Ikhsanudin Ikhsanudin Author
Title: Peran Guru
Author: Ikhsanudin
Rating 5 of 5 Des:
A. Latar Belakang Masalah. Sekolah sebagai pendidikan Formal diselenggarakan secara sengaja, sistematis dan terencana. Program-program pen...
A. Latar Belakang Masalah.
Sekolah sebagai pendidikan Formal diselenggarakan secara sengaja, sistematis dan terencana. Program-program pendidikan diselenggarakan dengan maksud membentuk siswa yang terdiri dari anak-anak yang belum dewasa agar mampu menjalankan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan tingkat umur masing-masing. Pembagian tingkatan sekolah dan kelas selain memudahkan pengendalian dan
penyelenggaraan pendiriikan juga untuk menempatkan siswa-siswi yang setingkat dengan perkembangan kejiwaan masing-masing siswa.
Kedudukan guru dalam kegiatan pembelajaran juga sangat strategis dan menentukan. Strategi guru akan menentukan kedalaman dan keluasaan materi pelajaran, sedangkan bersifat menentukan karena guru yang membuat siswa mengerti bahan pembelajaran yang akan disajikan kepada mereka Salah satu mempengaruhi tugas guru ialah kinerjanya di dalam merencanakan/ merancang, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran.
“Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar,dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar di samping menguasai materi yang akan di ajarkan”.
Kemudian aktivitas guru yang selanjutnya adalah harus selalu melakukan seefektif mungkin perencanaan yang telah dibuat dalam proses pembelajaran, sehingga menciptakan kondisi belajar yang efektif pula, suatu hal yang sesuai dengan yang direncanakan kemudian direalisasikan dengan baik sehingga siswa benar-benar menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang semestinya mereka capai.
Efektifitas guru dalam mengajar perlu diperbaiki dan dikembangkan berdasarkan kelemahan dan kekurangan yang kemungkinan oleh keterbatasan sumber daya yang ada. Pengembangan efektifitas mengajar yang perlu ditingkatkan itu bertitik tumpu pada perencana, sehingga dapat dicari alternatif pemecahan masalah, dan guru dapat meningkatkan hak-hak yang praktis yang dapat dilakukan. Dan hal ini dapat dilakukan dalam evaluasi pembelajaran itu sendiri.
Cara penghidupan suatu bangsa sangat erat hubungannya dengan tingkat pendidikan. Pendidikan bukan hanya sekedar melestarikan kebudayaan serta menanamkannya kepada generasi penerus, akan tetapi juga diharapkan dapat mengubah dan mengembangkan pengetahuan.
Sistem pendidikan sekarang ini bukan saja untuk dapat membaca, menulis maupun mendiriik tenaga administrasi murahan belaka seperti yang dilakukan oleh pemerintah kolonial dulu, akan semakin maju. Kemajuan ini tentunya harus diimbangi dengan pengelola yang berdedikasi tinggi, antara lain “guru”, tugas guru adalah mendidik dan memberikan bimbingan kepada anak-anak didiknya.
“Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah ialah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah itu”.
Untuk itu mengajar dan mendidik merupakan faktor terpenting dalam terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif dan untuk mencapai semua itu guru harus memiliki kesiapan tertulis secara tertulis dan sistematis.
Dalam pada itu peranan guru adalah untuk berusaha meningkatkan evesiensi belajar mengajar. Mengajar merupakan suatu aktivitas untuk menciptakan suatu kondisi untuk menanamkan atau menyiapkan suatu kondisi untuk menyampaikan pengetahuan dan kebudayaan kepada anak didik. sebagai hasil perbuatan tersebut harus berbentuk tiga aspek baik kognitif, afektif maupun psikomotor.
“Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar, kalau belajar dikatakan milik siswa,maka mengajar sebagai kegiatan guru”.
Lalu disini sejauh mana peranan guru wali kelas dalam kaitan dalam kaitan meningkatkan motivasi belajar siswa. Peranan dan fungsi serta tanggung jawab yang ada tidak hanya ditinjau dan satu segi saja, ia harus ada interaksi kependidikan antara guru dan anak didik.
Setiap guru dan petugas pendidikan, pendidikan lain hendaklah benar-benar memahami setiap tujuan yang telah ditetapkan agar memahami jenis kegiatan belajar mengajar yang perlu direncanakan bagi tercapainya tujuan tersebut, guru serta wali kelas merupakan unsur terpenting dalam terselenggaranya pendidikan dengan mutu yang baik disekolah dalam meningkatkan motivasi belajar mereka baik didalam maupun diluar sekolah namun demikian tidak berarti keberhasilan efesiensi belajar, belajar mengajar dalam menteransformasikan pendidikan menuju peningkatan motivasi belajar anak didik tertuju pada pihak semata tapi setidak tidaknya pendidik (guru wali kelas) harus berperan sebagai komunikator, mediator, dan fasilitator.
Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui sejauh mana peranan wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

