KELAHIRAN ALAM SEMESTA (Menurut Sains Dan Agama) Study Komparatif

Ikhsanudin | 20:31 |
A. PENDAHULUAN
Perbincangan tentang kelahiran alam manusia cukup panas beredar di kalangan masyarakat ilmiah maupun adanya perbedaan pendapat tentang kelahiran alam semesta masih memanas hingga kini.


Ada perang dingin pemikiran antara kalangan sains dan agama dari kalangan sains sendiri perbedaan pemikiran tentang lahirnya alam juga nampak nyata. Ada beberapa teori yang saling bertentangan, namun yang paling terkenal adalah teori keadaan tetap (stready state theory) dan teori dan tuman besar (big bang theory). Intinya para sains beranggapan bahwa alam terjadi dengan alamiyahnya, sedangkan agama beranggapan bahwa ada campur tangan Tuhan dalam penciptaannya. Agama di sini di wakili oleh Islam dan Kristen. Namun kita akan memandang dari sisi agama Islam.
Pada dasarnya ini bukan hanya menyangkut perbedaan pendapat namun mencakup juga, penilaian manusia akan keberadaan Tuhan dan agama. Awal dari pemikiran sains tentang alam adalah tidak adanya campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam. Ujung-ujungnya mereka mengatakan tidak adanya Tuhan banyak kita temukan ahli sains yang demikian inilah yang mengantarkan mereka pada paham ateis.
Sedangkan agama beranggapan bahwa alam raya tercipta oleh Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan alam raya ini dan bukan tercipta dengan sendirinya. Itulah pertentangan yang cukup serius di kalangan sains dan agama lantas bagaimanakah kalau kita mengkoferatifkannya? Apakah ada titik temu atau tidak.

BAB II
PEMBAHASAN


A. TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT SAINS
Sebelum membahas lebih mendalam tentang alam semesta lebih dahulu kita akan membahas pengertian alam raya. Alam semesta adalah pengertian lain yang digunakan oleh ahli astronomi tentang ruang angkasa dan benda-benda langit didalamnya.
Alam semesta di bagi menjadi 2 Makrokosmos dan Mikrokosmos:
1. Makrokosmos
Yaitu benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil misalnya atom, elektron, sel, amueba dan lain-lain.
2. Mikrokosmos
Yaitu benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar. Misalnya bintang, planet, galaksi.

Banyak ahli sains yang mengungkapkan teori akan kelahiran alam semesta, namun kami akan membahas teori yang terkenal yaitu teori keadaan tetap dan dentuman keras.
1. Toeri keadaan tetap (Steady-state theory)
Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta di manapun dan bilamana pun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama, walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini secara ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir) tumbuh, menjadi tua dan akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya, (tanpa awal dan tanpa akhir).
Dengan di ketahuinya kecepatan radial galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju ke panjang gelombang yang lebih besar yaitu menuju merah. Yang dalam hal ini sering di kenal dengan pergeseran merah. Dari hasil penemu ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipu (kontraksi) dengan demikian harus ada “ledakan” atau dentuman yang memulai adanya pengembangan.
2. Teori dentuman besar ( Big-bang Theory)
Teori ini berlandaskan asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai masa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti. Kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Menurut teori ini ada beberapa massa yang penting selama terjadinya alam semesta. Yaitu:
a. Massa batas dinding planck yaitu masa terjadinya alam semesta berumur 10-43 detik berdasarkan hasil perhitungan panck.
b. Massa jiffy yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-23 detik, dengan jari-jari alam semesta 10-13 cm dengan kerapatannya 1055 kali kerapatan air.
c. Massa quark yaitu pada saat alam semesta berumur 10-4 detik. Pada masa ini partikel-pertikel saling bertumpang tindih dan tidak berstruktur serta diikuti dengan terbentuknya hadron yang mempunyai kerapatan 109 ton tiap sentimeter kubik.
d. Masa pembentukan lipton yaitu masa pada saat alam semesta setelah 10-4 detik.
e. Masa radiasi yaitu masa alam semesta berumur 1 detik sampai satu juta kemudian pada saat terbentuknya fusi hodrogen menjadi helium mempunyai suhu 109 derajat kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur 105 dampai 101 tahun mempunyai suhu 3000 derajat kelvin.
f. Masa pembentukan galaksi yaitu pada usia alam semesta 108-109 tahun. Pada saat usia ini galaksi masih berupa kabut pilin yang berputar berbentuk piringan raksasa.
g. Masa pembentukan tata surya, yaitu pada usia 4,6 x 109 tahun.

