Tahap-Tahap Perkembangan Fisik, Psikis, Bahasa Anak

Ikhsanudin | 19:49 |
A. PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKIS ANAK
1. Perkembangan Fisik Anak
a. Periode Prenatal Dan Tahun Pertama
Perkembangannya dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan, yaitu pada pembuahan telur oleh spermatosoma. Bila spermatosoma laki-laki memasuki dinding telur (ovum) wanita terjadilah konsepsi.
Urutan perkembangannya dalam periode prenatal telah pasti dan tidak dapat diubah, kepala, mata, tubuh, tangan, kaki, alat-alat kelamin dan alat-alat berkembang dengan urutan yang tertentu dan juga kurang lebih pada usia prenatal yang sama pada semua fetus.


Triwulan I : Pertumbuhan organ-organ
Triwulan II : Pertumbuhan cepat mengenai panjangnya
Triwulan III : Pertumbuhan berat badan yang cepat dan pelengkap untuk dunia luar

Selama tahun pertama panjang badan bertambah 1/3 bagian dan berat badan menjadi tiga kali berat semula. Proporsi badan berubah dnegan cepat terutama pada bagian kedua pada tahun pertama, kaki tumbuh dengan sangat cepat mulai 8 minggu, lebih cepat dibanding pertumbuhan kepala. Kepala tumbuh relatif lebih lambat dibanding dengan pertumbuhan badan sebagai keseluruhan. Meskipun begitu, besar tengkorak serta bentuk tengkorak berubah dengan jelas.
Pada waktu dilahirkan hanya sedikit anak yang sudah tumbuh giginya, juga ada anak yang baru pada usia 1 tahun tumbuh giginya, pada umumnya gigi pertama tumbuh ± 7 bulan dan pada usia 12 bulan sudah tumbuh 6 buah gigi.
Pengerasan tulang-tulang mulai dalam periode prenatal dan berlangsung terus sampai masa remaja.
Urat daging pada bayi yang baru dilahirkan belum berkembang. Urat daging tumbuh dalam panjang, lebar dan besarnya. Urat daging kepala dan tengkuk berkembang lebih cepat dari pada urat daging pada anggota-anggota badan.

B. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK
1. Perkembangan bahasa anak
Usia 1-2 tahun : Kalimat 1-2 kata, tak ada tata bahasa, kosa kata 200
Usia 3-5 tahun : Kalimat 8-10 kata, tata bahasa baik, kosa kata 2000
Usia 7-8 tahun : Ucapan dasar kalimat, menyerupai orang dewasa

a. Permulaan bicara: Meraban (mengoceh)
Suara-suara yang dikeluarkan anak dapat dibedakan suara tangis dan ocehan, tangis menunjukkan keadaan tak senang sedangkan ocehan menunjukkan rasa senang dan kepuasan, meraban umumnya dilihat sebagai permulaan perkembangan bahasa yang sesungguhnya, meraban dimulai kekitar umur 3 bulan, buhler menyebutkan laku ini berlangsung sampai umur 9 atau 12 bulan. Sementara anak sudah dapat mengucapkan kata-kata pertama mulai usia 9 bulan. Maka mulailah stadium kalimat satu kata. Mulai bulan ke 6 maka ocehan mempunyai fungsi komunikatif, meskipun dalam taraf yang begitu permulaan.
Meskipun ada penyebaran dari bulan ke 8-14 bulan (Gessel pada usia 10 bulan dan Shirly 14 bulan) namun pada umumnya ada persamaan pendapat bahwa anak pada usia sekitar 10 bulan betul-betul menirukan kata. Yaitu anak mencoba menirukan apa yang didengarnya.

b. Kalimat Satu Kata dan Kalimat Dua Kata
Satu kata yang diucapkan oleh anak harus dianggap sebagai satu kalimat penuh. Diantara bulan ke18-ke20 (dengan kemungkinan penyimpangan yang banyak) datanglah kalimat dua kata yang pertama. Anak mempunyai kemungkinan yang lebih banyak untuk menyatakan maksudnya. Sekitar tahun pertama anak mengucapkan kata pertama kebanyakan “mama”.


