keterampilan berbahasa Indonesia

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Suatu pelajaran keterampilan berbahasa Indonesia SD merupakan mata kulianh yang sangat dibutuhkan oleh Anda sebagai guru bahasa. Supaya memperoleh penguasaan yang baik terhadap pelajaran keterampilan berbahasa Indonesia SD ini.
Ada baiknya jika kita mencoba membandingkan antara pelajaran keterampilan berbahasa Indonesia SD dengan pelajaran lain.
B. Rumusan Masalah
Pelajaran keterampilan berbahasa Indonesia SD merupakan salah satu pelajaran yang memiliki aspek-aspek keterampilan yaitu berbicara, menyimak, menulis dan membaca. Dan dalam pengiriman pesan, antara penerima sebaiknya memiliki keterampilan dalam melakukan proses encoding dan decoding.
Sedangkan dalam pelajaran IPA ataupun IPS, pelajaran ini sangat dominan dengan lingkungan dan sejarah-sejarah makhluk di dunia namun, tak lepas dari kemampuan membaca dan keterampilan berbahasa sangatlah penting perbandingan antara keduanya adalah:
- Tanpa bisa membaca atau keterampilan menyimak, mendengarkan, mencerna dan berbicara maka pelajaran apapun yang lain akan sulit dimengerti dan dipahami.
- Keterbatasan kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap studi lain. Contoh:
Dalam setiap studi terdapat banyak tulisan-tulisan atau nama tempat, binatang dan lain-lain, kalau kita tidak bisa membaca dengan baik dan tentu kita tidak memahami apa arti dan tujuan dari bacaan tersebut.
- Kompetensi membaca jelas sangatlah berpengaruh besar terhadap pelajaran atau studi lain.
- Tanpa kemampuan kompetensi membaca maka studi lain akan sia-sia kita pelajari karena akan sangat sulit untuk kita pahami dan kita cerna.
Oleh karena itu untuk mengetahui hubungan yang tepat dalam kompetensi membaca dengan pelajaran MTK, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dan apa perbedaan antara kedua pelajaran ini?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan pelajaran keterampilan berbahasa Indonesia dalam kompetensi membaca dengan bidang studi lain.
2. Untuk menganalisis pelajaran ini.

D. Manfaat Penelitian
Sedangkan manfaat yang diharapkan setelah selesainya penelitian ini adalah:
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjdi masukan untuk dosen, pelajaran keterampilan berbahasa Indonesia SD yaitu bapak A. Rasyid Ali, S.Pd., M.Pd.
2. Sebagai bahan tambahan ilmu dan penulis dapat menyelesaikan masalah yang sama pada masa yang akan datang dengan penelitian sendiri.
3. Hasil penelitian ini diharapkan secara relatif juga dapat digunakan sebagai perbandingan bagi pelajaran-pelajaran dalam menghadapi permasalahan yang sama.


E. Ruang Lingkup Penelitian
Agar penelitian ini lebih terarah dan tepat sasaran maka penulis memberikan batasan dalam ruang lingkup penelitian yang meliputi:
1. Bidang : Anak SD dan SDM para guru-guru
2. Fungsi : Untuk pembelajaran ajar di SD
3. Aspek : Perbandingan antara kompetensi membaca
4. Objek : Pelajaran keterampilan berbahasa Indonesia SD dengan kompetensi membaca dengan bidang studi lain
5. Waktu :



LANDASAN TEORI


Untuk memperoleh penelitian ini dan berkaitan dengan masalah yang akan dibahas:
1. Pengertian keterampilan berbahasa Indonesia dengan kompetensi membaca dengan bidang studi lain.
a. Menurut Lundsteen dalam Tompik Hosskinsin 1991: proses menyimak merupakan proses interaktif yang mengubah bahasa lisan menjadi makna dalam pikiran.
b. Soedjianto 1983: kemampuan mengenal, membedakan dan menerapkan struktur tata bahasa sesuai dengan maknanya yang tepat termasuk juga struktur frase dan idiom-idiom yang ada.
c. Buku-buku pelajaran yang ada di SD dan buku di perpustakaan dan teori-teori yang di dapat di lapangan.
d. Logika-logika yang jelas dan fakta-fakta yang di dapat dan dapat diterapkan.
e. SDM tentang pemahaman kompetensi membaca dan studi lain.

METODE PENELITIAN


1. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan maka pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Penelitian lapangan
Dilakukan langsung objek seperti para guru-guru dan anak SD kelas VI dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan lisan.

b. Penelitian kepustakaan
Memperoleh dari buku-buku tentang masalah-masalah yang diteliti.

