Ikhsanudin Ikhsanudin Author
Title: Pemahaman Guru Kelas Terhadap Bimbingan dan Konseling
Author: Ikhsanudin
Rating 5 of 5 Des:
KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, yang mana dengan limpah-Nya, rahmat-Nya pula maka saya dapat menyelesaika...
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, yang mana dengan limpah-Nya, rahmat-Nya pula maka saya dapat menyelesaikan proposal skripsi yang berjudul : ”PEMAHAMAN GURU KELAS TERHADAP BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR NEGERI NOMOR ................ KECAMATAN ................ KABUPATEN ................".


Penyusunan proposal ini merupakan syarat untuk mengadakan penelitian dalam rangka menyelesaikan skripsi saya nanti. Saya mengharapkan kepada dosen pembimbing untuk dapat memberikan petunjuk kepada saya demi untuk kesempurnaan karena penyusunan proposal ini sangat belum sempurna atau masih banyak kesalahan-kesalahan yang bagi saya sulit atau tidak bisa memperbaikinya.

Demikianlah atas saran serta perbaikan pada proposal ini maka saya ucapkan terima kasih.

Penulis,


.............................



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Pokok Masalah
C. Pembatasan Masalah
D.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
E. Kerangka Teori
F. Hipotesis

BAB II PROSEDUR PENELITIAN
A. Lingkup Penelitian
B. Jenis dan Sumber Data
C. Populasi dan Sampel
D. Metode Pengumpulan Data


DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam pelaksanaan proses pendidikan sekolah, tidak lagi menjadi pelengkap tetapi sudah menjadi satu kesatuan dan mata rantai yang tidak terpisah dengan sistim pembelajaran. Hal ini didasari bahwa di dalam mengikuti pendidikan di sekolah melalui kegiatan pembelajaran dan kegiatan lainnya siswa akan dihadapkan dengan berbagai masalah yang kerap menjadi kendala bagi dirinya. Selain itu siswa juga harus dibantu agar ia mau dan tahu apa yang harus dipelajarinya, serta mengetahui manfaat belajar itu bagi dirinya. Saat ini maupun saat yang akan datang.
Sejalan dengan hal tersebut di atas tujuan pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan berdasarkan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Undang-undang nomor 2 Tahun 1989). Untuk mewujudkan tujuan tersebut pendidikan mempunyai 3 (tiga) bidang pokok yang saling melengkapi untuk mencapai perkembangan yang optimal.
Sepenuhnya mendukung pelaksanaan bimbingan dan konseling, kedua untuk kerja guru kelas itu sendiri yang belum pro aktif tetapi masih bersikap menunggu dalam arti baru bereaksi setelah masalah muncul, ketiga belum di pahami konsep bimbingan pengajaran serta peranan dalam fungsi keduanya, dan keempat tujuh layanan bimbingan dan konseling dan lima kegiatan pendukungnya belum dilaksanakan sepenuhnya oleh guru kelas, artinya hanya beberapa layanan saja yang dilaksanakan seperti layanan informasi, dan konseling individu, sehingga layanan bimbingan kelompok, konseling kelompok, pembelajaran, konfrensi kasus dan alih tangan kasus belum pernah dilaksanakan.
Kepala Sekolah memegang peranan kunci sebagai pelaksanaan semua kegiatan pendidikan yang ada di sekolah. Semua kegiatan ini harus terorganisasi dengan baik dan dapat dilaksanakan oleh semua pihak yang berkepentingan di sekolah itu. Kegiatan di sekolah tidak akan berjalan dengan baik, jika kepala sekolah belum atau tidak mengetahui sama sekali tugas yang di embannya. Keadaan yang terjadi di sekolah khususnya masalah bimbingan konseling, untuk Sekolah Dasar (SD) masih jauh dari apa yang diharapkan dari kurikulum. Pendidikan SD tahun 1994 terutama Pasal 25 PP No. 28 tahan 1990 tentang bimbingan. Di mana pelaksanaan kurikulum tersebut di dukung dengan satuan layanan bimbingan yang lebih banyak menekan pada bimbingan belajar, bimbingan pribadi dan bimbingan sosial dan bimbingan karier.
Kondisi yang terjadi di sekolah dasar saat ini, khususnya masalah kegiatan bimbingan konseling dirasakan masih jauh dari apa yang diharapkan. Hal ini mungkin disebabkan tingkat pemahaman atau penguasaan guru kelas terhadap program bimbingan dan konseling masih kurang, bahkan mungkin sama sekali tidak tahu.
Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan bimbingan di sekolah bertugas mengkoodinasikan kegiatan bimbingan bagi berhasilnya proses belajar mengajar bagi setiap siswa. Oleh karena itu pelayanan bimbingan di sekolah berarti juga memberikan layanan pembelajaran bagi setiap siswa (Bimbingan Penyuluhan Sekolah Dewa Ketut Sukardi).
Bagaimana para kepala sekolah dapat mengkoordinasikan kepada gurunya tentang pelaksanaan bimbingan konseling, jika pemahaman tentang bimbingan masih kurang bahkan tidak tahu sama sekali, karena penelitian tentang hal itu perlu dikembangkan keberbagai aspek yang menyangkut tentang pelaksanaan bimbingan konseling di Sekolah dasar.
Selama ini memang ada kepala sekolah atau guru yang menyadari keberadaan bimbingan konseling di sekolah dasar. Hal ini dapat dibuktikan ketika akan menghitung angka kredit jabatan guru untuk kenaikan pangkat kepala sekolah atau guru kelas membuat bukti fisik tentang pelaksanaan bimbingan konseling walaupun itu hanya secara administrasi saja, dan juga mungkin melaksanakan bimbingan konseling, tetapi hanya menyangkut anak nakal atau anak yang membolos sekolah saja.
Sesuai dengan landasan formal pendidikan yaitu Undang-undang Sistim Pendidikan Nasional No. 2 tahun 1989 pasal 1 ayat 1 "Pendidikan adalah usaha dasar untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan bagi peranannya untuk masa yang akan datang. Selain itu ditegaskan juga dengan SK bersama Mendikbud dan Kepala BAKN No. 0433/P/1993 dan No. 25 tahun 1993 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, dan pelaksanaan bimbingan di sekolah dasar yang dilaksanakan oleh guru kelas.
Maka keberadaan bimbingan konseling di Sekolah Dasar mutlak dipahami oleh semua pihak terutama guru kelas yang paling utama pelaksana program bimbingan. Perkembangan ilmu pengetahuan mengharuskan guru kelas untuk meningkatkan kemampuannya. Kemampuan guru kelas sangat diharapkan yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Tugas guru kelas dalam melaksanakan bimbingan konseling di SD adalah (buku pelaksanaan bimbingan konseling Sekolah Dasar) :
1. Merencanakan program bimbingan tennasuk rencana mengidentifikasi siswa bermasalah (anak berbakat dan anak berkelainan).
2. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan mata pelajaran.
3. Menilai proses dan hasil layanan bimbingan
4. Menganalisa hasil penelitian layanan bimbingan
5. Melaksanakan tindak lanjut atau alih tangan berdasarkan hasil penilaian.