B. Kerangka Teori.
1. Peranan Wali Kelas.
Kegiatan kelas merupakan inti program pendidikan,dan guru kelas memegang peran penting dalam bimbingan.
”Guru / wali” kelas harus mengetahui bahwa perannya tak terbatas sebagai pengajar saja, tapi juga bertugas membantu siswa, mendorong mereka belajar secara optimal dengan cara memberikan bahan pelajaran yang bermakna bagi mereka dan kesempatan bagi siswa untuk turut menilai dan menentukan langkah – langkah kegiatan.”
jelas bahwa bimbingan tak tak terlepas dari pekerjaan guru di kelas.
Wali kelas mempunyai tanggung jawab melihat sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Penyampaian materi pelajaran hanya salah satu dari berbagai kegiatan dalam belajar mengajar fase dan proses perkembangan siswa. Secara lebih rincinya tugas wali kelas berpusat kepada:
a. Mendidik siswa dengan titik berat memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
b. Memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman belajar yang memadai.
c. Membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti :sikap, penilaian dan penyesuaian diri

Disamping itu perkembangan ilmu dan teknologi serta perkembangan sosial budaya yang berlangsung dengan cepat telah memberikan tantangan setiap individu. Setiap individu senantiasa di tantang untuk menyesuaikan diri sebaik-baiknya. kesempatan belajar mungkin terbuka berbagai sumber dan media, seperti ; surat kabar, radio, televisi, dan sebagainya, Dia pun dapat belajar dalam berbagai kesempatan dan kegiatan diluar jam sekolah. Wali kelas hanya merupakan salah satu di antara berbagai sumber dari berbagai modia belajar. dengan demikian peranan wali kelas dalam belajar ini lebih luas dan lebih mengarah kepada suatu peningkatan motivasi belajar siswa.
Melalui peranannya sebagai wali kelas diharapkan mampu memotivasi siswa untuk senang tiasa belajar dalam berbagai sumber dan media. Guru Wali kelas akan mampu membantu siswa secara efektif, dapat mempergunakan berbagai sumber dan berbagai kesempatan belajar serta media belajar, hal ini berarti guru wali kelas dapat mengembangkan cara dan kebiasaan belajar yang sebaik-baiknya dan juga dapat memberikan fasilitas yang memadai, sehingga siswa dapat belajar secara efektif.
Dan uraian diatas, jelas bahwa peranan guru wali kelas telah meningkatkan dan berbagai pengajar menjadi sebagai direktur (pengarah) belajar. sebagai direktur belajar, tugas dan tanggung jawab guru wali kelas lebih meningkat yang kedalamannya termasuk fungsi guru wali kelas sebagai perencana pengajaran, pengelola pengajaran ,penilai hasil belajar dan sebagai pembimbing.
Sebagai perencana pengajaran, seorang guru wali kelas di harapkan mampu untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif. Untuk itu ia harus mempunyai pengetahuan-pengetahuan yang cukup tentang prinsip mengajar, seperti; merumuskan tujuan, memilih metode, menetapkan evaluasi dan sebagainya. Seorang guru wali kelas akan mampu mengelola seluruh kegiatan proses belajar mengajar dengan menciptakan kondisi belajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa dapat belajar secara efektif dan efesien. Fungsinya sebagai penilai hasil belajar murid seorang guru senantiasa belajar terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dan waktu ke waktu.
