Ikhsanudin Ikhsanudin Author
Title: Defenisi Disiplin Belajar
Author: Ikhsanudin
Rating 5 of 5 Des:
1. Disiplin Belajar a. Defenisi Konseptual Disiplin berasal dari kata yang sama dengan “disciple” yakni seorang yang belajar dari atau ...
1. Disiplin Belajar
a. Defenisi Konseptual
Disiplin berasal dari kata yang sama dengan “disciple” yakni seorang yang belajar dari atau secara suka rela mengikuti seorang pemimpin. Orangtua dan guru merupakan pemimpin dan anak merupakan murid yang belajar dari mereka. Cara hidup yang menunjukkan hidup yang berguna dan bahagia.
“Disiplin merupakan cara masyarakat mengajar anak perilaku moral yang disetujui kelompok”.
Disiplin berarti tata tertib. “Orang yang berdisiplin adalah orang yang mematuhi tata tertib. Disiplin dalam arti lain yang dimaksudkan adalah ketaatan atau perilaku yang sesuai”.

Peck menjelaskan bahwa “disiplin adalah seperangkat alat dasar yang diperlukan untuk memecahkan segala masalah hidup”.
“Disiplin dalam arti luas mencakup setiap macam pengaruh yang ditunjukkan untuk membantu peserta didik agar dia dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan juga penting tentang cara menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditujukan peserta didik terhadap lingkungannya”.
“Disiplin ada yang mengartikan sebagai hukuman, pengawasan, pemaksaan, kepatuhan, latihan, kemampuan tingakah laku”. Tanpa disiplin tidak ada masalah yang dapat diselesaikan. Dengan disiplin yang teguh, semua masalah dapat diatasi.
Slameto mengatakan “belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
“belajar merupakan proses orang memperoleh kecakapan, keterampilan, dan sikap”.
“Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetai lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan”.
Jadi, “disiplin belajar adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban”.
b. Definisi Operasional
Disiplin adalah usaha seseorang untuk menciptakan keadaan tenang, tenteram atau keteraturan sikap maupun tindakan seseorang. Siswa yang disiplin adalah siswa yang mentaati peraturan yang ada sehingga dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
Disiplin seorang siswa dapat dilihat dari ketepatan waktu dalam memasuki kelas, kepatuhan terhadap peraturan-peraturan sekolah serta melaksanakan tata tertib dan taat terhadap kebijakan yang berlaku dalam pelaksanaan proses pembelajaran khususnya belajar matematika.
Disiplin merupakan suatu cara yang digunakan oleh guru untuk
mendidik dan membentuk perilaku siswa menjadi orang yang berguna dan berprestasi tinggi dalam bidang pelajaran.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar dalam penelitian ini adalah sikap siswa yang terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai – nilai ketaatan, dan keteraturanberdasarkan acuan nilai moral individu untuk memperoleh perubahan tinglah laku yang mencakup perubahan berfikir, sikap dan tindakan yang sesuai dengan standar social.

2. Hasil Belajar
a. Defenisi Konseptual
Hasil belajar merupakan perubahan sikap dan tingkah laku manusia setelah melalui pembelajaran.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dalam bukunya yang berjudul Prestasi belajar dan kompetensi guru , “Hasil belajar merupakan kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan pada diri individu sebagai hasil dari aktifitas belajar”.
Selanjutnya dalam buku teori motivasi dan pengukuran analisis di bidang pendidikan karangan Hamzah B. Uno mengatakan “ hasil belajar merupakan pengalaman yang diperoleh siswa dalam bentuk kemampuan-kemampuan tertentu”.
Begitu pula Nana Sudjana mengatakan dalam buku penilaian hasil belajar mengajar “hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa”.
Dari beberapa pengertian diatas dapat diterangkan bahwa hasil belajar yang mengakibatkan perubahan tingkah laku dan dinyatakandalam bentuk angka dan huruf.
“Hasil belajar terdiri dari beberapa aspek, sehubungan dengan ini Bloom memberikan taksonomi sebagai berikut:
1) Ranah Kognitif
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk ranah kognitif. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi, keenem jenjang yang dimaksud adalah:
a) Pengetahuan/hafalan/ingatan.
b) Pemahaman
c) Penerapan (aplikasi)
d) Analisis (pengkajian)
e) Sintesis
f) Evaluasi (penilaian)
2) Ranah Afektif
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif ini dibagi kedalam lima jenjang, yaitu:
a) Menerima atau memprhatikan (receiving atau attending)
b) Menanggapi (responding)
c) Menilai = menghargai (valuing)
d) Mengatur atau mengorganisasikan (organizing)
e) Karakteristik dengan suatu nilai atao komplek nilai
3) Ranah Psikomotor
Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu”.

b. Defenisi Operasional
Belajar merupakan suatu proses dimana seseorang berusaha untuk memperoleh suatu perubahan yang relatif mantap dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Anak yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional.
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar tersebut dipengaruhi oleh factor yang berasal dari dalam diri anak dan factor yang berasal dari lingkungan.
Faktor yang berasal dari dalam diri ada empat yaitu:
1. Motivasi atau nilai-nilai
2. Harapan atau berhasil
3. Intelegensi dan penguasaan awal
4. Evalusi kognitif terhadap kewajaran atau eadilan konsekuensi
Faktor yang berasal dari lingkungan ada tiga yaitu:
1. Rancangan dan pengelolaan motivasional
2. Rancangan dan pengelolaan kegiatan belajar
3. Rancangan dan pengelolaan ulangan penguatan
Jangan Lupa berikan komentar Anda tentang blog ini, ataupun tentang posting ini.

About Author

Advertisement

Post a Comment

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

 
Top