Itulah teori terbentuknya alam semesta, teori-teori tersebut terus mengalami perkembangan dan pembagian-pembagian diantara adalah teori terbentuknya galaksi dan tata surya. Namun inti dari teori ini semuanya sama, yaitu alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada campur tangan Tuhan dan penuh dengan kebetulan-kebetulan yang berturut-turut.
Kelahiran alam semesta di tinjau dari sudut Islam

Al-Qur’an bukan hanya ditunjukkan kepada manusia tetapi di tunjukkan kepada seluruh ciptaan Allah SWT. Dalam banyak ayat, Allah sendiri bersumpah atas nama berbagai ciptaannya, seperti matahari, bulan, berbagai jenis buah-buahan dan dalam banyak ayat Al-Qur’an menyuruh manusia agar memperhatikan kebijaksanaan luar biasa yang terdapat dalam ciptaannya. Dengan cara serupa, Islam memperuntukkan dirinya bagi alam pprimordial manusia yang ada dalam pancaran pesan kosmir yang tertulis di atas dedaunan, gunung-gunung dan bintang-bintang. Itulah sebabnya baik ayat-ayat Al-Qur’an maupun fenomena alam di sebutkan dalam ayat, dan Alqur’an menyebut kedua ayat ini, yang ada dalam jiwa manusia maupun dalam ciptaannya yang lain sebagai tanda-tanda ayau isyarat Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam ayat terkenal yang artinya.

“Kami akan memperlihatkan kepada meraka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar (Q. S. 41: 52).

Menurut sudut pandang Islam, dunia ini diciptakan oleh Allah karena Allah kholik (Maha Pencipta) dalam Muqadimah tafsirnya dan buku Hidayah Wanan-Nihayahnya Ibnu Katsir mengemukakan ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan sifat asma’ul husna Allah yaitu kholik (Maha Pencipta) sebagai pembukaan bukunya.


Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang" (Al-An’am 1).
Dalam buku hidayahnya beliau memberi judul babnya sebagai inti dari pemikirannya “apa-apa yang selain Allah adalah makhluk yang diciptakan).
Menurut sudut pandang Islam, dunia dicipatakan Allah dipelihara oleh-Nya serta kembali kepada-Nya salah satu makna ayat Allah adalah yang awal dan yang akhir, yang dzahir dan yang batin (Q. S. 57:3) yakni Allah adalah awal dan akhir alam semesta. Dia juga makna ghoib segala sesuatu dan bahkan tanda-tanda nyata sifatnya seluruh dunia yang kita ketahui dan yang kita mampu jelajahi adalah ciptaan Allah.

Kelahiran alam semesta sains dan Islam

Kaum muslim memandang hukum alam bukan sebagai hukum independen yang berjalan dengan sendirinya seolah-olah dunia mempunyai independen di antologis mereka melihat hukum-hukum ini sebagai refleksi kebijaksanaan Allah dan juga perwujudan kehendaknya. Allah-lah yang berkehendak bahwa matahari terbit sertiap pagi dari timur dan tebenam dibarat, ciptaan tertentu terbang di angkasa atau berenang dilaut sangat mengagumkan bagitu banyak ayat Al-Qur’an yang menyebutkan hukum yang paling mendasar yang mengatur perpuratan alam tanpa maksud menentang pengetahuan manusia untuk mempelajari hukum alam dengan menerima pengetahuan yang selalu bersandar pada pengetahuan tentang Allah SWT dan harus selalu berdasar pada kesadaran dunia tidak independen total dengan sendirinya tetapi mengambil sumber keberadaannya. Hukumnya keselarasan dan transformasinya dari sumber segala-galanya yaitu Allah.



Terima kasih atas waktunya untuk membaca KELAHIRAN ALAM SEMESTA (Menurut Sains Dan Agama) Study Komparatif ini, dengan harapan semoga artikel KELAHIRAN ALAM SEMESTA (Menurut Sains Dan Agama) Study Komparatif ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel " KELAHIRAN ALAM SEMESTA (Menurut Sains Dan Agama) Study Komparatif " terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke IKHSANUDIN pada lain kesempatan.

Artikel Terkait Makalah

Posted by: Ikhsanudin ikhsanudin.com Updated at : 20:31

No comments :