Informasi yang diperoleh melalui evaluasi ini akan merupakan umpan balik terhadap hasil belajar mengajar dan dijadikan sebagai titik tolak untuk mencapai, memperbaiki dun meningkatkan proses belajar selanjutnya. Dengan demikian proses belajar mengajar akan senantiasa meningkatkan tens menerus dalam mencapai hasil yang optimal.
Selanjutnya dalam peranannya sebagai direktur belajar, hendaknya guru wali kelas senantiasa berusaha untuk menimbulkan, memelihara, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.
“istilah motivasi menunjuk kepada semua gejala yang tergantung dalam stimulasi tindakan kearah tujuan tertentu dimana sebelumnya tidak ada gerakan menuju kearah tujuan tersebut”.
beberapa penelitian menunjukkan bahwa motif berperestasi mempunyai kolerasi positif dan cukup berarti terhadap pencapaian prestasi belajar. Hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar banyak ditentukan oleh tinggi rendahnya motif berprestasi. Dalam hubungan ini guru mempunyai fungsi sebagai motivator dalam keseluruhan belajar mengajar. Ada empat hal yang dapat dikerjakan guru dalam memberikan motivasi ini yaitu:
a. Membangkitkan dorongan siswa untuk belajar
b. Menjelaskan secara konkrit kepada siswa apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran,
c. Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai prestasi yang lebih baik di kemudian hari,
d. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
Sebagai direktur belajar, pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar tidak hanya melalui pendekatan intruksional akan tetapi disertai dengan pendekatan pribadi. Melalui pendekatan pribadi diharapkan guru dapat mengenal dan memahami siswa secara lebih mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruhan proses belajar mengajarnya. Dengan perkataan lain, sebagai direktur belajar sekaligus berperanan sebagai pembimbing dalam prose belajar mengajar. Sebagai pembimbing dalam belajar, guru diharapkan mampu untuk:
1. Mengenal dan memahami siswa baik secara individu maupun kelompok
2. Memberi penerangan kepada siswa mengenai hal-hal yang diperlukan dalam proses belajar;
3. Memberikan kesempatan yang memadai agar siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan pribadinya
4. menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.

Untuk itu para guru hendaknya memahami prinsip-prinsip bimbingan dan menerapkan dalam proses belajar mengajar.(Slameto, 100 2003)

2. Motivasi Belajar Siswa
Pengertian motivasi belajar siswa
“ Kata “Motif” di artikan sebagai daya upaya mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat di katakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.
Menurut ”Mc.Donald”, Motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang di tandai dengan munculnya “feeling” dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang timbul dan hasil latihan seorang individu dan tidak tahu menjadi tahu.
Dalam kegiatan belajar maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dan hasil kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

“Belajar meliputi tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penguasaan kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian social, bermacam-macam keterampilan dan cita-cita”.

