perbedaan gaya belajar clan mengajar, kira-kira 20% mahasiswa perguruan tinggi lebih menyukai belajardalam kelompok melalui ceramah clan kegiatan interaksi daripada melalui kegiatan perseorangan.
Kurangnya disiplin diri, ditambah lagi dengan kemalasan, menyebabkan kelambatan penyelesaian program oleh beberapa siswa. Kebiasaan clan pola perilaku baru perlu dikembangkan sebelum dapat berhasil dalam belajar mandiri. Dikarenakan alasan ini, lebih baik menetapkan batas waktu (mingguan atau bulanan) yang dapat disesuaikan oleh siswa menurut kecepatannya masing-masing.
e. Metode belajar mandiri sering menuntut kerja sama clan perencanaan tim yang rinci di antara staf pengajar yang terlibat. Selain itu, koordinasi dengan pelayanan penunjang (sarana, media, percetakan, clan lain-lain) mungkin diperlukan atau bahkan merupakan suatu keharusan. Semua ini berlawanan dengan ciri pengajaran tradisional yang hanya dilakukan oleh seorang guru saja.
4. Tata cara
Dalam merencanakan belajar mandiri, banyak pendekatan yang dapat diterapkan. Yang termudah adalah dengan merancang suatu jalur tunggal untuk semua siswa clan memilih bahan pengajaran apa saja yang dibutuhkan di antara beraneka bahan komersial yang tersedia (bahan cetak, alat peraga, foto, rekaman video, clan lain-lain). Bahan seperti itu telah dirancang untuk disajikan secara konvensional, sehingga sedikit atau bisa tidak ada sama sekali keikutsertaan yang dituntut dari siswa. Untuk memberikan peluang bagi keikutsertaan, pengajar mungkin perlu membuat lembar kerja atau alat bantu lain yang meminta siswa untuk segera menanggapi atau melakukan sesuatu sebagai reaksi terhadap informasi dalam setiap bagian bahan ajar setelah disajikan.
Kita mengetahui bahwa tidak semua siswa belajar dengan kecepatan sama. Karena itu, mereka harus diperbolehkan belajar sesuai dengan waktu yang cocok bagi mereka clan juga menentukan sendiri kecepatan mereka. Seseorang mungkin ingin agak lama mempelajari bahan tertentu clan lebih cepat dengan bahan yang telah dipahaminya.
Cara yang lebih baik untuk merencanakan belajar mandiri adalah memulai dengan bermacam-macam bahan agar mencapai sasaran clan kemudian merencanakan lebih dari satu urutan pengajaran untuk memberikan peluang kepada perbedaan di antara siswa secara perseorangan. Berdasarkan atas persiapan clan kebutuhan, beberapa siswa mungkin mengambil jalur tercepat, bahkan berpacu clan menggunakan sedikit bahan saja untuk sampai pada ujung jalur tersebut. Siswa lain mungkin memerlukan jaluryang lebih lambatyang penuh dengan ilustrasi konkret atau contoh, lebih banyak latihan, telaahan, atau bahkan bagian kecil dari bahan ajar dengan pengulangan penjelasan dalam tautan yang berbeda-beda.
Setiap orang berbeda dalam gaya belajar. Beberapa siswa merasa paling bermanfaat apabila mereka belajar dari bahan visual, sementara
(57%
yang lain dari media cetak, atau dengan pengalaman sendiri. Karena itu, mungkin lebih baik apabila kita mengumpulkan atau menyiapkan bermacam-macam bahan untuk membahas seperangkat sasaran pengajaran, kemudian mendorong setiap siswa untuk memilih cara belajar yang mereka sukai. Sebagai contoh, apabila sebuah sasaran menuntut penggunaan perlengkapan laboratorium, program yang dirancang untuk menguasai sasaran tersebut mungkin memberikan penjelasan dengan bahan cetak, foto, film atau video dengan waktu putar pendek, clan perlengkapan itu sendiri. Seorang siswa mungkin mulai dengan menyaksikan peragaan lewat video yang disusul dengan latihan dengan menggunakan perlengkapan; siswa lain mungkin lebih suka memulai dengan membaca lembar petunjuk, lalu disusul dengan memerhatikan sejumlah foto sebelum berlatih menggunakan perlengkapan; siswa yang lain lagi mungkin langsung menggunakan perlengkapan secara coba-coba.