c. Kalimat Tiga Kata
Dari kalimat dua kata berkembanglah lambat laun kalimat tiga kata yang dalam arti struktural mula-mula masih mirip dengan dua kata perubahan ini terjadi kurang lebih antara bulan ke 24 dan bulan ke 30.
Menurut Schaerlaekend (1977) maka periode kalimat satu kata disebut pralingual, kemudian datang periode lingual awal dari 1 sampai kurang lebih 2 ½ tahun (periode kalimat-dua-kata) dan akhirnya mulai kurang lebih 2 ½ tahun datanglah periode differensiasi (periode kalimat-tiga-kata dengan bertambahnya differensiasi pada kelompok kata dan kecakapan verbal.

d. Usia Satu Sampai Dengan Empat Tahun
Anggota-anggota badan tumbuh dengan kecepatan berbeda-beda. Perlu dilihat pula bahwa tiap anak mempunyai tempo perkembangan sendiri, meskipun ada norma-norma yang dapat dipakai sebagai ukuran perkembangan normal. Umur kerangka (skelet) dapat dilihat dari pergeseran tulang pada tangan anak. Seorang anak dapat mempunyai umur kerangka empat tahun sedangkan umur kronologisnya adalah enam tahun.
Proporsi badan dan jaringan urat daging dapat dikatakan tetap sampai kurang lebih tahun kelima, sekitar tahun kelima mulailah apa yang disebut “Gestaltwandel” pertama hal ini berarti bahwa anak yang sampai sekarang mempunyai kepala yang relatif besar dan anggota badan yang pendek akan mulai mempunyai proporsi badan yang seimbang anggota-anggota badannya menjadi lebih panjang, perutnya mengecil dan kepalanya dibanding dengan bagian-bagian badan yang lain mendapat proporsi yang normal. Semula jaringan-jaringan tulang dan urat daging lebih berkembang, menjadi lebih berat, jaringan lemak bertambah lebih lambat. Selama tahun kelima nampak perkembangan jaringan urat daging secara cepat (Gestaltwandel kedua mulai sekitar umur 10 tahun, yaitu pada waktu mulainya pubertas atau pada waktu mulainya perkembangan seksualitas) (lihat Zeller, 1936).
e. Anak Pra-Sekolah dan Anak Sekolah
Sampai dengan Getaltwandel pertama (Zeller, 1952 Hetzer 1961) sekitar 6 tahun terlihat bahwa badan anak bagian atas lebih lamban berkembangnya dari pada badan bagian bawah, anggota-anggota badan masih relatif pendek, kepala relatif besar, perutnya masih besar dan ada gigi susu.
Bila anak sudah mencapai bentuk anak sekolah maka ia akan lebih menyerupai bentuk orang dewasa dari pada misalnya anak umur 2 tahun, bertambah berat badan sebagian urat daging dalam keseluruhan maka keadaan jasmani anak menjadi lebih stabil dan lebih kuat.
Sesudah 6 tahun pertumbuhan badan menjadi agak lambat, dari pada waktu-waktu sebelumnya sampai umur 12 tahun anak bertambah panjang 5 sampai 6 cm tiap tahunnya. Sampai umur 10 tahun sampai dilihat bahwa anak laki-laki agak lebioh besar sedikit daripada wanita.
Berat badan anak bertambah lebih banyak daripada panjang sekitar 6 tahun, kaki dan tangan menjadi lebih panjang, dada dan panggul lebih besar dalam hal ini hampir tidak ada perbedaan-perbedaan karena jenis seks.