“Motivasi belajar siswa adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya yang has adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. siswa yang mempunyai motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar”.
Dalam hubungan dengan kegiatan belajar, yang penting bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan siswa itu melakukan aktivitas belajar. dalam hal ini sudah tentu peran guru sangat penting. Bagaimana guru melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberikan motivasi agar anak didiknya melakukan aktivitas belajar dengan baik. Untuk dapat belajar dengan baik diperlukan proses dan motivasi yang baik pula.
Seorang siswa yang memiliki intelegensia cukup tinggi, mental (bisa jadi) gagal karena kekurangan motivasi. Hasil belajar itu akan optimal kalau ada motivasi yang tepat. Bergayut dengan ini maka kegagalan belajar siswa jangan begitu saja mempersalahkan pihak siswa, sebab mungkin saja guru tidak berhasil dalam memberi motivasi yang mampu membangkitkan semangat dan kegiatan siswa untuk belajar. jadi tugas guru bagaimana mendorong para siswa agar pada dirinya tumbuh motivasi.
Memberi motivasi kepada seorang siswa, berarti menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu. Pada awalnya akan menyebabkan subjek belajar itu merasa ada kebutuhan dan ingin melakukan sesuatu kegiatan belajar.
Seseorang melakukan aktivitas belajar itu didorong oleh adanya faktor-faktor kebutuhan biologis, instink, unsur-unsur kejiwaan yang lain serta adanya pengaruh perkembangan budaya manusia. Untuk belajar sangat diperlukan motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran tersebut, jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.
Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapain prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. “Motivasi yang mempunyai daya penggerak yang besar biasanya adalah motivasi yang bersifat intrisk”.
Yang dimaksud dengan motivasi menurut pan pakar dalam Ramayulis seperti:
a. crider, motivasi adalah sebagai hasrat, keinginan dan minat yang timbul dari seseorang dan langsung ditujukan kepada suatu objek.
b. Nasution, motivasi siswa adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga siswa itu mau melakukan apa yang dapat dilakukannya.
c. Richer.A.Fear, motivasi yang dimiliki seseorang akan menentukan keberhasilan suatu pekerjaan, sekalipun aktivitas tersebut ditunju oleh pembawaan, bakat dan keterampilan.

Dalam proses belajar haruslah memperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau mempunyai motif berpikir atau memusatkan perhatian, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan menunjang belajar.
Motivasi dapat ditananamkan kepada siswa dengan can memberikan latihan-latihan atau kebiasaan yang kadang-kadang juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Dari uraian di atas jelas bahwa motif yang kuat sangatlah perlu dalam belajar, dalam membentuk motif yang kuat itu dapat dilaksanakan dengan adanya latihan-latihan dan pengaruh lingkungan dengan memperkuat, jadi latihan itu sangatlah perlu dalam belajar, fungsi motivasi meliputi sebagai berikut :
a. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tampa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar.
b. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan kearah pencapaian tujuan yang diinginkan.
c. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya sebuah motivasi akan membentuk cepat Iambatnya suatu pekerjaan.

Motivasi sebagai sebuah proses mengantar siswa kepala pengalaman yang memungkinkan mereka dapat belajar sebagai proses motivasi mempunyai fungsi antara lain:
a. Memberi semangat dan mengaktifkan murid agar tetap berminat dan siaga.
b. Memusatkan perhatian siswa tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian belajar.
c. Membantu memenuhi kebutuhan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang.

Selanjutnya menurut Ramayulis ada beberapa can oleh seorang guru untuk menarik minat siswa seperti:

a. Cara belajar siswa yang baik.
b. Alat peraga yang cukup.
c. Intonasi yang tepat dan humor.
d. Mungkin juga dengan menggunakan contoh yang tepat, up to date dan sebagainya.

Pengaruh suasana kelas (Sosial Cliwate) terhadap din anak, ada tiga macam:
a. Suasana otokratis. Guru wali kelas banyak memegamng tanggingjawab.
b. Suasana praktis, anak lebih memegang tanggung jawab, lebih ramah, suka bekerja sama, suka memberi saran dan menghargai temannya.
c. Suasana Laissez Faire. Agak agresif dan bermusuhan.

Peranan wali kelas yang kondusif dan efektif diharapkan dapat menimbulkan motivasi siswa dalam belajar. dengan demikian guru wali kelas dan guru-guru hendaknya memperhatikan dengan serius tentang peningkatan motivasi belajar siswa agar dapat tercapai peroses tujuan pembelajaran

About Author

Advertisement

Post a Comment

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

 
Top