Ikhsanudin Ikhsanudin Author
Title: Makalah aliran esensialisme
Author: Ikhsanudin
Rating 5 of 5 Des:
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Aliran esensialisme ialah aliran yang muncul pada zaman renaisans dengan ciri-ciri utamanya yang berbeda progr...
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Aliran esensialisme ialah aliran yang muncul pada zaman renaisans dengan ciri-ciri utamanya yang berbeda progressivisme.
Esensialisme didasari atas pendangan humanisme yang merupakan rekasi terhadap hidup yang mengarah pada keduniawian.
Tujuan umum aliran esensialisme dan realisme adalah membentuk pribadi bahagia di dunia dan pengetahuan, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia.

PEMBAHASAN
ALIRAN ESENSIALISME

Esensialisme muncul pada zaman renaissans, dengan ciri-ciri utamanya yang berbeda progressiveisme. Perbedaan ini terutama dalam memberikan dasar berpijak mengenai pendidikan yang penuh fleksibelitas, dimana serba terbuat untuk perubahan, toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. Bagi essensialisme, pendidikan yang berpijak pada dasar pandangan itu mudah goyah dan kurang terarah, karena itu essensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, sehingga memberikan kestabilan dan arah yang jelas .
Essensialisme didasari atas pandangan humanisme yang merupakan reaksi terhadap hidup yang mengarah pada keduniawian, serba ilmiah dan matrelialistik. Selain itu pula diwarnai oleh pandangan-pandangan dari paham penganut aliran idealisme dan realisme. Mambarnadib (1981) , menyebutkan beberapa tokoh utama yang berperan dalam penyebaran aliran essensialisme yaitu :
1) Desiderius erasmus,
2) Johann Annos Comenius
3) John Locke
4) Johann Nenrich Pestalozzi
5) Johann Friederick Frobel (1782-1852)
6) Johann Friederick Herbert
7) William T. Harris

Dalam rangka mempertahankan pahamnya itu, khususnya dari persaingan dengan paham progressivisme, tokoh-tokoh essensialisme mendirikan suatu organisasi yang bernama “Essentialist Committee for The Advancement of Education”. Pada tahun 1930 yakni melalui organisasinya inilah pandangan-pandangan essensialisme dikembangkan dalam dunia pendidikan. Sebagai mana telah disinggung dimuka bahwa essensialisme mempunyai pandangan yang dipengaruhi oleh paham idealisme dan realisme, maka konsep-konsepnya tentang pendidikan sedikit banyak ikut diwarnai oleh konsep-konsep idealisme dan realisme.
Tujuan umum aliran essensialisme adalah membentuk pribadi bahagia di dunia dan akhirat. Isi pendidikannya mencakup ilmu pengetahuan, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia.
Kurikulum sekolah bagi essensialisme merupakan semacam dunia yang bisa dijadikan sebagai ukuran kenyataan, kebenaran dan kegunaan. Maka dalam sejarah perkembangannya, kurikulum essensialisme menerapkan berbagai pola kurikulum, seperti pola idealisme, realisme dan sebagainya. Sehingga peranan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan bisa berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip dan kenyataan sosial yang ada dimasyarakat.


PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari uraian di atas dalam bab pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
a. Essensilaisme didasari atas pandangan humanisme yang merupakan reaksi terhadap hidup yang mengarah pada keduniawian, serba ilmiah dan materialistik. Yang diwarnai pandangan-pandangan dari paham penganut aliran idealisme dan realisme.
b. Isi pendidikan aliran essensialisme mencakup ilmu pengetahuan, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia.

2. Saran-Saran
Di dalam makalah ini diakui, bahwa masih terdapat kesalahan maupun kekeliruan, untuk itu diharapkan kepada pembaca atas kritik dan saran-saran yang bersifat memotivasi atau membangun agar makalah ini menjadi lebih baik yang akan datang.



DAFTAR PUSTAKA


- Zunairini. 2004. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta, Bumi Aksara.
- Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan, Yayasan Penerbit Fip IKIP, Yogyakarta


About Author

Advertisement

Post a Comment

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

 
Top