Perkembangan Peserta Didik

| 19:38 |
A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDUAL PESERTA DIDIK
Menurut A.E Sinolungan (1997) Istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan ukuran fisik yang kuantitatif makin lama semakin besar atau panjang. Ada pun istilah perkembangan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahyan aspek psikologi dan social, sedangkan menurut Ahmad Thonthowi (1993), mengartikan pertumbuhan sebagai perubahan jasad yang meningkat dalam ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan (multiplication) sel-sel, dan C.P. Chalplin (2002), mengartikan
pertumbuhan sebagai satu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari bagian-bagian tubuh atau dari organisme sebagai suatu keseluruhan. Dari beberapa pengertan tersebut dapat dsipahami bahwa istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu: peningkatan dalam ukuran dan struktur seperti pertumbuhan badan, pertumbuhan kaki, pertumbuhan kepala, jantung, paru-paru,dll.
Hukum-hukum perkembangan
1. Hukum kesatuan organis
Menurut hukum ini anak adalah satu kesatuan organis, bukan suatu penjumlahan atau suatu kumpulan unsur yang berdiri sendiri. Pertumbuhan dan perkembangan adalah differensiasi atau pengkhususan dari totalitas pada unsur-unsur atau bagian-bagian baru, bukan kombinasi dari unsur-unsur atau bukan suatu kumpulan dari bagian-bagian.
2. Hukum tempo perkembangan
Menurut hukum ini, setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sendiri-sendiri. Artinya, ada anak yang mengalami perkembangan cepat, sedang, dan lambat.

3. Hukum irama
Hukum irama berlaku untuk setiap manusia, baik perkembangan jasmani maupun rohani tidak selalu dialami perlahan-lahan dengan urutan-urutan yang teratur, melainkan merupakan gelombang-gelombang besar dan kecil silih berganti.
4. Hukum masa peka
Masa peka adalah suatu masa ketika fungsi-fungsi jiwa menonjolkan diri keluar, dan peka akan pengaruh rangsangan yang datang. Menurut Maria Montessori asal Italia ini berpendapat bahwa masa peka merupakan masa pertumbuhan ketika suatu fungsi jiwa mudah sekali dipengaruhi dan dikembangkan.
5. Hukum rekapitulasi
Menurut hackle asal jerman ini menyebut hukum ini hukum biogenetis. Dalam hukum rekapitulasi ini perkembangan jasmani individu merupakan ulangan dari perkembangan jenisnya. Dengan kata lain, otogenese adalah rekapitulasi dari phylogenese. Otogenese adalah perkembangan individu sedangkan phylogenese adalah kehidupan nenek moyang suatu bangsa.
6. Hukum mempertahankan dan mengembangkan diri
Dalam diri anak terdapat hasrat dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan diri. Hasrat mempertahankan diri terlihat dalam bentuk-bentuk nafsu makan dan minum, menjaga keselamatan diri. Sedangkan hasrat pengembangan diri seperti hasrat ingin tahu, mengenal lingkungan, ingin bergerak, kegiatan bermain-main, dan sebagainya.
7. Hukum predistinasi

