DASAR-DASAR ATLETIK

| 13:19 |
Atletik merupakan suatu kebudayaan asing bagi Indonesia. Atletik memberi petunjuk-petunjuk yang dapat dipertanggung jawabkan untuk melaksanakan gerakan-gerakan yang dibutuhkan.
Petunjuk di atas yang dimaksud di atas di sebut teori. Teori itu dihayati dan penghayatannya disebut tekhnik.
Orang yang mengajarkan atletik tanpa teori, tidak dapat dipertanggung jawabkan. Semoga di Indonesia timbul hasrat untuk mengajarkan dan belajar atletik dengan cara yang dipergunakan orang asing.




A. Lompat Galah
Lompat galah adalah nomor yang paling kompleks dalam atletik paling kompleks dala atletik. Sukses banyak bergantung pada penanaman galah dengan benar di kotak tumpu.
Dalam memilih galah, carilah yang dapat menahan berat 2,5 sampai 5 kilogram, lebih dari bobot tubuh anda. Galah harus dipegang dengan tangan kanan berada pada bagian atas, telapak menghadap keatas, tangan kiri di sebelah bawah, telapaknya menghadap ke bawah. Rentangan tangan selebar 30 sampai 45 sentimeter membantu melengkungkan galah ke belakang agak di tekuk.
Sebagaimana dikatakan, langkah paling menentukan dalam lompat tinggi adalah penanaman galah pada kotak tumpuan sebelum lepas landas.
Latihan senam dan angkat beban adalah latihan yang dibutuh untuk pelompat galah. Lari jarak jauh paling sedikit sekali seminggu dapat juga membantu daya tahan anda.

B. Tolak Peluru
Adalah sebuah bola padat terbuat dari besi, baja atau kuningan dengan berat antara 6,25 kg, 7,25 kg untuk pria remaja adan dewasa kemudian antara 3 kg sampai 4 kg untuk wanita remaja dan dewasa.
Peluru ini tidak dilemparkan, tapi ditolakkan seakan gerak meninju. Siku selalu berada di belakang peluru pada waktu menolak. Kepalan tangan lebih dahulu, baru kemudian siku mengikuti. Di tolakkan di sebuah lingkaran berukuran 10 m garis tengahnya.
Dalam tolak peluru, diperlukan kecepatan memutar dalam lingkaran tolak. Peluru harus menempuh sudut tolakan 40 sampai 45 derajat dari saat kita lepaskan.
Dalam berlatih tolak peluru, sempurnakanlah gerak anda, meluncurlah dalam lingkaran, kerjakan berulang-ulang dan coba tolakan tanpa awalan, untuk membiasakan menolak sampai lengan lurus.

C. Lempar Lembing
Sebuah lempar lembing adalah benda berbentuk tombak, berukuran antara 220-230 cm (untuk wanita) sampai 260-270 (untuk pria). Beratnya tidak kurang 600 gram (untuk wanita) atau 700 gram (untuk pria). Ada sebuah lilitan tali di sekitar titik beratnya dipakai sebagai pegangan, panjang 15-16 cm untuk pria, 14-15 untuk wanita.
Sebuah lembing dilemparkan dengan satu tangan melalui pundak atas, tidak dilemparkan sepeti melempar batu. Lemparan dilakukan dari sebuah jalur awalan yang mempunyai lebar 4 m dan panjang antara 30 sampai 36,50 m. Lembing harus mendarat di dalam sektor lemparan untuk mempermudah oleh jarak yang jauh dan untuk mengurangi besarnya hambatan udara, lembing harus dilepaskan pada sudut 30 derajat. Latihan mencakup otot pundak dan punggung.

D. Lontar Martil
Adalah sebuah bola baja yang disambung sebuah kawat baja yang mempunyai pemegang diujungnya berupa untai. Bola dan kawat tidak boleh kurang dari 7.257 kg beratnya dan tidak boleh kurang dari 3 mm garis tengahnya, panjangnya harus 1,22 meter.
Martil dilontarkan dari sebuah lingkaran bergaris tengah 2,10 meter di batasi oleh pita dari kayu atau baja. Lemparan harus mendarat dalam sektor lemparan bersudut 60 derajat. Setelah melemparkan martil, anda harus meninggalkan lingkaran dari paruh belakang lingkaran setelah martil mendarat. Jarak ukur dari titik sentuh pertama ke sisi dalam pita lingkaran.
Lontar martil memang sangat sulit dipelajari, kekuatan membantu prestasi, tetapi seorang pemula tidak perlu terlampau menghiraukan soal kekuatan ini. Tekhnik yang paling penting kecepatan bergerak martil sebelum di lontarkan adalah kunci keberhasilan nomor rumit ini.

PENUTUP


Dalam banyak hal atletik adalah olahraga yang paling murni diantara segala bentuk pertandingan olahraga. Zaman dahulu perjuangan manusia untuk hidup sering tergantung dengan kemampuannya untuk berlarian dan melempar labih baik dari lawannya. Melalui evolusi, lahirlah suatu jenis olahraga yang menunjukkan perjuangan yang terus menerus dalam jiwa manusia dan senantiasa menguji nalurinya untuk tetap bertahan.
Atletik juga membantu untuk membangun karakter, keyakinan, keberanian dan ketetapan hati semuanya yang membentuk karakter seseorang adalah hasil sampingan alamiah dari kompetisi.
Sportivitas juga dipelajari melalui atletik. Diatas semuanya atletik mengajarkan disiplin. Ia meminta dedikasi terarah dari fikiran dan tubuh untuk berhasil bertanding dalam olahraga dan sudah tentu, disiplin pribadi adalah landasan pembinaan bagi kemajuan pribadi dalam segala bidang kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA


Momane, Fred. Dasar-Dasar Atletik. 1987. Angkasa (Anggota IKAPI). Bandung
DASAR-DASAR ATLETIK, makalah DASAR-DASAR ATLETIK
thumbnail Posted by: Din Ikhsanudin IKHSANUDIN Updated at : 13:19
The item being reviewed 4 5 24

1 komentar:

HAYO MANA KOMENTARNYA?
Salah satu kepuasan kami adalah jika anda berkunjung ke ikhsanudin.com dengan meninggalkan komentar walaupun cuma satu kata.