Ringkasnya, dengan menyadari bahwa keikutsertaan aktif merupakan unsur terpenting untuk belajar, perancang berbagai pengajaran dapat mengembangkan berjenis jenis pengalaman bagi para siswa. Pengalaman belajar ini dapat berkisar dari suatu program yang terstruktur yang memberi kesempatan kepada siswa untuk maju sesuai dengan kecepatannya sendiri sampai kepada program yang memberikan kebebasan clan tanggung jawab penuh kepada siswa untuk memilih kegiatan clan bahan pelajaran mereka sesuai dengan gaya belajar atau selera mereka masing-masing.
5. Contoh
Beberapa tata cara untuk melaksanakan belajarsesuai dengan kecepatan sendiri diuraikan berikut ini. Tata cara ini dimulai dari penggunaan bahan dipersiapkan sendiri dalam bentuk yang sederhana, bahan yang diperdagangkan yang perlu penyesuaian, sampai pada program mandiri berskala besaryang dirancang secara bersistem.
6. KontrakSiswa
Siswa membuat perjanjian dengan pengajar untuk mencapai sasaran yang dapat diterima, sering dengan menyelesaikan suatu tugas untuk memperoleh imbalan (angka kredit, izin untuk ikut dalam kegiatan khusus, atau untuk bebas dari tugas). Bisa saja pengajar yang menyarankan sumber belajar, tetapi bisa juga siswa itu sendiri yang memutuskan apa yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran clan melaksanakan tugas.
7. Buku Ajar/Lembar Kerja
Untuk dapat mempelajari isi buku ajar atau bahan cetak lain yang dipakai sebagai bagian yang terpadu dalam mata ajar, siswa sering
kali memerlukan bimbingan. Hal ini terjadi karena keterampilan membaca clan bahasa siswa terbatas.
Sejumlah sasaran dikembangkan dari bahan dalam buku ajar. Sementara itu, lembar kerja mengarahkan siswa untuk dapat mempelajari bab-bab dalam buku ajar dan menyediakan latihan yang harus dikerjakan, pertanyaan yang harus dijawab, clan kegiatan lainnya. Ujian swaperiksa atau tugas untuk menerapkan bahan yang dipelajari mengakhiri telaahan setiap bab. Setelah menyelesaikan semua tugas, siswa seharusnya menjadi lebih siap untuk mengikuti tugas yang diberikan dalam kelas yang menuntut tidak saja pemahaman, tetapi juga penerapan bahan buku ajar,
8, Buku Belajar Mandiri Terprogram Atau Pengajaran Berdasarkan
Komputer
Sebuah buku ajar mandiri atau program komputer menyajikan secara berurutan informasi yang mengupas pokok bahasan dalam bagian¬bagian. Program ini pada umumnya mengandung suatu pernyataan tentang sejumlah sasaran, uji-awal, clan sederetan "bingkai" dalam urutan lurus atau bercabang (yang mempunyai pilihan alternatif). Siswa menanggapi secara bertahap pertanyaan yang menguji kepahamannya tentang bahan yang dipelajari. Hasil belajar dapat langsung diketahui. Pada akhir setiap urutan atau program, tersedia ujian mengenai apa yang baru dipelajari. Tata cara yang menggunakan buku ajar mandiri atau pengajaran berdasarkan komputer ini disebut belajar interaktif.
Sumber belajar seperti yang telah dikemukakan dapat memenuhi berbagai tujuan penting.
a. Menyiapkan bahan ajar untuk berbagai bagian khusus clan sebuah mata ajar yang mempersyaratkan penguasaan berbagai istilah dasar dan beraneka fakta tertentu.
b. Mengarahkan penelaahan atau pelajaran perbaikan tentang suatu pokok bahasan.
c. Memberikan penjelasan rinci tentang suatu pokok bahasan, termasuk penerapan simulasi mengenai bahan ajar.
Penggunaan program komputer makin lama makin meningkat dalam upaya memenuhi kebutuhan yang dulunya dipenuhi oleh buku ajar mandiri.
9. Pita Rekaman Suara/Lembar Kerja
Dengan sebuah pita rekaman suara clan lembar kerja, siswa membaca informasi, merujuk pada diagram atau media pandang lain, memecahkan masalah, clan menyelesaikan kegiatan lain atas petunjuk suara pengajar dalam pita rekaman. Rekaman ini memberi petunjuk, informasi, penjelasan tentang jawaban, clan bantuan tutorial lainnya.