Menurut hukum predistinasi berarti betapapun sempurnanya pembawaan, bakat, dan sifat-sifat keturunan, betapapun baiknya lingkungan dan pemeliharaan anak, serta betapapun lengkapnya sarana dan sumber penghidupan, tetapi proses dan jalan perkembangan tidak akan berlangsung sebagaimana yang dikehendaki manusia seandainya nasib tidak membawanya demikian atau jika tidak di izinkan Allah.s
Proses perkembangan merupakan suatu evolusi yang secara umum adalah sama pada setiap anak. Perbedaan-perbedaan individual dimungkinkan terjadi karena faktor-faktor pembawaan, pengalaman dalam lingkungan, dan fakor laoinya, seperti iklim, sosiologis, dan ekonomis.
Setiap individu mengalami pertumbuhan fisik dan nonfisik yang meliputi aspek-aspek intelek, emosi, bahasa, bakat khusus, nilai, dan moral, serta sikap. Pokok-pokok pertumbuhan dan perkembangan yaitu:
1. Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik manusia merupakan perubahan fisik dari kecil atau pendek menjadi besar dan panjang, yang prosesnya terjadi sejak lahir hingga dewasa.
a. Pertumbuhan sebelum lahir
Manusia dimulai dari proses pembuahan ( pertemuan sel telur dan sperma ) yang membentuk suatu sel kehidupan,yang yaitu embrio. Embrio yang telah berusia satu bulan berukuran sekitar setengah sentimeter. Pada umur dua bulan, ukuranya membesar menjadi dua setengah sentimeter yang disebut janin atau fetus. Satu bulan kemudian (kandungan telah berumur 3 bulan), janin trersebut telah terbentuk menyerupai bayi dalam ukuran kecil.
Masa sebelum lahir merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk system yang lengkap. Pertumbuhan dan perkembangan janin berakhir setelah kelahiran. Kelahiran merupakan kematangan biologis dan jaringan syaraf masing-masing telah mampu berfungsi secara mandiri.
b. Pertumbuhan setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan dari pertumbuhan sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. Dalam tahun pertama pertumbuhannya, ukuran panjang badan bertambah sekitar sepertiga dari panjang semula, sedangkan berat badannya bertamabah sekitar tiga kalinya. Sejak lahir sampai umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan individu dari pertumbuhan yang kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia.
Pertumbuhan dan perkembangan fungsi biologis setiap orang memiliki pola urutan yang teratur. Ahli psikologi menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan fisik anak pada umumnya memiliki pola yang sama dan menunjukkan keteraturan. Secara umum pertumbuhan fisik anak dapat dibagi menjadi empat periode utama, dua periode ditandai dengan pertumbuhan yang cepar, dan dua periode lainnya dicirikan oleh pertumbuhan yang lambat.

2. Perkembangan intelek
Intelek atau daya piker seseorang berkembang sejalan dengan pertumbuhan syaraf otaknya. Karena daya pikir menunjukkan fungsi otak, kemampuan intelektual dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik.
Menurut Piaget, perkembangan kognitif seseorang mengikuti tahapan berikut ini:
a. Masa sensori motoric (0-2.5 tahun)
Masa ini adalah masa ketika bayi menggunakan system penginderaan dan aktifitas motoric untuk mengenal lingkungannya.
b. Masa pra-operasional (2 – 7 tahun)
Ciri khas masa ini adalah kemampuan anak dalam menggunakan symbol yang mewakili suatu konsep.
c. Masa konkreto pra-rasional (7 – 11 tahun)
Pada tahap ini anak sudah dapat melakukan berbagai tugas yang konkrit dan mulai mengembangkan tiga macam operasi berpikir yaitu identifikasi, negasi, dan reprokasi.
d. Masa operasional (11 – dewasa)
Pada tahap ini ia mampu mengambil kesimpulan dari suatu pernyataan.

3. Perkembangan emosional
Emosi atau perasaan merupakan salah satu potensi kejiwaan yang khas dimiliki oleh manusia. Pada awal pertumbuhannya yang dibutuhkan bayi adalah kebutuhan primer, yaitu makan, minum dan kehangatan tubuh. Apabila tidak terpenuhi bayi akan menangis. Jadi emosi merupakan perasaan yang disertai oleh perubahan atau perilaku fisik.

4. Perkembangan sosial
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya setiap individu tidak dapat berdiri sendiri tapi memerlukan bantuan individu lainnya. Pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik kepada teman sebaya yang sama jenis kelaminnya. Selanjutnya manusia mengenal kehidupan bersama, berkeluarga, dan bermasyarakat, atau berkehidupan social.