f. Masa Remaja I
Batasan usia masa remaja adalah masa diantara 12-21 tahun dengan perincian 12-15 tahun masa remaja awal, 15-18 tahun masa remaja pertengahan dan 18-21 tahun masa remaja akhir masa pubertas meliputi masa remaja awal dan berisi perubahan fisik seperti percepatan pertumbuhan dan timbulnya seksualitas.
Kecepatan pertumbuhan diantara organ-organ tidaklah sama, susunan syaraf tumbuh selama empat tahun pertama tetapi hampir tidak bertambah lagi sesudah tahun ketujuh.
Disamping pertumbuhan panjang badan terjadi pertumbuhan berat badan yang kurang lebih berjalan paralel dengan tambahannya panjang badan, karena pertambahan berat badan yang terbanyak pada pertumbuhan bagian kerangka yang relatif merupakan bagian badan yang terberat. Disini ada perbedaan yang jelas diantara kedua jenis sekse. Pada anak laki-laki pertambahan berat badan terutama disebabkan oleh makin bertambahnya jaringan pengikat dibawah kulit (lemak) terutama pada paha, pantat, lengan atas dan dada. Pertambahan jaringan lemak pada bagian-bagain tersebut membuat bentuk badan anak wanita mendapatkan bentuk yang khas wanita dan laki-laki mendapat bentuk khas laki-laki.
Pada anak laki-laki perubahan suara ke arah kedewasaan, pada wanita hal tadi adalah rahim dan saluran telur, vagina, bibir kemaluan, dan klitoris, pada wanita permulaan haid dipakai tanda permulaan pubertas, pada laki-laki penis, tes-tes dan skrotum, yang lebar pada wanita, pertumbuhan rambut pada wanita terbatas kepala ketiak dan alat kemaluan sedangkan laki-laki kumis, janggut, rambut pada kaki, lengan dada.

g. Masa Remaja II
Di indonesia batas kedewasaan adalah 21 tahun, pada perkembangan fisiknya sudah matang baik dalam perubahan tubuh maupun mentalnya, seksualitas, dll.

2. Tahap-Tahap Perkembangan Psikis Anak
a. Dalam Kandungan
Bahwa janin yang ada dalam kandungan pada bulan-bulan pertama telah dapat mengadakan reaksi, mengadakan tingkah laku spontan atau tingkah laku berulang seperti menghisap ibu jari, bahkan telah nampak habitulasi, hal ini menunjukkan bahwa anak dalam kandungan telah menyesuaikan diri pada anak sebelum lahir sudah memiliki bakat atau bawaan lahir karena, sifat itu sudah ada saat penyatuan sperma dan ovum, akan menjadi sifat asli anak baru lahir.

b. Masa Bayi (Umur 0-1 Tahun)
Pada masa ini bayi dapat mencapai pemuasaan kebutuhan hidupnya dengan menggunakan mulutnya. Apabila pemuasaan kurang terpenuhi anak dapat menjadi pengisap ibu jari, hidupnya seakan-akan belum ada hubungan dengan dunia luar, timbul dengan lagu tangis yang bermacam-macam, perkembangan sosial dimulai dari hubungan bayi dengan ibunya. Tertawa apabila ibunya tertawa, ibu sedih atau marah si anak juga akan gelisah.

c. Masa Anak (Umur 1-3 Tahun)
Pada masa ini yang menonjol adalah:
a. Mulai belajar makan sendiri
b. Senang mendengarkan cerita yang berulang-ulang
c. Senang mengerjakan hal-hal yang berulang-ulang Mulai bertanya “ni pa”, ini apa?
d. Pada umur 3 tahun mulai masa negatif tidak mudah menurut karena mulai timbul kemauannya yang keras
e. Mulai memperhatikan anak orang lain
f. Latihan ceria atau toilet training perlu di intensifkan
g. Pada akhir masa ini anak mulai bermain dengan anak-anak tetangga

d. Masa Prasekolah (Umur 3-6 Tahun)
Pada masa ini akan terlihat:
a. Merupakan persiapan sekolah, masuk taman kanak-kanak
b. Pertanyaan mulai dengan “mengapa”
c. Keingintahuan mengenai seks mulai tampak, pertanyaan tentang adik datangnya dari mana
d. Mulai mencari teman bermain
e. Kebiasaan mulai di intensifkan dan perlu pelajaran seperlunya
f. Datangnya adik menimbulkan masalah baru
g. Anak senang bermain-main dengan alat kelaminya
h. Pada masa ini anak laki-laki bersikap menyukai ibunya dan membenci bapaknya, begitu sebaliknya pada anak perempuan.