Fenomena yang terjadi di sekolah tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling saat ini adalah pelaksanaan program bimbingan hanya dilaksanakan oleh guru kelas yang merupakan tugas tambahan dari kegiatan mengajar, sehingga kurang motivasi dari Kepala Sekolah. Kepala sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada guru kelas, hal ini karena kurang pemahaman guru kelas tentang bimbingan konseling menarik untuk diteliti karena mengingat selama ini kegiatan bimbingan dilaksanakan hanya sekedar bahkan tidak dilaksanakan sama sekali oleh pihak Sekolah Dasar. Mendesaknya penelitian ini dilaksanakan karena guru kelas secara umum belum memahami bimbingan. Oleh karena itu diharapkan pihak yang berwenang seperti Diknas Kecamatan maupun Kantor Diknas Kabupaten agar secepatnya melaksanakan kegiatan penataran maupun seminar tentang pemahaman bimbingan konseling bagi guru kelas maupun majelis guru bidang studi, sekolah dasar se Kecamatan .................. Khususnya, dan Kabupaten .................. pada umumnya.
Berdasarkan fenomena di atas maka penulis berminat meneliti tentang pemahaman guru-guru kelas tentang program konseling. Penulis ingin mengungkapkan bagaimana pemahaman dan implikasinya dilapangan terhadap murid Sekolah Dasar. Maka penulis memberi judul dalam penelitian ini adalah "Pemahaman Guru Kelas Terhadap Bimbingan dan Konseling di Sekolah DasarNegeri ............................... .