Gabungan pita rekaman suara clan lembar kerja dapat dikembangkan untuk menguraikan pokok bahasan tertentu dalam mata ajar yang belum ada bahan pengajarannya atau yang membutuhkan pendekatan unik. Pita rekaman yang berisi suara pengajar merupakan metode penyajian yang bersifat pribadi, informal, clan menarik. Gabungan tersebut merupakan paket yang dapat dipakai dengan mudah oleh siswa di mana saja atau kapan saja.
10. Media Pandang/Lembar Petunjuk
Media pandang dengan lembar petunjuk dapat dipakai apabila siswa memerlukan pengarahan atau petunjuk untuk menjalankan suatu perlengkapan, melaksanakan suatu proses, atau menyelesaikan suatu kegiatan dengan cermat. Semua bahan ini sering disebut alat bantu kerja. Media pandang, balk dalam bentuk gambar diam ataupun film, dapat mengarahkan siswa melewati langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas khusus.
Terdapat banyak pilihan untuk merancang bahan baru atau menyelesaikan bahan yang telah ada. Pilihan tersebut termasuk foto, slide, film, rekaman video, dan/atau lembar petunjuk tercetak. Media pandang dapat ditempatkan di bengkel kerja, laboratorium, atau toko, atau dipersiapkan untuk dapat diambil clan dipelajari kapan saja jika diperlukan. Apabila ~nedia pandang digabungkan dengan lembar petunjuk tercetak yang merangkum suatu pelaksanaan kegiatan atau memberikan informasi mengenai fakta atau informasi tambahan, kita akan mendapatkan paket belajar sendiri yang lengkap tentang suatu pokok bahasan.
11. PaketNekamedia
Seperti yang tercermin dari namanya, paket nekamedia terdir, atas beberapa jenis bahan sumber media, yang dipakai pada waktu bersamaan atau secara berurutan dalam situasi belajar mandiri. Suatu paket biasanya menjelaskan pokok bahasan tunggal dalam sebuah mata ajar. Paket dapat memberikan pengajaran untuk pokok bahasan yang memerlukan foto keadaan sesungguhnya atau lambang berupa diagram dengan penjelasan lisan.
Paket nekamedia yang disiapkan untuk diperdagangkan terdapat dalam berbagai bentuk: slide atau seperangkat carikan film dengan kaset clan bahan cetak yang berkaitan; atau suatu program komputer interaktif/sistem kaset video atau piringan video dengan bahan cetak. Bahan cetak dapat mencakup gabungan antara bacaan, lembar kerja, clan latihan swauji. Di samping itu, perlengkapan clan peralatan mungkin juga merupakan bagian dari seperangkat alat yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan.
Sebagai bagian dari paket ini perlu ada silabus atau pedoman bagi pemakai, yang menjelaskan: (a) sasaran belajar paket, (b) pedoman penggunaan, clan (c) cara menilai hasil penggunaan paket.

About Author

Advertisement

Post a Comment

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

 
Top