5. Perkembangan bahasa
Fungsi pokok bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan dengan sesama.bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak,dan suara untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kepada orang lain
Berbicara adalah bahasa lisan. Dalam perkembangan awal berbahasa lisan, bayi menyampaikan isi pikiran atau perasaannya dengan menangis,tersenyum, atau ocehan.iamenangis atau mungkin menjerit jika tidak senang atau sakit dan mengoceh atau meraba jika sedang senang.syarat itu semakin lama semakin jelas hingga ia mampu menirukan bunyi – bunyi bahasa yang di dengarnya.
Perkembangan lebih lanjut, yang telah berusia 6 – 9 bulan, ia mulai berkomunikasi dengan satu kata atau dua kata, seperti mama, maem dan sebagainya.
6. Bakat khusus
Bakat adalah kemampuan khusus yang di miliki oleh setiap individu yang memerlukan rangsangan atau latihan agar berkembang dengan baik.
7. Sikap, nilai, dan moral
Bloom (woofolk dan nicolich, 1984:390)mengemukakan bahwa tujuan akhir proses belajar, yaitu penguasaan pengetahuan (kognitif ), penguasaan nilai dan sikap (efektif), dan penguasaan,keterampilan (psikomotorik).masa bayi masih belum mempersoalkan masalah moral karena dalam kehidupannya belum di kenal hierarki nilai dan suara hati,serta perilakunya belum di bimbing oleh nilai – nilai moral, sedangkan menurut Santrock, 1995 perkembangan moral adalah perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang harus dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain.
Semakin tumbuh berkembang fisik dan psikisnya,ia mulai memperkenalkan terhadap nilai – nilai di tunjukkan hal – hal yang boleh dan yang tidak boleh.menurut piaget, pada awalnya, pengenalan nilai dan pola tindakan itu masih bersifat paksaan,dan anak belum mengetahui maknanya. Hal ini terjadi karena perkembangan itu sendiri merupakan suatu proses perubahan yang kompleks, melibatkan berbagai unsur yang melibatkan berbagai unsur yang saling berpengaruh satu sama lain.
Sifat individual adalah sifat yang berkaitan dengan karakteristik perseorangan atau yang berkaitan dengan perbedaan individual sifat orang yang satu berbeda dengan sifat orang lain.
1. Bidang-bidang perbedaan individual
Umur kronologis sebagai faktor yang mewakili tingkat kematangan seseorang hendaknya dilihat sebagai aspek perbedaan individual. Faktor kecakapan khusus perlu dipertimbangkan, terutama dalam mempelajari hal-hal yang memerlukan kemampuan mental yang tinggi.


a. Perbedaan individual peserta didik
Perkembangan bagi setiap anak sebagai individu mempunyai sifat yang unik.saufrock dan yussen menyatakan sebagai berikut, “Eas us develops some other individual, and like individual, like some other invidual, and like no other individual”.
Maksudnya bahwa tiap-tiap invidu berkembang dengan cara tertentu, seperti individu lain, dan seperti tidak ada invividu yang lain.
Garry 1963 ( oxendine, 1984: 317) mengelompokan perbedaan individual kedalam bidang-bidang berikut ini.
a. Perbedaan fisik, seperti usia, berat badan, jenis kelamin, pendengaran, dan kemampuan bertindak.
b. Perbedaan social,seperti status ekonomi, agama, hubungan keluarga dan suku.
c. Perbedaan kepribadian, seperti watak, minat, motif, dan sikap.
d. Perbedaan intelegensi dan kemampuan dasar.
e. Perbedaan kecakapan disekolah
Perbedaan fisik bukan saja terbatas pada ciri-ciri yang dapat diamati dengan panca indra,seperti tinggi badan warna kulit, jenis kelamin, nada suara, dan bau keringat. Gejala yang dapat diamati bahwa mereka menjadi lebih atau kurang dalam bidang tertentu dibandingkan dengan yang lainya.

a. Perbedaan kognitif
Proses belajar mengajar adalah upaya menciptakan lingkungan yang positif yang direncanakan untuk mengembangkan faktor dasar yang dimiliki seseorang. Menurut blom, proses belajar, baik disekolah maupun diluar sekolah menghasilkan tiga kemampuan yang dikenal sebagai taxonomi blom, yaitu kognitif, efektif, dan psikomotorik. Menurut Myers (1996) Kognitif adalah istilah umum yang mencakup segenap mode pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penilaian, dan penalaran.sedangkan menurut chaplin (2002), dijelaskan bahwa kogniif adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan, mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga, dan menilai.



b. Perbedaan dalam kecakapan bahasa
Bahasa merupakan salah satu kemapuan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yaitu untuk menyatakan pikiran dan perasaanya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang bermakna dan sistematis. Kemampuan berbahasa ini berbeda antara satu individu dan individu lainya, serta sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan. Faktor lain yang juga penting adalah faktor fisik, terutama organ berbicara.

c. Perbedaan dalam kecakapan motoric
Kecakapan motoric atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja saraf motoric yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan berbagai kegiatan.
Semakin dewasa seseorang, semakin matang pula fungsi-fungsi fisiknya. Kemampuan motoric dipengaruhi oleh kematangan pertumbuhan fisik dan tingkat kemamouan berfikir seseorang. Karena kematangan pertumbuha fisik dan berfikir setiap orang berbeda-beda.