B. Pokok Masalah
Untuk mengetahui tujuan ini maka dapat diajukan pertanyaan antara lain :
1. Sejauh mana pemahaman guru kelas tentang bimbingan di Sekolah Dasar.
2. Apa saja usaha guru kelas untuk memahami materi bimbingan konseling secara mendalam.
3. Apa saja yang pernah dilaksanakan guru kelas dalam rangka penerapan program bimbingan disekolah.
4. Bagaimana tanggung jawab Kepsek dan guru dalam melaksanakan program tersebut.

C. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya pembahasan tentang penerapan Program bimbingan di konseling di suatu pendidikan, maka penulis membatasi pembahasan hanya dalam bidang pemahaman guru terhadap BP suatu penerapannya, disamping mengedepankan beberapa pertentangan antara lain waktu dan hanya masih relatif.

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini secara umum ditujukan untuk memperoleh gambaran empirik mengenai pemahaman tentang bimbingan dan konseling, pelaksanaannya di Sekolah Dasar Negeri No. 30/I Pulau Betung.
Secara umum (khusus) tujuan ini adalah :
a. Mendiskripsikan tugas guru kelas sebagai koordinator semua kegiatan bimbingan dan penyuluhan belajar mengajar.
b. Untuk mengetahui pemahaman guru kelas tentang program bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar
c. Dapat mengungkapkan permasalahan bimbingan dan konseling di sekolah dasar dan mengidentifikasi kegiatannya

2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah :
a. Untuk membuka cara berfikir dan menambah wawasan dalam penulisan ilmiah
b. Agar guru bimbingan dan konseling dapat berusaha lebih giat lagi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak sesuai yang diharapakan.

E. Kerangka Teori
Berdasarkan kepada jadwal penelitian yang diangkat, agar tidak terjadi penafsiran yang berlainan maka perlu dijelaskan beberapa istilah yang terdapat di dalamnya sebagai berikut :
l. Pemahaman
Yang dimaksud pemahaman adalah perkataan dan pengetahuan terhadap objek tertentu serta dapat mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas positif terhadap perlakuan objek tersebut. Pemahaman terhadap suatu objek akan mampu mendorong seseorang untuk mengetahui dan memperhatikan objek tersebut. Dalam hal ini yang dimaksud dengan pemahaman objek sebagaimana yang dikemukakan terhadap tugas merupakan dasar dalam pelaksanaan bimbingan konseling disekolah.

2. Guru Kelas
Guru kelas yang mendapat tugas tambahan, tugas tambahan yaitu sebagai edukator, manajemen, administrasi, superoisor, inovator dan motivator.
Selain itu fungsi guru kelas sebagai tersebut diatas juga harus mampu mengorganisir semua kegiatan termasuk menjalin hubungan dengan atasan, pihak orang tua dan masyarakat..
Guru Kelas sesuai Kepmendikbud RI No. 048/U/1982 tentang Sekolah Dasar, Pasal 28 adalah guru kelas bertanggung jawab atas :
a. Pembinaan siswa
b. Pelaksanaan bimbingan konseling
c. Pembinaan tenaga kependidikan lainnya
d. Penyelenggaraan administrasi sekolah
e. Pelaksanaan hubungan sekolah dengan lingkungan orang tua dan masyarakat
f. Pelaporan pelaksanaan pendidikan


3. Pengertian Bimbingan
Menurut Peraturan Pemerintah No. 28 dan PP No. 29 tahun 1990 dan PP No. 72 tahun 1991, bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenai lingkungan dan merencanakan masa depan.
Bantuan yang diberikan kepada siswa-siswa baik secara perorangan (individu) maupun kelompok agar mereka dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri, kepribadian itu mencakup 5 aspek :
a. Kemampuan untuk memahami diri sendiri dan lingkungan secara tepat dan objektif
b. Penerimaan diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan dinamis
c. Mampu mengambil keputusan secara tepat dan bijaksana
d. Mengarahkan diri sendiri sesuai dengan keputusan yang diambilnya itu.
e. Mewujudkan diri sendiri secara optimal


4. Pengertian Konseling
Menurut Montesan (1964 : 301) Konseling adalah sebagai suatu proses bimbingan antara pribadi, dimana hubungan satu orang yang satu dibantu oleh orang lain untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan menemukan masalahnya.
Menurut Jones (1980:10) menyebutkan bahwa Konseling sebagai suatu hubungan profesioanal antara seorang konselor yang terlatih dengan klien.
Tujuan bimbingan dan konseling di sekolah antara lain membantu pihak sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan ini akan dapat dicapai apabila semua komponen di sekolah memahami semua kegiatan yang ada di sekolahnya. Fungsi utama dari bimbingan di sekolah adalah membantu masalah pribadi dan sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran atau penempatan dan juga untuk menjadi perantara siswa dalam hubungannya dengan para guru maupun tenaga administrasi lainnya. (Koestoer Partowasastro, 1985;28).