2. Jenis Data
a. Data primer
Data yang langsung diperoleh dari hasil wawancara dengan kepsek, guru-guru dan anak-anak SD.

b. Data sekunder
Data-data yang terdapat dalam berbagai buku-buku


TINJAUAN UMUM


a. Sejarah Singkat
Terdahulu orang mempelajari sesuatu dengan gerak ataupun gaya-gaya lain karena bahasa belum bisa mereka kuasai namun reptil makhluk hidup sudah ada jauh sebelum itu. Setelah bahasa dibakukan di Indonesia khususnya baru mereka bisa mempelajari arti dari bahasa dan mempelajari tentang makhluk hidup dan keadaan alam ini dengan perantara bahasa yang kita kuasai dalam penyampaiannya tak luput dan keterampkilan data dalam berbahasa Indonesia.
Dengan kemampuan kita berbahasa Indonesia maka kita dapat melakukan pengembangan diri secara atau dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini. Misal melalui internet dan media lain dan kita akan lebih mudah untuk mengetahui perbandingan antara keduanya.

b. Analisis Pelaksanaan Antara Kedua Bahasan Antara Kompetensi Membaca Dengan Bidang Studi Lain
- Dasar kompetensi membaca
Kompetensi membaca sangatlah penting dan menjadi dasar untuk mempermudah pemahaman dan memperlancar pengenalan suatu masalah atau tujuan dari suatu topik. Dalam pelajaran IPA misal, kompetensi membaca adalah salah satu hal yang terpenting karena dengan kita berketerampilan dalam berbahasa sehingga apa yang kita baca dan yang akan kita terapkan ke anak-anak SD akan mudah dicerna dan dipahami oleh mereka.

- Pelaksanaan kompetensi membaca dengan studi lain
Dalam pelaksanaan kita membaca suatu makalah, proposal, koran dan buku-buku lainnya, pelaksanaan kompetensi pembaca, sudah pasti sangat dibutuhkan apa lagi dalam berbicara sehari-hari, sedangkan dalam pelajaran studi lain kita cuma menerapkannya dalam suatu ajaran ataupun melakukan praktek-praktek tertentu namun tidak terlaksana semua itu tanpa keterampilan berbahasa.

- Kendala-kendala pelaksanaan kompetensi membaca dengan studi lain
Tidak banyak terdapat kendalam dalam penelitian ini kalau kita pintar atau bisa melaksanakan kompetensi membaca maka studi lain sudah tentu akan mudah pula kita pahami.
Untuk memperkecil kendala-kendala ini maka kita sebagai guru harus memahami betul pelajaran bahasa Indonesia dan agar mudah kita memberikan pelajaran-pelajaran lain kepada para murid.




FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANTARA KOMPETENSI MEMBACA DAN STUDI LAIN
a. Faktor umum
Telah kita ketahui perbandingan antara keduanya secara umum faktor yang mempengaruhinya adalah kemampuan guru-guru dalam pemahaman keterampilan berbahasa yang mereka miliki dan daya serap dari para guru-guru juga tidak luput dari SDM guru tersebut karena tanpa SDM yang handal maka sia-sialah semua apa yang dipelajari.

b. Faktor lainnya
1. Kendala usia
2. Kendala skill atau daya tangkap
3. Kendala keterbatasan pengetahuan tentang tekhnologi
4. Komunikasi informasi yang tidak memadai atau kurang mengerti tentang tekhnologi canggih

c. Faktor media
- Kurangnya kemampuan guru-guru tentang pengetahuan dunia maya dan tidak adanya pelajaran di UT yang mempelajari itu semua


PENUTUP


 Kesimpulan
Dalam uraian topik-topik yang terdahulu ada beberapa poin yang dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Dalam kurun waktu 5 tahun saya mengajar dan apa-apa yang saya dapat dan pelajari, banyak sekali konsep dasar pemahaman yang kita dapat antara kompetensi membaca dengan bidang studi lain.
2. Perkembangan penelitian ini tergantung kepada kemampuan kompetensi kita membaca dan baru bisa kita melakukan pemahaman antara studi lain karena tanpa pemahaman atau kemampuan kompetensi membaca maka studi lain sulit untuk kita cerna dan dimengerti.
3. Hasil penelitian ini banyak faktor-faktor yang bisa mempengaruhinya dan banyak pula yang bisa kita ambil manfaatnya kita sebagai guru SD.

 Saran
Untuk lebih meningkatkan mutu penelitian ini, dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut:
1. Karena masih adanya kendala-kendala untuk mendapatkan cara benar dan pemahaman perbandingan antara kompetensi membaca dan studi lain kita perlu menguasai tekhnologi seperti komputer dan internet.
2. Kita perlu meningkatkan kualitas diri.
3. Dengan SDM guru-guru yang handal maka tidak ada lagi Indonesia anak-anak SD-nya yang bodoh.
Jangan Lupa berikan komentar Anda tentang blog ini, ataupun tentang posting ini.
Bagikan: Google+ Linkedin Technorati Digg

1 komentar:

Terima Kasih telah berkunjung ke ikhsanudin.com. Tinggalkan komentar jika anda telah berkunjung