Sejarah Dakwah

Ikhsanudin | 18:45 |
1. Pengertian Dakwah
Kata dakwah berasal dari bahasa Arab yang artinya : ajakan, seruan, panggilan, undangan. Jadi, pengertian ilmu Dakwah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan seni dan tehnik menarik perhatian orang guna mengikuti suatu ideologi dan pekerjaan tertentu. Dengan kata lain, ilmu yang mengajarkan cara-cara mempengaruhi alam fikiran manusia .


Adapun pengertian dakwah menurut islam ialah mengajak umat manusia dengan cara bijaksana untuk mengikuti petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya guna mencapai kebahagian di dunia dan diakhirant. Orang yang menyeru atau pelaksana dakwah disebut “dai”. Jika yang menyeru itu banyak (jama’) disebut “du’ah”.
Syekh Ali Mahfudh mengutarakan pengertian dakwah Islam sebagai berikut ;

“Mendorong manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh manusia dari perbuatan munkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan diakhirat”.

2. Sejarah Dakwah
Ada yang mengatakan bahwa sejarah dakwah secara umum dimulai semenjak filosof Yunani sebelum masehi. Tetapi sebenarnya jauh lebih tua dari itu. Sejarahnya adalah dimulai sejak iblis mempengaruhi Nabi Adam dan Hawa dengan propaganda yang sangat menarik dan memikat hati kedua nenek moyang kita itu untuk memakan buah kayu Chuldi yang terlarang itu. Sebagaimana yang dikisahkan di dalam Al-Qur’an surah At-Thoba 120-121:


Artinya : Kemudian syetan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata “hai Adam maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada) di syurga. Dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia .

Selanjutnya kita mengetahui bahwa Rasul-Rasul Allah dan para pengikutnya telah menjalankan dakwah suci dengan berbagai cara dan pengorbanan. Kemudian sejarah telah menceritakan pula kepada kita bahwa kaum sufis di Yunani telah mengembara dari suatu tempat ke tempat yang lain untuk mengajarkan pengetahuan tentang politik dan cara memerintah dengan penekanannya terutama kepada kemampuan berpidato dengan demikian berkembanglah kesenian berpidato.
Perkembangan agama hindu di India melakukan pula praktek dakwah ini sepanjang yang tersebut dalam kitab weda. Bangsa Arab sebelum Islam terkenal pula kegemaran dan keahlian mereka dalam seni sastra. Pada umumnya tidak banyak perkembangan dan pertumbuhan ilmu tetapi dalam hal pidato ini banyak juga buku dikarang orang. Diantaranya yang terbaik ‘dasar-dasar Rhetirika” disusun oleh Richgard Whateley. Sedangkan pada zaman modern orang tidak terikat lagi kepada bermacam bentuk yang harus dituruti tetapi tergantung kepada cara penyajiananya yang mudah dimengerti menarik perhatian dan dapat menimbulkan sikap untuk bertindak.
Penulisan mula-mula dilakukan oleh budak jauh sebelum tarikh masehi bangsa-bangsa Mesir, Persia, Hindu, Yunani dan lain-lain, telah menggunakan lembaran “papyrus” (sejenis tanaman yang batangnya segitiga, tingginyua 3-5 meter) dan “pergamen” dibuat mula-mula dikota ppergamos dari kulit hewan kecil yang disamak) untuk jadi kertas tulis. Penulisannya, mula-mula dilakukan oleh budak belian dan penghuni-penghuni biara. Percetakan, baru dimulai pada abad ke 15 di Eropa. Penemuan huruf lepas oleh Johan Guterberg (±1441 M) membawa kemajuan pesat dalam percetakan dan mulailah diterbitkan serta disebarkan secara luas buku-buku yang tercetak.
Surat kabar sebagai bacaan umum mulai timbul sekitar abad ke 17. sebelum itu hanya berupa brosur-brosur yang berisi berita-berita internasional. Pada mulanya surat kabar terbit dalam oplag kira-kira 200 lembar, tetapi sejalan dengan perkembangan industri, penemuan mesin-mesin cetak yang semakin lama semakin maju. Hal itu menimbulkan kehendak memperbanyak jumlah surat kabar.
Film ditemukan pada akhir abad ke-19, yang dimulai dari pembuatan lobang pengintaian yang disediakan untuk melihat gambar-gambar yang bersusun diputar sehingga kelihatan bergerak. Dengan melalui perkembangan yang semakin maju maka ditemukan berbagai alat atau media untuk berita-berita tersebut dapat diketahui masyarakat banyak.
Tetapi sebelumnya pada zaman Rasulullah SAW, belum ada media-media untuk pusat informasi maka dakwah dilakukan dengan cara lisan setelah beliau menerima tuntunan. Dengan datangnya ayat pertama beliau lalu memberikan dakwah kepada kaum kerabat yang terdekat. Tuhan memerintahkan dalam surat Asy-Syura’ ayat 214-216