F. Hipotesis
Jika pemahaman guru terhadap BP secara mendalam, maka penerapannya BP akan terlaksana dengan baik. Dan jika pemahaman guru terhadap BP belum mendalam, maka penerapannya akan tidak optimal dengan baik.

BAB II
PROSEDUR PENELITIAN


A. Lingkup Penelitian
Adapun penelitian ini di batasi pada hal-hal yang berhubungan dengan Sekolah Dasar.
Penelitian ini bersifat menggambarkan hal-hal yang berkenaan dengan bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Adapun metode yang digunakan adalah interview, dengan metode ini lebih peka serta dapat menyesuaikan dengan menitik beratkan pada kejadian yang ada.

B. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
Sesuai dengan judul penelitian maka ditetapkan variabel data yang dibutuhkan untuk penelitian adalah data tentang mengenal, menterjemahkan, mengamati, mengidentifikasi dan menafsirkan bimbingan dan konseling data tersebut akan kelengkapan dari subyek penelitian yaitu guru kelas sekolah dasar dalam kecamatan pemayung.
Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu data yang di tarik dari respondeu sebagai subyek penelitian. Data dl tarik langsung dari responden yaitu Guru Kelas Sekolah Dasar menggunakan angket penelitian.
Sumber Data
- Data Primer
- Data Skunder

C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri ........................ Yang berasal dari D-II.
Populasi menurut Furchan (1982; 189) adalah semua anggota sekelompok orang, kejadian atau obyek yang telah dirumuskan secara jelas.
a. Muri Yusuf (1982;189) menyatakan populasi itu terkait dengan masalah informasi yang dibutuhkan oleh si peneliti. Jadi populasi itu merupakan keseluruhan obyek penelitian sesuai dengan informasi yang diinginkan oleh peneliti.
b. Berdasarkan uraian di atas maka populasi adalah seluruh Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri ...............................
2. Sampel
Sesuai dengan permasalahan yang akan dibahas yaitu permasalahan guru kelas terhadap bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar / maka guru BP dan murid yang akan menjadi sampel, seperti yang diibaratkan pada suatu kue yang dibuat dari ubi kayu, yang diisi dengan gula merah didalamnya (kalpon).
Apabila digulingkan kedalam kelapa yang sudah diparut, maka yang akan menjadi sampelnya adalah kalpon, semakin besar kue kalpon semakin banyak kelapanya.
Demikian juga sampel yang penulis maksud, pengambilan data tersebut akan berantai sampai data tersebut akan mengalir terus dan berhenti pada tingkat kejenuhan (redudancy), tehnik ini disebut Snowball Sampling.

D. Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data di lapangan penulis mengunakan beberapa metode sebagai berikut :
l. Metode Observasi
Observasi biasa dilakukan sebagai pengamatan dan pencatatan dan sistematis terhadap fenomena-fenomena yang di selidiki.
Metode ini ditujukan kepada guru yang dikhususkan dan siswa di dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri .............................. dalam melanjutkan pendidikan anak didik dan hal-hal lain yang berhubungan dengan masalah di atas meliputi :
a) Mengamati sejauh mana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri No. ......................
b) Mengamati bagaimana usaha guru bimbingan dan konseling terhadap pendidikan anak.
b) Faktor apa saja yang mendukung Sekolah Dasar sebagai sarana dalam melanjutkan pendidikan anak.
d) Kendala apa saja yang dihadapi oleh guru bidang studi dan siswa dalam proses belajar mengajar.
e) Bagaimana hasil yang dicapai.