d. Perbedaan dalam latar belakang
Latar belakang keluarga,baik dilihat dari segi sosio ekonomi maupun social kultural adalah berbeda-beda.perbedaab latar belakang dan pengalaman dapat memperlancar atau menghambat kemampuan atau prestasi seseorang. Pengalamn belajar yang dimiliki anak dirumah mempengaruhi kemauan dan keterampilan untuk berpretasi dalam situasi belajar yang disajikan. Minat dan sikapnya terhadap mata pelajaran tertentu, kecakapan atau kemauan untuk berkonsentrasi pada bahan pelajaran, dan kebiasaan-kebiasaan belajrar merupakan faktor-faktor perbedaan individual diantara para siswa.
e. Perbedaan bakat
Bakat adalah kemampuan khusus yang dibawa atau dimiliki seseorang sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang secara baik apabila mendapatkan rangsangan dan latihan secara tepat.sebaliknya,bakat itu tidak akan berkembang jika lingkungan tidak memberi kesempatan, dalam arti tidak ada rangsangan dan latihan yang baik. Dalam hal pengembangan bakat ini, makna pendidikan menjadi sangat penting artinya.
f. Perbedaan dalam kesiapan belajar
Perbedaan individual tidak hanya disebabkan oleh keragaman, kematangan, tetapi juga oleh keragaman latar belakang sebelunya. Anak berusia 6 tahun yang memasuki sekolah dasar kelas satu mungkin berbeda satu, dua, bahkan 3 tahun dalam tingkat kesiapan untuk mengambil manfaat dari pendidikan formal.
2. Perbedaan individual yang unik
Setiap invidu adalah khas/ unik artinya, ia memiliki perbedaan dengan lainya. Perbedaan itu bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berfikir dan cara merespon atau mempelajari hal baru.
a. Otak sebagai pusat belajar
Otak manusia merupakan kumpulan masa protoplasma yang paling kompleks yang terdapat dalam alam semesta. Otak dapat berfungsi aktif dan reaktif kurang lebih 100 tahun. Dan otak sebagai pusat belajar sehingga harus dijaga agar terhindar dari kerusakan.
Menurut Maclean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain ( dalam deporter dan henarcki,2001). Bagian pertama yaitu batang otak, bagian kedua system limbik, dan bagian ketiga neokorteks. Batang otak bertanggung jawab atas fungsi motoric-sensorik pengetahuan fisik yang berasal dari panca indra.
System limbik berfungsi menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. System ini juga mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperature, kimia tubuh, metabolissme, dan istem kekebalan. System limbik, panel control, dalam penggunaan informasi, dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman, sebagai input yang kemudian informasi ini disampaikan kepemikir dalam otak yaitu neokorteks. Neokorteks tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia.

b. Karakteristik cara belajar
Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola, dan menyampaikan informasi, cara belajar individu dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai oleh prilaku tertentu.
Ciri-ciri prilaku individu dengan karakteristik cara belajar yang disebutkan diatas, menurut pendapat deporter dan hemacki ( 2001 )
1. Karakteristik prilaku individu dengan cara belajar visual
Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri prilaku sebagai berikut:
a. Rapi dan teratur
b. Berbicara dengan cepat
c. Mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik
d. Teliti dan rinci
e. Mementingkan penampilan
f. Medah mengingat apa yang dilihat dari pada apa yang didengar
g. Mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual
h. Pembaca yang cepat dan tekun
i. Lebih suka membaca dari pada dibacakan
j. Sulit menerima intruksi verbal
k. Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain dll

2. Karakteristik prilaku individu dengan cara belajar auditorial
Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandao dengan ciri-ciri prilaku seperti dibawah ini:
a. Sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja
b. Mudah tertganggu oleh keributan atau suara brisik
c. Lebih senang mendengarkan dari pada membaca
d. Suka membaca dengan suara keras
e. Lebih suka humor
f. Berbicara sangat fasih
g. Kesulitan jika menulis sesuatu
h. Senang berbicara, diskusi,dan menjelaskan
i. Suka seni music dll

3. Karakteristik prilaku individu dengan cara belajar kinestetik
Individu yang memiliki kemampuan cara belajar kinestetik dengan baik ditandai oleh :
a. Berbicara dengan perlahan
b. Menanggapi perhatian fisik
c. Banyak gerak fisik
d. Memiliki perkembangan otot yang baik
e. Banyak menggunakan bahasa tubuh
f. Belajar dengan praktik langsung

Butuh dengan artikel ini? Silahkan Download :


Perkembangan Peserta Didik
Bagikan: Google+ Linkedin Technorati Digg
thumbnail Posted by: Din Ikhsanudin IKHSANUDIN Updated at : 19:38
The item being reviewed 4 5 24

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke ikhsanudin.com. Jangan lupa tinggalkan komentar