Artinya : Berilah dakwah kepada kaum kaluargamua yang terdekat dan rendahkanlah dirimu bagi pengikut-pengikutmu yang beriman. Kalau mereka menolak katakanlah ‘aku berlepas diri dari segala apa yang kamu kerjakan’.
Setelah keyakinan demikian diangap kuat, ikatan kemasyarakatan walaupun masih kecil, tetapi telah dapt dianggap mampu menerima tantangan, barulah Tuhan memerintahkan melakukan dakwah dan peribadatan dengan terang-terangan, menurut ayat dalam surat Al- Hijr : 94.


Artinya : Lahirkanlah apa yang diperintahkan kepadamu dan jangan hiraukan tantangan orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
Memang pada mulanya langsung saja Rasulullah mendapat tantangan, ejekan hinaan dan lain-lain. Tetapi semua itu dihadapi dengan tegas dan sabar .


KESIMPULAN

Pengertian dakwah memiliki 3 arti yaitu :
1. Menurut bahasa yaitu ajakan, seruan, panggilan, undangan.
2. Menurut Ishlah umum ; suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan seni dan teknik untuk menarik perhatian orang guna mengikuti suatu ideologi dan pekerjaan tertentu.
3. Menurut islam; mengajak umat manusia dengan cara bijaksana untuk mengikuti petunjuk-petunjuk Allah SWT dan RasulNya guan mencapai kebahagiaan di dunia dan di Akhirat.
Adapun sejarah dakwah yang dumulai dari zaman dahulu sampai sekarang adalah bermula pada zaman Rasulullah yang memulai dakwahnya dari keluarga atau kaum kerabat yang terdekat dan menjuru kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim. Dalam berdakwah di masyarakt ramai memang tantangan, ejekan, hinaan serta yang lainnya sudah merupakan hal yang biasa dan dihadapi dengan bersabar. Selanjutnya perkembangan zaman semakin maju maka hingga sampai sekarang proses berdakwah dapat dilakukan dengan berbagai alat media seperti radio, TV, surat kabar. Yang jelas berita atau informasi tersebut dapat diterima dan sampai kepada khalayak ramai.


DAFTAR PUSTAKA


- Ya’qub, Hamzah. Publisistik Islam, Teknik Dakwah dan Leadership. Bandung CV. Diponegoro, 1986.
- Yahya, Toha, Oman. Islam dan dakwah. Jakarta : Al-Mawardi Prima. 2004.
- Yahya, Thoha, Oman. Ilmu dakwah. Jakrta : Al-Mawardi Prima. 1992.
Sejarah Dakwah
Posted by: ikhsanudin ikhsanudin Updated at : 18:45

No comments:

Post a Comment

Salah satu kepuasan kami adalah jika anda berkunjung ke ikhsanudin.com dengan meninggalkan komentar walaupun cuma satu kata. Tapi jangan:
1. Berpromosi
2. Komentar spam
3. Opo meneh yo...?