2. Interview (Wawancara)
Yaitu mendapatkan informasi dengan cara. bertanya secara langsung kepada responden.
Metode ini ditujukan kepada bimbingan dan konseling guru dan siswa-siswi di Sekolah Dasar Negeri ..................... yang erat kaitannya dengan masalah yang akan dibahas, yaitu :
a. Sejauh mana peranan guru bimbingan dan konseling dalam menyikapi permasalahan anak.
b. Bagaimana usaha guru bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar Negeri No. ................ guna mencerdaskan anak didik.
c. Faktor apa saja yang mendukung guna lancarnya proses bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar Negeri No. 30/I Pulau Betung sebagai sarana di dalam melanjutkan pendidikan anak.
d. Kendala apa saja yang dihadapi oleh guru bidang studi dan siswa dalam proses belajar mengajar di Sekalah Dasar Negeri No. ........................
e. Menanyakan hasil yang di capai.


3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan kumpulan data verbal, yang berbentuk tulisan. (Koentjaraningrat, 1983; 63).
Adapun metode ini adalah mencari data mengenai hal-hal atau perihal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah dan sebagainya (Arikunto, 1991; 188).
Dalam hal tersebut di atas maka penulis mengadakan pencatatan langsung guna memperoleh data.
a. Agenda
b. Struktur organisasi
c. Gambar kegiatan siswa
d. Keadaan guru dan siswa yang berdomilisir dan tidak tetap.


E. Teknik Analisa Data
Analisa penulisan ini data yang bersifat kuantitatif akan di analisis, yaitu berupa uraian atau kalimat yang dapat di pailami, analisis ini menggunakan nola pikir domain, taksonomi komponensial.
a. Analisa Domain .
Analisa domain biasanya dilakukan untuk memperoleh gambaran atau pengertian yang bersifat umum tentang apa yang tercakup dalam suatu fokus/pokok permasalahun yang tengah diteliti. Hasilnya masih berupa pengetahuan atau pengertian "dipermukaan" tentang berbagai domain atau kategori-kategori yang terkait.
b. Analisis Taksonomi
Analisis ini di fokuskan, penelitian ini di tetapkan terbatas pada domain tertentu yang sangat berguna dalam upaya mendiskripsikan atau menjelaskan fenomena-fenomena, fokus ini yang menjadi sasaran setiap peneliti. (Faisal, 1990; 98).
c. Analisis Trianggulasi
Adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk kepentingan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu.
Tehnik trianggulasi yang paling banyak digunakan untuk pengecekan atau pemeriksaan data daii sumber lain yaitu :
a. Orang yang dekat -dergan peserta atau sabyek penelitian lain.
b. Masyarakat terlibat dalam subyek penelitian ini.
d. Analisis Komponensial
Analisis komponensial ini juga dilakukan setelah peneliti memiliki cukup banyak fakta atau informasi dari hasil wawancara, observasi yang melacak kontras-kontras tersebut, oleh penelitian difikirkan.
Tehnik konvonensial ini diperoleh setelah adanya analisis domain yang merupakan jawaban yang paling domain, yakni mengenai bimbingan dan konseling sebagai sarana dalam melanjutkan pendidikan anak.
e. Analisis Kultural
Tema yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah masalah kemampuan siswa dalam proses pembelajaran dan watak, tingkah laku anak didik.
Karena kemampuan ini belum mencapai hasil yang maksimal dikarenakan masalah pembinaan dari keluarga yang masih kurang di rumah, maka tingkah lakunya masih dirasakan kurang oieh orang tua anak, oleh karenanya pendidikan dilingkungannya belum memenuhi standar dalam melihat tingkah laku anaknya.
Penelitian kualitatif analisisnya bergerak pada analisis domain, hingga sampai ke analisis yang mele::ar guna keberadaannya secara luas dalam kawasan keseluruhan.
Dengan demikian analisis merupakan upaya untuk mencari benang merah lintasan domain yang ada.
Penulis mengambil data bersifat umum yang akurat untuk menjadikan data yang baik dari semua data yang ada.
DAFTAR PUSTAKA

Prayitno, (1984) . Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta; Depdikbud.
Rohman Natawijaya, (1984) . Tingkat Penerapan Bimbingan dalam Proses Belajar Mengajar dihubungkan dengan Kepedulian Guru dan Sikap Siswa terhadap Pembimbing. Disertai IKIP Bandung.
Anonim, (1994) . Pedoman Bimbingan Penyuluhan Siswa di Sekoluh Dusar ; Depdikbud
Pemahaman Guru Kelas Terhadap Bimbingan dan Konseling

About Author

Advertisement

Post a Comment

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

 
Top