e. Masa Sekolah
Pada masa ini akan terlihat psikisnya dari:
a. Anak mulai sekolah, pesuaian dalam sekolah tergantung pada kebiasaan-kebiasaan yang diterima sebelumnya
b. Guru mulai menjadi pujaan
c. Latihan-latihan disiplin, sopan santun, kesusilaan tetap diintensifkan atau diperdalam
d. Anak mulai gemar membaca
e. Anak mulai malu apabila mandi dilihat oleh jenis lain
f. Anak-anak mulai membentuk kelompok sejenis
g. Anak suka sekali menghapalkan

f. Masa Remaja (12-18 Tahun)
Pada masa ini psikis terlihat dari:
a. Karena badan dirasa telah besar, bahkan anak laki-laki sering sudah menyukai, memakai jas dan celana panjang, maka ia sudah merasa dewasa, perasaan ini mulai ditunjukkan dengan mulai merokok pada anak laki-laki dan pakaian-pakaian mencolok pada perempuan.
b. Ingin lepas dari orang tua, karena sudah merasa dewasa, karena keadaan seperti ini sering terjadi konflik antara anak dan orang tua.
c. Anak sering merasa sedih karena merasa tidak dimengerti orang tua.
d. Perasaan yang negatif menyebabkan pelajaran sekolah mundur.
e. Perasaan diri kuat, perasaan ini dilahirkan berupa membual, menyombong dan jual gaya atau jual lagak.
f. Anak mulai bersikap berani, suka menantang, mengganggu sekolah, mempermainkan guru atau milik guru, merusak barang, ia suka masuk segerombolan geng.
g. Kepercayaan goyah, maka semuanya akan dikritiknya, terutama para penguasa, ia bersikap idealis, sinis dan romantis.
h. Pimpinan yang disenangi orangyang tegas, berani jujur, adil.
i. Ia memuja kumpium-kompium olahraga.

g. Masa Dewasa
Fisiknya terlihat dari:
a. bentuk badan mulai harmonis.
b. Anak mulai bersikap positif, mulai belajar menyesuaikan diri dengan masyarakat.
c. Mulai menyadari bakat dan minat, ia mulai mnyadari betul-betul akan “Akunya” yang sebenarnya.
d. Telah mempunyai cita-cita hidup yang jelas, peranan apa yang dimainkan dalam masyarakat “saya hidup dan saya tahu untuk apa saya hidup, bahkan macam teman hidup” ia yang cita-citakan sudah ia miliki kriterianya.
e. Pandangan tentang kesenian, alam, ilmu pengetahuan, agama, sudah mulai mantap.
f. Mulai berdiri sendiri “merdeka”.


BUKU RUJUKAN TUGAS


Prayitno, Elida, 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Monks, F.J dan Siti Rahayu Haditono. 2002. Psikologi Perkembangan. Pengantar dalam berbagai bagian lainnya. Yogjakarta: Gadjah Mada University Press.
Dr. H. Sunarto dan Ry B Agung Hartono. 2008, Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Drs. RI. C. Suharim. 1980. Cara Mendidik Anak (Dalam Keluarga Masa Kini). Jakarta.

Terima kasih atas waktunya untuk membaca Tahap-Tahap Perkembangan Fisik, Psikis, Bahasa Anak ini, dengan harapan semoga artikel Tahap-Tahap Perkembangan Fisik, Psikis, Bahasa Anak ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel " Tahap-Tahap Perkembangan Fisik, Psikis, Bahasa Anak " terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke IKHSANUDIN pada lain kesempatan.

Artikel Terkait Makalah

Posted by: Ikhsanudin ikhsanudin.com Updated at : 19:49

No comments :